Kriminal
Share this on:

Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

  • Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh
  • Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

JAKARTA - Baku tembak antara Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aceh terjadi di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (19/9) petang. Empat orang anggota KKB tewas diterjang peluru.

Mereka diketahui adalah Abdul Razak, Wan Neraka, Zulfikar, dan Hamni. Sementara seorang bernama Wan Ompong berhasil diamanakan. Selain itu polisi juga menyita satu unit mobil jenis Avanza, senjata api laras panjang jenis AK-56, senjata laras pendek jenis revolver dan 100 butir amunisi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan Mabes Polri mengapresiasi langkah Polda Aceh dalam memburu KKB yang sudah meresahkan warga dalam beberapa hari lalu. "Ya apresiasi Mabes kepada Polda Aceh yang berhasil menindak tegas KKB dengan pelumpuhan dan terukur, setelah kita ketahui anggota sebelumnya telah mengikuti kelompok itu beberapa hari lalu, hingga di Bireun ketemu dan menyergapnya," kata Iqbal di Mabes Polri, Jumat (20/9) kemarin.

"Upaya itu kita ketahui, dilakukan setelah sempat terjadi baku tembak. Hasilnya lima orang dari kelompok itu tertembak, diantaranya empat orang mati di tempat dan satu kritis. Untuk yang kritis saat ini masih berada di RS Bhayangkara, Banda Aceh," sambungnya.

Iqbal menyebut, tindakan yang dilakukan oleh anggota di lapangan terhadap kelompok itu secara tegas, terukur, dan keras merupakan langkah tepat, karena mereka menghadapi kelompok yang mempunyai senjata. Tak tanggung-tanggung, jenis AK dan revolver yang pelurunya masih banyak.

"Tindakan terukur dan keras dari anggota itu dilakukan, karena mengancam keselamatan petugas dengan senjata yang dimilikinya itu. Oleh sebab itu, ketika ancaman terjadi kepada petugas, bahkan juga warga sekitar tentu pilihannya tindakan tegas dan terukur, ya walau mematikan," ungkapnya.

Menurut Iqbal, dari seluruh pelaku yang berhasil dilumpuhkan adalah itu buronan yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Adapun dari lima pelaku yang dilakukan tidakan tegas itu, terdiri dari pimpinan atas nama Abdul Razak dan empat anggota kelompoknya.

"Kelompok ini telah melakukan sejumlah aksi kejahatannya di wilayah Aceh, dan utamanya tindak pidana perampokan. Selain itu, berupaya untuk sampaikan pesan-pesan tidak sejalan dengan NKRI. Mudah-mudahan, dihentikannya kelompok ini tidak ada lagi aksi merugikan masyarakat," tuturnya.

Lebih jauh, Iqbal menambahkan, saat ini petugas masih terus melakukan pendalaman terhadap kelompok tersebut. Khususnya mengenai senjata yang dimilikinya, padahal mereka itu hanya warga sipil biasa. Dari mana bisa memperoleh senjata tersebut.

"Selain itu tentu terkait motif kejahatan mereka juga masih terus didalami. Dan mudah-mudahan dari pelaku yang kritis bisa sehat, sehingga dari keterangannya nanti kita bisa mendalami kelompok ini dan untuk mengungkap pelaku lainnya yang diduga masih banyak, tapi ya mungkin tinggal 10 atau 15 lagi," pungkasnya.

Terpisah, Direktur Ditreskrimum Polda Aceh Kombes Pol Agus Sarjito menyampaikan, baku tembak yang menewaskan empat orang anggota KKB pimpinan Abdul Razak ini terjadi di kawasan pusat Pasar Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kamis (19/9) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Empat anggota KKB tewas setelah kontak senjata dengan petugas, diantaranya tiga orang tewas di lokasi kejadian, sementara satu sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tewas, kata Agus, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan melalui Whatsaap.

Sebelum kontak senjata, pihaknya menerima informasi, jika KKB pimpinan Abdul Razak sedang melakukan perjalanan menggunakan Avanza berplat BL 1342 R, dari arah Bireun menuju Banda Aceh. Dari informasi itu, tim bergerak hingga di kawasan Trienggadeng berhasil melumpuhkan kelompok tersebut.

