Kriminal
Share this on:

Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening

  • Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening
  • Suap Garuda Diduga Dikirim ke Puluhan Rekening

**JAKARTA ** - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dimintai keterangan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

Emirsyah tercatat menyelesaikan pemeriksaan sekira pukul 18.32 WIB. Selama pemeriksaan, dirinya mengaku dicecar soal informasi dan berkas surat menyurat antara dirinya dengan tersangka lain sekaligus pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo terkait kasus tersebut.

"Sebaiknya sih tanya penyidik ya, penyidik yang lebih tahu. Ada tambahan-tambahan karena waktunya sudah cukup lama saya perlu waktu untuk melihat lagi," kata Emirsyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/7).

Pada kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Emirsyah, Luhut Pangaribuan menjelaskan, kliennya sempat mengaku lupa terkait kegiatan surat menyurat tersebut. Pasalnya, peristiwa tersebut telah lama terjadi.

"Karena kan (kasus) ini di tahun 2011, tahun 2010 kalau gak salah. Ada yang tahun 2012 jadi gak ingat lagi persisnya gimana. Oleh karena itu dia akan mencoba mengingat-ingat kembali pada pemeriksaan selanjutnya," kata Luhut.

Selama pemeriksaan itu pula, sambung Luhut, belum ada jawaban pasti yang dilontarkan Emirsyah kepada penyidik. Namun, kata dia, kliennya berjanji akan memberikan keterangan sebenar-benarnya pada pemeriksaan selanjutnya.

"Jadi kan misalnya ada surat menyturat dengan Pak Tikno, karena kan Pak Tikno ini kan hubungannya dekat (dengan Emirsyah). Jadi banyak infromasi yang berhubungan dengan pertemanan. Kan jadinya perlu dipilah-pilah. Dan mana yang merupakan katakan lah (terkait) dengan perkara yang disangkakan sekarang ini," jelasnya.

Luhut pun memastikan, Emirsyah akan membawa berkas surat-menyurat tersebut pada pemeriksaan selanjutnya. "Ya, dia akan bawa kalau memang dia punya, dia kan harus cek," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, saat ini penyidik telah berhasil menelusuri temuan baru terkait dugaan adanya aliran dana lintas negara terkait kasus tersebut. Aliran dana ini lah yang dikonfirmasi penyidik kepada Emirsyah selama pemeriksaan tadi.

"Dalam beberapa waktu belakangan KPK menemukan adanya dugaan penggunaan puluhan rekening bank di luar negeri terkait perkara ini," kata Febri.

Ia menambahkan, pemeriksaan lanjutan rencana akan digelar pekan depan. Serta dalam dua minggu ini, penyidik kaya dia akan memanggil sejumlah saksi demi kepentingan penelusuran aliran dana serta dokumen terkait.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka yakni Emirsyah selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2014 dan Soetikno Soedarjo selaku presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi pada 16 Januari 2017 lalu. Namun, sampai saat ini KPK belum menahan keduanya.

Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta dan $180 ribu atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai $2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce. Suap diberikan terkait pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Rolls Royce sendiri oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta atau sekitar Rp11 triliun. Hukuman tersebut dijatuhkan akibat pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti. KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri. (riz/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Novel Kembali Tagih Hasil TPGF
Novel Kembali Tagih Hasil TPGF

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kejaksaan Agung mempercepat proses kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau suap terkait kasus kepabeanan.


KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK mengaku tengah mendalami dugaan adanya praktik memperdagangkan pengaruh dalam kasus suap impor bawang putih.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.


Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Jadi Tersangka TPPU, Mantan Bos Garuda Ditahan

Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. Soetikno Soedarjo sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Perusahaan Internasional Diduga Terlibat Pelanggaran HAM

Perusahaan Internasional Diduga Terlibat Pelanggaran HAM

UN Fact-Finding Mission mengungkap puluhan perusahaan asing Asia dan Eropa berisiko terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya di Rakh


Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Saldo Kosong, Kuras Rekening Orang Rp1,7 Miliar Pakai ATM

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang hacker yang menguras rekening milik orang lain sebanyak Rp 1,77 miliar.


Kejati Jateng Diperiksa Kejagung

Kejati Jateng Diperiksa Kejagung

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung tengah melakukan penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau suap terkait kasus kepabeanan yang ditangani Kejaksa



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!