Kriminal
Share this on:

Terduga Pemerkosa WNI di Malaysia Dibebaskan

  • Terduga Pemerkosa WNI di Malaysia Dibebaskan
  • Terduga Pemerkosa WNI di Malaysia Dibebaskan

**KUALA LUMPUR ** - Kepolisian Malaysia membebaskan anggota DPRD atau Exco Pemerintah Negeri Perak Malaysia, Paul Yong. Sebelumnya, dia ditangkap atas laporan dugaan pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia.

Dilansir Malay Mail, terduga Yong menyangkal atas tuduhan itu, dan kepolisian memutuskan membebaskan dia dengan meminta kasus itu tetap berjalan. "Saya membantah menentang itu. Saya tegaskan saya tidak pernah memerkosa atau melakukan pelecehan seksual terhadapnya," kata Yong, Kamis (11/7) kemarin.

Yong yang merupakan Ketua Komite Urusan non-Islam, Perkampungan dan Perumahan, Pemerintahan Lokal serta Transportasi Umum menyatakan dia akan menyetujui proses hukum yang dilakukan kepolisian lokal. Dia hanya meminta bantuan dari pihak berwajib dan profesional.

"Meski saya yakin tidak membantah, saya tetap akan bekerja sama dengan polisi dan membawa perwakilan untuk membantu polisi dan meminta pertanggungjawaban itu. Saya yakin kebenaran akan terungkap," ujarnya.

Kepala Kepolisian Perak Datuk Razarudin Husain menuturkan, pembebasan anggota dewan daerah ini dilakukan di bawah jaminan kepolisian. "Terduga kemudian dibebaskan di bawah jaminan polisi sementara, sampai penyelidikan selesai," ujar Razarudin.

Razarudin mengatakan, bahwa warga negara Indonesia berusia 23 tahun yang bekerja sebagai PRT di rumah terduga telah mengajukan laporannya, Senin (9/7) lalu. WNI tersebut menuduh majikannya memerkosanya di rumahnya di Meru, Ipoh, Malaysia.

Berdasarkan investigasi pendahuluan, kasus itu diklasifikasikan sebagai bagian 376 KUHP untuk hukuman karena pemerkosaan. Hukuman bagi pelaku pemerkosaan diancam dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan hukuman cambuk.

"Berdasarkan laporan tersebut, polisi telah melakukan penyelidikan dengan mencatat pernyataan dari korban dan mengantarnya ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan," katanya.

Kepolisian daerah juga sudah melakukan pemeriksaan forensik di lokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara pemerkosaan. Pemeriksaan forensik di TKP itu untuk mengumpulkan bagian-bagian yang bisa dijadikan alat bukti untuk diteliti lebih lanjut.

"Pemeriksaan medis sudah dilakukan terhadap terduga yang merupakan anggota DPRD Perak terebut saat penangkapan, Senin kemarin," jelasnya.

Saat ini, PRT yang berasal dari Indonesia itu ditempatkan di lokasi yang aman sampai hasil investigasi kepolisian dilimpahkan ke Markas Polisi Federal Bukit Aman dan Kamar Jaksa Agung. Menteri Besar Perak Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu menegaskan, bahwa pemerintah Negara Bagian Perak akan mengawasi kasus ini dengan serius.

"Masyarakat harus memberi pihak kepolisian ruang dan waktu agar segera menyelesaikan investigasi kasus ini. Kami berharap, proses investigasi yang dilakukan kepolisian dilakukan secara profesional dan transparan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat mengatakan, Tim Satgas Perlindungan WNI masih melakukan pengecekan dan koordinasi, termasuk dengan otoritas Malaysia, untuk mencari klarifikasi atas kabar yang baru diterima ini.

"Saya saat ini sedang berkoordinasi dengan ketua Satgas Perlindungan WNI," pungkasnya. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Kepolisian Maritim Malaysia di Tawau (Negeri Sabah), Malaysia, Kamis (11/7) lalu.


Malaysia Deportasi 117 WNI Ilegal

Malaysia Deportasi 117 WNI Ilegal

Pemerintah Malaysia mendeportasi 117 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja ilegal di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Kamis (11/7).


WNI Tewas Berlumuran Darah di Rumah Kontrakan

WNI Tewas Berlumuran Darah di Rumah Kontrakan

Kepolisian Malaysia menemukan sepasang jenazah (Pria dan Wanita) yang diyakini sebagai warga negara asing (WNA), di sebuah rumah di wilayah Banting.


WNI Cabuli Siswi SMP di Singapura

WNI Cabuli Siswi SMP di Singapura

Seorang guru les matematika asal Indonesia, terbukti telah mencabuli muridnya sebanyak lima kali di Singapura, Selasa (9/7).


Putra Tiri Najib Razak Diduga Terlibat Skandal 1MDB

Putra Tiri Najib Razak Diduga Terlibat Skandal 1MDB

Putra tiri mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Riza Aziz didakwa lima syarat pencucian uang.


Ratusan WNI Minta Visa Perlindungan ke Australia

Ratusan WNI Minta Visa Perlindungan ke Australia

Setiap tahunnya ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) mengajukan permohonan untuk mendapatkan visa perlindungan sebagai pengungsi di Australia.


Bapak-Anak Terduga Teroris di Magetan Ditangkap Densus 88

Bapak-Anak Terduga Teroris di Magetan Ditangkap Densus 88

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris di Magetan, Jawa Timur, Selasa (2/7) lalu.


Malaysia Tenggelamkan Kapal Pencuri ikan

Malaysia Tenggelamkan Kapal Pencuri ikan

Pemerintah Malaysia nampaknya bakal mengikuti langkah hukum seperti Indonesia, dengan memberlakukan sanksi menenggelamkan kapal nelayan.


Kemenlu Dalami Dugaan WNI Pelaku Bom di Filipina

Kemenlu Dalami Dugaan WNI Pelaku Bom di Filipina

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, bahwa adanya laporan yang menduga orang Indonesia melakukan serangan bom bunuh diri.


Seorang Terduga Teroris Adalah Pengusaha Sawit yang Ahli Intelijen

Seorang Terduga Teroris Adalah Pengusaha Sawit yang Ahli Intelijen

Satu dari lima terduga teroris yang ditangkap Polri Sabtu (29/6) dan Minggu (30/6) mempunyai jabatan yang strategis di kelompoknya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!