Kriminal
Share this on:

Tangerang Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

  • Tangerang Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba
  • Tangerang Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

DARURAT NARKOBA - Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba, kemarin. ((tumpak m tampubolon/indopos/jpnn)

TANGERANG - Polda Banten menyatakan Kabupaten Tangerang darurat narkoba. Hal itu dibuktikan dari jumlah pengguna narkoba yang ditangkap polisi terus meningkat. Mayoritas mereka adalah para pengguna narkotika dari berebagai jenis yang baru mengkonsumsi barang haram tersebut.

Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten Kombespol Yohanes Hernowo mengungkapkan, ditetapkannya Kabupaten Tangerang jadi daerah rawan peredaran narkoba lantaran munculnya para pencandu baru yang tertangkap saat pengungkapan kasus tersebut.

Apalagi perang terhadap kasus tersebut terus dilakukan oleh Polresta Tangerang selama kurun waktu dua tahun terakhir. Dimana jumlah pengedar dan bandar yang ditangkap tak sebanding dengan jumlah pengguna atau pengkonsumsi narkoba.

”Dari polres yang ada di Provinsi Banten, Polresta Tangerang ini yang paling banyak mengungkap kasus narkoba. Jumlah barang bukti dari pengungkapan ini juga terbilang besar dari polres lain. Dan yang tak kalah banyak para pecandu lebih banyak terjaring dari para pengedar atau Bandar narkoba,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (30/10).

Yohanes menjelaskan, ada beberapa jenis peredaran narkoba yang semakin banyak dikonsumsi para pengguna baru. Mulai dari sabu, ganja dan obat illegal seperti obat daftar G yang semakin hari terus meningkat dan terjadi. Para pengguna narkotika tersebut datang dari kalangan pelajar SMA sampai mahasiswa yang tinggal di kota tersebut.

”Dari usai 16 tahun sampai 25 tahun, dan mereka masih berstatus mahasiswa dan pelajar SMA/SMK di Kabupaten Tangerang. Kebanyakan dari para pengguna ini diarahkan untuk direhabilitasi, karena itu sudah diatur dalam regulasi tentang narkotika,” jelasnya.

Tak sampai disana, sambung Yohanes, upaya penekanan peredaran narkoba di zona merah di Provinsi Banten ini tidaklah mudah. Sebab, giat memerangi peredaran narkotika dari kepolisian ini tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Sehingga, keseringan penangkapan itu pun tidak membuat jera para pengguna dan bandar narkotika melakukan transaksi barang haram tesebut.

”Tidak akan bisa berjalan karena memang warga kota ini tidak memperhatikan masalah ini. Coba saja lihat sudah sering terjadi penangkapan, tetap saja masih ada pengguna narkotika yang ikut tertangkap. Memang penekanannya perlu dilakukan ke masyarakat secar terus menerus,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menyatakan, selama satu bulan lebih berhasil menangkap 48 tersangka narkoba. Diantaranya, 33 orang pengedar narkoba dan 15 tersangka pengguna narkoba. Barang bukti yang kami amankan berupa sabu seberat 438 gram, ganja dengan 3,589 gram, tramadol 2,060 butir, serta obat heximer 3.200 butir.

”Ini baru bulan ini saja, kalau di total jumlah tersangka itu mencapai ratusan orang dengan jumlah barang bukti mencapai 5 kilogram lebih. Ya tiap tahun jumlahnya meningkat, dan paling banyak ya para pecandu baru,” terangnya.

Kemudian, kata Sabilul juga, peredaran narkoba juga terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tangerang yang terus mereka kembangkan. Di mana peredaran dan pengendalian narkotika ini dilakukan di dalam rutan oleh para warga binaan. Dari pengungkapan itu mereka membawa empat warga binaan dari rutan tersebut. Dan karena itu pihaknya akan terus mengungkap kasus peredaran narkoba.

Dari catatan Polresta Tangerang pada 2014 jumlah kasus peredaran narkoba yang ditangani mencapai 144 kasus dengan jumlah tersangka 159 orang dan barang bukti 52 kilogram ganja dan 355 gram sabu-sabu. Dari jumlah tersangka yang diamankan terdapat 30 mahasiswa dan 20 pelajar.

Sementara pada 2015 ditangani sebanyak 250 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka 175 orang dan barang bukti 78 kilogram ganja dan 473 gram sabu. Dari total tersangka polisi menangkap 51 mahasiswa dan 25 pelajar.

Sementara pada 2016 jumlah itu menjadi 255 kasus dengan jumlah tersangka 180 orang dan barang bukti 70 kilogram ganja dan 486 gram sabu. Dari total para tersangka terdapat 55 mahasiswa dan 32 pelajar.

Sementara pada 2017 jumlahnya mencapai 105 kasus dengan total tersangka 120 orang dan barang bukti 25 kilogram ganja dan 5 kilogram sabu. Dari jumlah tersangka yang ditangkap 51 mahasiswa dan 36 pelajar. Untuk wilayah rawan peredaran narkoba golongan satu itu berada dekat perbatasan ke Jakarta dan Bogor.