"Kelompok ini sudah jadi target kami, terkait sejumkah kasus kejahatan yang dilakukan di wilayah Aceh, khususnya kasus perampokan dan pemerasan dengan menggunakan senjata. Dan informasi, selama ini mereka kerap bersembunnyi di Bukit Cerana, Simpang Mamplam, Bireun," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Eko Apriyono mengungkapkan, terkait sosok Abdul Razak yang merupakan pimpinan dari KKB bernama asli Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al Kahar alias Abu Razak bin Abdul Muthalib.

"Jadi, info penyidik pimpinan KKB ini tak cuma DPO terkait kasus kejahatan perampokan dan kekerasan kepada warga bersama anggota lainnya, tapi juga merupakan DPO karena melarikan diri dariLP Lhokseumawe, pada 18 September 2017," ujar Eko berdasarkan keterangan tertulisnya.

Menurutnya, Abu Razak dijebloskan ke penjara karena terlibat KKB pimpinan Din Minimi, sejak 20 Maret 2015. Sedangkan, atas keterlibatannya itu dia pun berhasil ditangkap tim Polda Aceh di Desa Cot Tarum, Kuala Jeumpa, Bireuen, pada 10 April 2015.

"Atas kasusnya itu, dia akhirnya dijebloskan ke penjara setelah menerima vonis pengadilan selama lima tahun enam bulan, karena terbukti melanggar UU Darurat Nomor 12/1951," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Eko, jauh sebelum memimpin KKB itu dia sempat bergabung dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Batee Iliek, Bireuen, pada tahun 1999. Di sana, dia sebagai sosok yang bertugas memperbaiki senjata api.

Adapun pasca perdamaian GAM dan NKRI tahun 2005, Eko menyebut, Abdul Razak berbaur dengan masyarakat dan bekerja sebagai petani baik berkebun maupun tambak ikan. Namun di tahun 2008, dia terlibat kasus pengancaman atau intimidasi menggunakan senjata api terhadap WNA.

"Dia melakukan aksinya di penambangan Aceh Barat. Atas perbuatannya, dia pun ditangkap dan dihukum satu tahun enam bulan penjara di LP Salemba Jakarta Pusat, dan bebas pada tahun 2010 tanpa memiliki pekerjaan tetap," tandasnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tuduhan Rekayasa Penyiraman Air Keras Novel Tak Manusiawi

Tuduhan Rekayasa Penyiraman Air Keras Novel Tak Manusiawi

Tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya merupakan tindakan yang ngawur alias tidak jelas.


KPK Bantu Polisi Usut Desa Misterius

KPK Bantu Polisi Usut Desa Misterius

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.


STNK Akan Diganti seperti ATM

STNK Akan Diganti seperti ATM

Polri mewacanakan penerbitan kartu Surat Tanda Nomor Kendaraan Elektronik (e-STNK). Inovasi ini dinilai lebih modern, smart dan sulit dipalsukan.


Jadi Kapolri Tidak Gampang

Jadi Kapolri Tidak Gampang

Jumat (1/11) kemarin, Presiden Joko Widodo melantik Idham Azis sebagai orang nomor satu di institusi Polri.


Dua Jenderal Bintang 2 Calon Kuat Kabareskrim Baru

Dua Jenderal Bintang 2 Calon Kuat Kabareskrim Baru

Penunjukan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akan dilakukan pekan depan.


Hari Ini Idham Azis Dilantik sebagai Kapolri

Hari Ini Idham Azis Dilantik sebagai Kapolri

Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (31/10) kemarin, menyetujui Kabareskrim Polri tersebut menjadi orang nomor satu di korps Bhayangkara.


Kasus Novel Jadi PR Kapolri Baru

Kasus Novel Jadi PR Kapolri Baru

Presiden Joko Widodo sudah mengusulkan Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri.


55 Wanita Muda Diselamatkan saat Akan Dijual ke Timur Tengah

55 Wanita Muda Diselamatkan saat Akan Dijual ke Timur Tengah

55 wanita muda Indonesia berhasil diselamatkan Direktorat Tindak Pidana kriminal Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Senin (29/10) lalu.


70 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi Diamankan

70 Kg Sabu dan 40 Ribu Ekstasi Diamankan

Direktorat Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima anggota jaringan narkotika Internasional.


Enam Polisi Pembawa Senjata Diputus Bersalah

Enam Polisi Pembawa Senjata Diputus Bersalah

Polri memberi sanksi enam polisi anggota Polres Kendari, Sulawesi Tenggara yang membawa senjata api saat mengawal demo mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) di



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!