Kriminal
Share this on:

Tas Dijambret, Mahasiswi PENS Terjatuh dan Koma

  • Tas Dijambret, Mahasiswi PENS Terjatuh dan Koma
  • Tas Dijambret, Mahasiswi PENS Terjatuh dan Koma

SURABAYA - Aksi perampasan kembali marak di Surabaya, kali ini korbannya adalah Lanisya Febriani,19. Tas milik gadis asal Jalan Sunan Drajad Gang Himalaya nomor 45 Lamongan ini dirampas di Jalan Arjuno pada Senin dinihari (23/7). Tak hanya kehilangan tas, gadis yang diketahui mahasiswi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) juga koma lantaran korban terjatuh dari motor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus perampasan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00. Saat itu, Lanisya akan pulang ke Lamongan dengan naik kereta. Kemudian dari kosnya, ia mengorder ojek online dengan tujuan Stasiun Pasar Turi.

Kemudian saat melintas di Jalan Arjuno, tepatnya di dekat Pos Lantas terdapat dua pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Setelah memepet motor yang diboncengi korban, pelaku langsung menarik tas selempang mahasiswi yang masih duduk di semesetar II itu.

Tarikan itu sangat kuat, hingga membuat korban terjatuh. Akibatnya, kepala Lanisya terbentur aspal hingga membuatnya koma dan harus menjalani perawatan intesnif di RSUD Dr Sutomo, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya, AKP Haryoko Widhi membenarkan jika korban memang merupakan korban perampasan. Hal itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan tukang ojek online yang diorder oleh korban.“Saat ini, kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologis dan cirri-ciri pelakunya,” terangnya.

Selain menunggu korban tersadar, pihaknya akan mencari petunjuk-petunjuk lain terkait aksi perempasan itu. Menurutnya, saat aksi perampasan itu terjadi jalanan di kawasan tersebut memang lenggang.

"Kami masih menunggu korban sadarkan diri, setelah itu kami arahkan untuk membuat laporan polisi (LP), setelah itu kami kumpulkan sejumlah keterangan dari saksi dan CCTV di sekitar TKP untuk mencari siapa pelakunya," sambung mantan Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Surabaya itu.

Mengenai keadaan korban, Haryoko belum bisa memastikan. Sebab dokter yang menangani pun belum bisa memastikan luka apa saja yang diderita oleh mahasiswa jurusan Teknologi Game itu.“Kami akan terus mendalami kasus ini,” tandasnya.

Dia mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh sementara, diduga pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor bebek. Usai merampas tas korban mereka kabur lari ke arah Demak. Meski demikian, dipastikan jika kedua pelaku gagal mendapatkan barang berharga korban."Kalau barang-barangnya masih utuh semua," pungkasnya.

Kasus perampasan yang menimpa Lanisya bukan yang pertama kalinya di terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebab pada Minggu (22/7), aksi perampasan yang mengakibatkan korban luka-luka juga terjadi di Jalan Dupak. Kasus perampasan itu menimpa empat orang gadis asal Gresik. Usai bermalam mingguan di Surabaya, mereka memutuskan untuk pulang.

Namun pada saat di melintas di Jalan Dupak, handphone milik salah satu korban dirampas oleh dua orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor matic. Akibat tarikan keras dari pelaku, korban yang yang saat itu berboncengan empat terjatuh dan mengalami sejumlah luka.

Kasus yang sama juga terjadi pada Kamis (5/7) lalu. Saat itu, tas milik korban bernama Maya Savitri, 45, dirampas oleh dua pelaku yang berboncengan sepeda motor. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Arjuno saat perempuan asal Jalan Ikan Dorang Baru, Surabaya itu hendak pergi ke Pasar Dupak.

Bahkan akibat ulah pelaku jambret tersebut korban jatuh dari motor dan tewas di lokasi kejadian. Parahnya, hanya karena barangnya masih utuh, polisi cepat mengambil kesimpulan jika pengusaha catering tersebut mengalami laka tunggal. (yua/no/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Begini Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Begini Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Senin 12 November 2018 sekira pukul 21.00, Haris Simamora (pelaku) mendatangi rumah korban dan menginap di rumah korban.


Baru Foreplay Keburu Digerebek

Baru Foreplay Keburu Digerebek

Pasangan bukan suami istri, Yopi dan Ice, tak tuntas menyalurkan hasrat seksnya di warung remang-remang.


Narkoba Malaysia Teror Indonesia

Narkoba Malaysia Teror Indonesia

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menyita puluhan ribu pil ekstasi dan puluhan kilogram sabu, dari tangan bandar di perairan Langsa Aceh.


Cabuli Siswi SMP, Seorang Pemuda Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Siswi SMP, Seorang Pemuda Terancam 15 Tahun Penjara

Di tengah kehebohan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi UGM, Polres Gunungkidul menangkap seorang pemuda terduga pelaku pencabulan.


Sebulan, Enam Pengguna dan Pengedar Narkoba Ditangkap

Sebulan, Enam Pengguna dan Pengedar Narkoba Ditangkap

Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tegal menangkap enam pelaku penyalahgunaan narkoba di sejumlah tempat sepanjang Oktober.


Diduga Korupsi Dana Desa, Kades dan Sekdes Dilaporkan

Diduga Korupsi Dana Desa, Kades dan Sekdes Dilaporkan

Proyek pembangunan puskesmas desa pengurukan lapangan dan penjualan kayu jati di Desa Bibrik, Jiwan, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Mejayan.


Tak Mau Diajak Balikan, Suami Siram Istri dan Mertua dengan Air Keras

Tak Mau Diajak Balikan, Suami Siram Istri dan Mertua dengan Air Keras

Desi (29) dan ibunya Zainab (52) mengalami lukas bakar di sekujur tubuhnya.


Tujuh PSK Terjaring Razia

Tujuh PSK Terjaring Razia

Warung remang-remang di Kecamatan Sragi dan Bojong, Kabupaten Pekalongan nekat menawarkan bisnis esek-esek di siang bolong.


Kenalan di Facebook, ABG "Digilir Cinta" Tiga Pemuda

Kenalan di Facebook, ABG "Digilir Cinta" Tiga Pemuda

Usai 'digilir cinta' oleh tiga pemuda yang dikenalnya lewat media sosial Facebook , seorang ABG,didampingi kedua orang tua dan neneknya lapor polisi.


Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek

Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek

Nekat buka praktik prostitusi di eks lokalisasi Dolly membuat Imanuel Dakap (57), harus berurusan dengan polisi.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!