Kriminal
Share this on:

Suami Tega Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya

  • Suami Tega Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya
  • Suami Tega Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya

TANGERANG - Satreskrim Polrestro Tangerang akhirnya menetapkan Muktar Efendi (60), sebagai tersangka kasus pembunuh tiga anggota keluarganya yakni Emma, isterinya serta Nova dan Tiara, kedua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai 2, Blok B 6, RT 005/012, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Senin (12/2) lalu.

Motif pembunuhan secara keji terhadap keluarga ini berawal dari cek cok mulut terkait pembayaran cicilan mobil. Pria gaek ini akhir gelap mata hingga membantai secara keji seluruh keluargannya.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan mengatakan penetapan status tersangka kepada Muktar Efendi dilakukan setelah jajarannya berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti dan keterangan sejumlah saksi mata. Seperti sebilah parang dan empat unit handphone serta kertas bukti transaksi pembayaranan cicilan mobil dan kecocokan keterangan sejumlah saksi mata hingga keterangan pelaku sendiri.

“Dari hasil keterangan awal serta keterangan saksi dan petunjuk yang kami dapat di TKP. Itu sudah cukup kuat bagi kami menetapkan Muktar Efendi dari saksi mahkota menjadi tersangka. Semua itu sudah diakui pelaku saat kami memindahkannya dari RUSD Tangerang ke RS Polri, Selasa (13/2),” tegasnya di Mapolsek Jatiuwung Kota Tangerang.

Dari hasil penyelidikan sementara, sambung Harry, terjadinya pembantaian sadis terhadap ibu dan dua putrinya oleh pelaku dipicu masalah cicilan mobil baru. Muktar kesal karena korban membeli sebuah unit mobil baru tanpa memberitahunya. Pelaku mempertanyakan masalah itu kepada korban dan berujung keributan besar.

“Antara pelaku dan korban sempat cekcok mulut. Tersangka kesal kerena korban mencicil mobil tanpa sepengetahuannya, padahal kondisi perekonomian mereka belum stabil. Sehabis itu Muktar mengambil parang dan langsung menyerang serta melukai korban. Kebetulan saat keributan itu ada dua anak korban di dalam kamar,” paparnya.

Usai menghabisi nyawa Emma, Nova, dan Tiara, lanjut Harry, Muktar mencoba melakukan upaya bunuh diri. Pria gaek itu melukai dirinya menggunakan senjata tajam yang dipakai untuk menghabisi para korban. Dia menusukkan parang ke perut dan leher sebanyak tiga kali. Namun usaha yang dilakukan tersangka sia-sia, karena senjata yang digunakannya itu tidak menembus jantungnya.

“Muktar ketakutan dan akan bunuh diri di lokasi. Mungkin kalau tetangganya tidak masuk ke rumah, tersangka pasti meninggal di tempat karena kehabisan darah. Semua barang bukti dan pengakuan Muktar sudah cukup jelas untuk menguak kasus pembunuhan ini,” ucapnya.

Diakui Harry, kondisi Muktar Efendi mulai membaik saat menjalani perawatan di RS Sukamto Polri. Akan tetapi, pihaknya belum dapat menggali keterangan lebih dalam terkait kasus pembunuhan yang dilakukan. Bahkan, saat ditemani di RS Sukamto, pria gaek ini menyesali perbuatannya dan terus meminta maaf.

“Saat kami jeguk tadi pagi kondisinya berangsur pulih, tapi fisiknya masih lemah. Tadi sempat kami ajak komunikasi dan tersangka selalu minta maaf dan terus beristigfar. Dia sepertinya menyesali ulah yang diperbuatnya itu,” imbuhnya.

Terpisah, Kakak Kandung Emma, Ojah (56) berharap polisi dapat menghukum Muktar Ependi dengan hukuman berat atas ulah yang diperbuatnya kepada sang adik dan dua kemenakannya tersebut. Apalagi, tindakan duda yang baru satu tahun menikahi adiknya itu sangat keji sekali.

Dia pun tak menyangka, suami kedua Emma itu tega membantai istri dan anak tirinya itu hanya karena persoalan cicilan mobil semata. “Hukumannya setimpallah, karena sudah menghilangkan nyawa adik dan keponakan saya. Orangnya sih setahu saya baik, hanya kadang suka emosi dan langsung marah kalau ada hal yang dia tidak sukai. Suami macam apa itu tega membunuh istri sama anaknya di dalam rumah,” tuturnya. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dapat Bisikan Gaib demi Ilmu Kebal, Pemuda Nekad Bunuh Pemotor

Dapat Bisikan Gaib demi Ilmu Kebal, Pemuda Nekad Bunuh Pemotor

Usai sudah pelarian Akim alias Arah (24). Setelah buron selama 10 bulan, dia akhirnya dibekuk polisi.


Terjaring Razia, ABG Sembunyikan SS di Mulut

Terjaring Razia, ABG Sembunyikan SS di Mulut

Pesta sabu-sabu (SS) yang hendak dilakukan dua anak baru gede (ABG) yang satu ini gagal total.


Astagfirullohaladziim, Preadator Seksual Mengintai di Pengungsian

Astagfirullohaladziim, Preadator Seksual Mengintai di Pengungsian

Musibah gempa tak membuat aksi predator anak terhenti. Satu bulan terakhir, tercatat lima peristiwa kekerasan seksual dengan korban anak dan perempuan dewasa.


Kakek 63 Tahun Dirampok dan Dipukuli sampai Nyaris Pingsan

Kakek 63 Tahun Dirampok dan Dipukuli sampai Nyaris Pingsan

Tarto Warno mungkin tidak mengira kalau pagi kemarin harus mengalami peristiwa tragis.


Bawa Sabu 1 Kilogram, Pasutri Ditangkap BNN

Bawa Sabu 1 Kilogram, Pasutri Ditangkap BNN

Pasangan suami istri diamankan Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jambi di depan Polsek Jujuhan.


Nongkrong dan Pacaran, Delapan Remaja Kena Razia

Nongkrong dan Pacaran, Delapan Remaja Kena Razia

Delapan remaja tanggung terjaring razia Satpol PP Purbalingga, Selasa (28/8) tengah malam.


Pencari Rumput Jadi Korban Tabrak Lari

Pencari Rumput Jadi Korban Tabrak Lari

Warga Desa Meteseh, Kaliori dikejutkan dengan penemuan mayat di parit yang berada di pinggir jalan dan sawah.


Sejam, Amankan 46 Motor

Sejam, Amankan 46 Motor

Gigit jari. Puluhan anak muda yang sedianya menggelar aksi kebut-kebutan di jalan baru dini hari kemarin (26/8) kena batunya.


Polda Jateng Perketat Pengamanan

Polda Jateng Perketat Pengamanan

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memperketat pengamanan wilayah pasca terjadinya insiden penembakan yang menimpa dua orang anggota polisi di Cirebon.


Istri Habisi Suami di Hadapan Tiga Anaknya

Istri Habisi Suami di Hadapan Tiga Anaknya

Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Bungo, berhasil meringkus Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menghabisi suaminya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!