Kriminal
Share this on:

Sudah Hamili ABG, Kakek-kakek Tetap Paksa Minta Dilayani

  • Sudah Hamili ABG, Kakek-kakek Tetap Paksa Minta Dilayani
  • Sudah Hamili ABG, Kakek-kakek Tetap Paksa Minta Dilayani

BEJAT: Predator anak Santot Bagus Mulya dipamerkan dihadapan awak media. Pelaku menyetubuhi tetangganya hingga hamil berusia 7 bulan.(S.Reska Pradina/Radar Magetan)

MAGETAN - Sentot Bagus Mulya sudah gelap mata. Pria 62 tahun asal wilayah Kecamatan Karangrejo, Magetan itu tega mencabuli Bunga (nama samaran, Red), salah seorang tetangganya hingga berbadan dua.

Usia kandungan remaja 15 tahun tersebut sudah tujuh bulan. ’’Perbuatan cabulnya sudah dilakukan setahun terakhir,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni.

Aksi bejat bapak enam anak itu terungkap saat orang tua Bunga curiga dengan perubahan fisik anaknya. Perutnya semakin membuncit selayaknya ibu hamil. Sepulang sekolah, Bunga langsung diinterogasi bapaknya. Bak disambar petir di siang bolong, orangtuanya kaget.

Pengakuannya sejak Februari 2018 harus melayani nafsu bejat dari Sentot Bagus Mulya. Nama itu bukan orang asing. Sebab, juga tetangga di lingkungan rumah Bunga. ’’Berbekal pengakuan itu, orangtuanya melapor ke Unit PPA Polres Magetan,’’ jelasnya.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Sentot ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Kepada penyidik, Sentot mengakui ulahnya hingga menyebabkan bunga hamil.

Pengakuan Sentot di hadapan awak media, aksi itu dilakukan kali pertama pada Februari 2018. Saat itu, Sentot mengetahui jika Bunga habis jatuh. Kakinya terkilir. Sehingga dia menawarkan diri untuk memijatnya.

Namun, itu memang akal bulusnya untuk mengajak Bunga ke rumah. ’’Saya melakukannya di rumah, anak tidak di rumah dan istri berada di luar kota,’’ ujar Sentot.

Dia mengaku memang tergoda dengan Bunga. Bak pucuk dicinta ulam pun tiba. Bunga menurut saja saat diajak ke rumah Sentot. Waktu itu, dia awalnya hanya memijat. Lantaran tak kuasa menahan birahinya, Sentot merayu Bunga untuk diajak berhubungan intim.

Ajakan itu sempat ditolak. Namun, akhirnya Bunga tak kuasa lantaran terus dipaksa tersangka. Korban juga merasa takut dengan ancaman Sentot. ’’Saya terus merayu dan memaksa,’’ ujar Sentot.

Sentot masih belum puas menodai Bunga. Dia selalu mengambil kesempatan untuk mendekati tetangganya itu. Selanjutnya memaksa untuk melayani nafsunya. Pengakuan ke penyidik Sentot enam kali menyetubuhi korban.

Kali terakhir, dilakukan ketika Bunga sudah hamil. Tepatnya 31 Desember 2018 lalu. ’’Saya juga mengetahui dia sudah hamil,’’ kata Sentot.

Atas perbuatan bejatnya, predator anak di bawah umur itu bakal dijerat dengan pasal 81 UU RI 17/2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. Ulah dari Sentot juga membuat rusaknya masa depan Bunga yang masih ABG. (mgc/ota/jpg)

Berita Sebelumnya

Slip, Mobil Tabrak Teras Warga
Slip, Mobil Tabrak Teras Warga

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPU dan Bawaslu Rampungkan Putusan MK

KPU dan Bawaslu Rampungkan Putusan MK

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sudah rampung dilaksanakan.


WNI di Hongkong Diminta Jauhi Lokasi Demonastrasi

WNI di Hongkong Diminta Jauhi Lokasi Demonastrasi

Konsulat Jenderal RI di Hong Kong mengimbau, seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Bandara Internasional Hong Kong agar tetap tenang.


Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang

Cina Klaim Bebaskan Sebagian Warga Muslim dari Kamp Xinjiang

Pemerintah Cina mengklaim, sudah membebaskan sebagian besar orang dari kamp-kamp di Xinjiang.


Minta Fee Proyek, Dua Oknum PNS Diciduk

Minta Fee Proyek, Dua Oknum PNS Diciduk

Budaya minta jatah seperti fee proyek ternyata bukan bancakan baru di tingkat kepala daerah yang tertangkap KPK.


KPU Tunggu Rancangan Pilkada Diundangkan

KPU Tunggu Rancangan Pilkada Diundangkan

Rancangan PKPU diharapkan segera rampung, karena pilkada serentak 2020 mendatang sudah di depan mata.


334 Tersangka Kerusuhan Mei Segera Diadili

334 Tersangka Kerusuhan Mei Segera Diadili

Polri telah menuntaskan berkas perkara ratusan pelaku kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap.


Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Mabes Polri memastikan kasus-kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh pendukung salah satu pasangan capres-cawapres masih tetap berjalan.


Ratusan WNI Minta Visa Perlindungan ke Australia

Ratusan WNI Minta Visa Perlindungan ke Australia

Setiap tahunnya ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) mengajukan permohonan untuk mendapatkan visa perlindungan sebagai pengungsi di Australia.


Erdogan Sebut AS Sebagai Perampok

Erdogan Sebut AS Sebagai Perampok

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bereaksi keras, atas penolakan Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan jet tempur F-35 yang sudah dibeli Turki.


BNN Tolak Pelegalan Rokok Elektronik

BNN Tolak Pelegalan Rokok Elektronik

Rokok elektronik sangat berpeluang disalahgunakan untuk narkotika dan obat-obatan berbahaya. Sudah ada contoh kasusnya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!