Di antaranya Kecamatan Balaraja, Cikupa dan Utara Kabupaten Tangerang. Hal tersebut berdasarkan, padatnya jumlah penduduk di wilayah sasaran dan merupakan wilayah perbatasan. Dan dengan meningkatnya kasus tersebut wilayah hukumnya itu ditetapkan menjadi zona merah peredaran narkoba oleh Mabes Polri dan BNN.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menuturkan pihaknya terus berupaya menekan peredaran narkoba yang telah di dominasi generasi muda. Yakni melakukan penyuluhan dan sosialisasi k seluruh sekolah. Diikuti dengan pendirian Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Anar) setiap kecamatan. Sampai pembangunan tiga pos pantai di pesisir pantai dan pengawasan bongkar muat di dermaga.

“Ya prihatin sekali, tetapi walau begitu kami masih terus berusaha menekan ini dari segala lini. Kami mengakui sulit memang memberantas narkoba dikalangan generasi muda, karena mereka sendiri pun tidak sadar akan bahaya yang mengancam jika berkenalan dengan narkoba. Dan sekarang akan kami sasar masyarakat agar memerangi narkoba,” tuturnya.

Selain itu pula, tambah Zaki, Pemkab Tangerang akan berkoordinasi dengan Kepolisian, BNNK dan TNI untuk membantu menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba. Kemudian juga terus mengadakan program belajar lingkungan kepada generasi muda untuk mempersempit ruang gerak bandar untuk menjual narkoba tersebut. Dirinya yakin jika hal ini terus menerus dilakukan akan dapat menyelamatkan generasi muda Kabupaten Tangrang dari bahaya narkoba. (cok/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bobol Indomaret, Empat Pencuri Didor, Seorang Tewas

Bobol Indomaret, Empat Pencuri Didor, Seorang Tewas

Empat pembobol minimarket roboh diterjang timah panas Tim Vipers Polresta Tangerang Selatan (Tangsel).


Saat Rekonstruksi, Manager Pabrik Mercon Dicemooh Warga

Saat Rekonstruksi, Manager Pabrik Mercon Dicemooh Warga

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota menggelar rekonstruksi kasus kebakaran pabrik petasan Tangerang, kemarin.


Widuri Masuk ‘Katalog Alexis’, Sejumlah Model Cantik Lapor Polisi

Widuri Masuk ‘Katalog Alexis’, Sejumlah Model Cantik Lapor Polisi

Tak terima foto masuk ke dalam katalog Griya Pijat Alexis, foto model cantik Widuri Agesty melaporkan ke Polda Metro Jaya.


Terobos Operasi Zebra, Pengemudi Xenia Dibui

Terobos Operasi Zebra, Pengemudi Xenia Dibui

Penyesalan Untung (43), warga Komplek Garuda Jalan Simponi Raya Kelurahan Cipondoh Indah Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, tak berguna.


Motor Jatuh, Pengendara Tewas setelah Masuk Kolong Bus

Motor Jatuh, Pengendara Tewas setelah Masuk Kolong Bus

Kecelakaan di Jalan Dr. Susilo Kelurahan Sumurbatu, Telukbetung Utara, menewaskan Susilo Mukti Wibowo (41) sekitar pukul 10.30 WIB, kemarin.


Buat Petasan Sembunyi-sembunyi, Ketua RW Ditangkap

Buat Petasan Sembunyi-sembunyi, Ketua RW Ditangkap

Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan Ade Muhtar, Ketua RW 06, Kampung Undrus sebagai tersangka.


Dituntut 15 Tahun, Residivis Divonis Seumur Hidup

Dituntut 15 Tahun, Residivis Divonis Seumur Hidup

Residivis kasus narkoba asal Surakarta, Dicky Abednego alias Ciduk (31), mengajukan banding terkait putusan seumur hidup.


Sepekan, Polisi Sita 1.158 Butir Pil Koplo dan Sepaket Ganja

Sepekan, Polisi Sita 1.158 Butir Pil Koplo dan Sepaket Ganja

Ribuan pil koplo dan satu paket narkoba diamankan Satres Narkoba Polres Batang dari tangan enam tersangka penyalahgunaan narkotika sepekan terakhir.


Mabuk Pil Excimer, Siswa SD Ngamuk

Mabuk Pil Excimer, Siswa SD Ngamuk

Peredaran obat psikotik atau obat penenang untuk penderita gangguan mental bernama pil excimer menyasar kalangan pelajar sekolah dasar.


Suami Bekap Isteri dan Dua Anaknya, Lalu Ditusuk Hingga Tewas

Suami Bekap Isteri dan Dua Anaknya, Lalu Ditusuk Hingga Tewas

Reka ulang kasus pembunuhan ibu dan dua anaknya oleh ayah kandungnya sendiri yang digelar Polresta Tangerang diwarnai isak tangis.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!