Kriminal
Share this on:

Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

  • Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara
  • Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

KUALA LUMPUR - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berprofesi sebagai babysitter dihukum denda oleh Pengadilan Malaysia, karena menampar pipi seorang bayi berusia enam bulan. Perempuan TKI tersebut didenda 12 ribu Ringgit (sekitar Rp40 juta), yang diganti dengan hukuman penjara enam bulan jika tidak bisa membayar denda tersebut.

Seperti dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (12/9), dalam persidangan Hakim Rohatul Akmar Abdullah menjatuhkan hukuman denda tersebut setelah Anisah Ahmad mengaku bersalah. Perempuan berumur 42 tahun itu didakwa berdasarkan Pasal 31(1)(a) UU Anak 2001, yang mengatur hukuman denda hingga 20 ribu Ringgit atau penjara hingga 10 tahun, atau keduanya.

Hakim memerintahkan denda tersebut dibayar sekaligus, atau jika tidak, hukuman penjara selama enam bulan menanti WNI tersebut. Sebelumnya, Wakil Penuntut Umum Afiq Nazrin Zaharinan menyampaikan, ayah sang bayi telah membuat laporan polisi setelah istrinya menemukan memar di pipi bayi perempuannya.

Ibu sang bayi melihat memar tersebut usai menjemput anaknya di rumah Anisah di Taman Setapak Jaya Baru pada 27 Agustus sore. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis


Enam Polisi Harus Dibawa ke Pengadilan Umum

Enam Polisi Harus Dibawa ke Pengadilan Umum

Enam anggota Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalani proses sidang disiplin. Mereka disidang karena melanggar standar operasional prosedur (SOP).


16 Persen WNI di Malaysia Hadapi Hukuman Mati

16 Persen WNI di Malaysia Hadapi Hukuman Mati

Amnesti Internasional Malaysia (AIM) mencatat Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi warga asing kedua terbanyak, yang menghadapi hukuman mati di Malaysia.


Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Divonis Mati

Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Divonis Mati

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut menjatuhkan hukuman mati kepada dua terdakwa pembunuh sopir taksi online, Do (33) dan Ja (33).


Divonis Bebas, Perekam Video Penggal Jokowi Kapok Bermedsos

Divonis Bebas, Perekam Video Penggal Jokowi Kapok Bermedsos

Terdakwa perekam video 'Penggal Jokowi' yang viral divonis bebas oleh majelis hakim. Usai dinyatakan bebas dia pun berjanji kapok bermain media sosial (medsos).


30 Imigran Gelap asal Indonesia Ditangkap di Malaysia

30 Imigran Gelap asal Indonesia Ditangkap di Malaysia

Otoritas imigrasi Perak, Malaysia menangkap 30 imigran ilegal, yang sebagian besar adalah warga negara Indonesia (WNI).


Diminta Mundur, Pemimpin Hongkong Carrie Lam Membela Diri

Diminta Mundur, Pemimpin Hongkong Carrie Lam Membela Diri

PBB akhirnya merespon atas kisruh yang terjadi di Hongkong dalam beberapa bulan terakhir.


Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Tim Investigasi Polri masih mendalami tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dan M Yusuf saat demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP di


Malaysia Deportasi Puluhan Migran Indonesia

Malaysia Deportasi Puluhan Migran Indonesia

Malaysia kembali mendeportasi 71 pekerja migran Indonesia yang bermasalah melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat


Malaysia Tangkap Tiga WNI terkait Terorisme

Malaysia Tangkap Tiga WNI terkait Terorisme

Sedikitnya tiga warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh kepolisian Malaysia, terkait kepemilikan material propaganda terorisme.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!