• Home
  • Berita Kriminal
  • Subhanalloh, Bayi dengan Ari-arinya Selamat meski Dilempar dari Lantai Tiga

Kriminal
Share this on:

Subhanalloh, Bayi dengan Ari-arinya Selamat meski Dilempar dari Lantai Tiga

  • Subhanalloh, Bayi dengan Ari-arinya Selamat meski Dilempar dari Lantai Tiga
  • Subhanalloh, Bayi dengan Ari-arinya Selamat meski Dilempar dari Lantai Tiga

TKP – Karyawan Matahari Department Store mencoba mengambil gambar tempat kejadian perkara pembuangan bayi di atap tempat parkir, kemarin. (wiwid arief/magelang ekspres)

MAGELANG - Aparat Polres Magelang Kota berhasil mengamankan salah seorang oknum pramuniaga atau SPG Matahari Department Store, Jalan A Yani, Kota Magelang, Selasa (2/10). Wanita berinisial NAN (24), itu diduga menjadi pelaku pembuangan bayi yang ditemukan terjatuh dari lantai tiga Matahari Department Store Jalan A Yani, setinggi 10 meter ke tempat parkir di belakang Kantor Pos Kota Magelang.

”Kami amankan karyawati, SPG berinisial NAN. Tadi belum mengakui, tetapi akhirnya mengaku. Saat ini kami harus pastikan dulu,” kata Kapolsek Magelang Tengah AKP R. Sukendro di tempat kejadian perkara (TKP).

Sukendro mengatakan, bayi berjenis kelamin perempuan dengan ari-ari masih terikat di pusar itu diduga dilempar dari atas gedung setinggi 10 meter. Bayi malang ini terjatuh di atap tempat parkiran karyawan dan menggelinding ke himpitan bangunan belakang Kantor Pos Magelang.

Namun sebuah keajaiban terjadi. Bayi dengan kondisi sangat memprihatinkan itu ditemukan selamat. Bahkan, ia sempat ditemukan petugas parkir karena mendengar suara tangisan bayi tersebut.

”Bayinya, Alhamdulillah selamat dan sehat. Sekarang dirawat di RS Harapan. Sekarang kondisinya baik, tapi ada luka di pelipis kirinya. Kemungkinan cedera ini karena dia terjatuh dari lantai tiga, atau sengaja dijatuhkan oleh peleku,” imbuh Sukendro.

Mendengar laporan tersebut, aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan ke TKP. Bahkan, seluruh karyawan dan SPG di Mal Matahari dikumpulkan di lantai atas dan dinterogasi satu per satu.

Olah TKP dilakukan di toilet lantai tiga gedung yang diduga tempat untuk melahirkan bayi, termasuk tempat di mana bayi itu dilemparkan. Petugas kepolisian melihat adanya bercak darah di toilet di lantai tiga Mal Matahari tersebut.

Kecurigaan pun mengerucut pada salah satu karyawati berinisial NAN (24). NAN bekerja sebagai SPG di Matahari Department Store diinterogasi oleh petugas dan sempat mengelak. Namun akhirnya NAN mengakui perbuatannya.

Hal ini dikuatkan dengan dirinya yang sempat mengalami perdarahan. Saat mengamankan NAN, polisi bahkan sempat menutup roknya dengan plastik hitam. ”Kondisi terduga pelaku saat ini masih mengalami perdarahan. Kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat terlebih dahulu,” jelas Sukendro.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan, didampingi Kasatreskrim AKP Rinto Sutopo mengatakan, pihaknya telah menginterogasi seluruh saksi dari baik dari pihak karyawan, manager dari Matahari Mall, dan telah mengamankan seorang karyawati SPG yang diduga merupakan pelaku pembuangan bayi.

Kendati demikian, pihaknya masih belum dapat memberitahukan lebih lengkap terkait identitas dari terduga pelaku pembuangan bayi tersebut, baik motif dan alasan pelaku melakukan perbuatan keji tersebut. Pihaknya mengatakan, saat ini fokus dalam perawatan bayi, dan juga perawatan terduga pelaku yang masih mengalami perdarahan.

”Kami sudah periksa saksi-saksi semua, sudah kami tanyai dari karyawan, SPG, manager. Motif masih kita dalami, namun kepada tersangka kita persangkakan UU Perlindungan Anak pasal 76 (c) jo 80 (4) yaitu melaksanakan kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun 6 bulan pidana,” ujarnya. (wid/fat/jpg)

Berita Sebelumnya

Malekar Jual "Cempe" Curian via FB
Malekar Jual "Cempe" Curian via FB

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

Ahmad Rifky Umar atau yang akrab dipanggil Ustadz Lancip kembali mangkir dari panggilan tim penyidik Polda Metro Jaya, Senin (16/6).


Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

Pemeriksaan terhadap tersangka dugaan makar Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Jumat (14/6), terhenti sementara.


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Jika Enggan Diperiksa KPK, Sjamsul Nursalim Terancam KUHAP

Jika Enggan Diperiksa KPK, Sjamsul Nursalim Terancam KUHAP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum bisa memastikan akan bekerja sama dengan Interpol.


KPK Buru Keterangan Sjamsul Nursalim

KPK Buru Keterangan Sjamsul Nursalim

KPK berencana bekerja sama dengan Interpol untuk mendatangkan Sjamsul Nursalim,


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Vonis Karen Dianggap Ringan

Vonis Karen Dianggap Ringan

Tindak pidana korupsi bukan lagi sebagai kejahatan luar biasa. Setidaknya hal itu bisa terlihat dari vonis 8 tahun penjara Karen Agustiawan.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!