Kriminal
Share this on:

Terjerat Kasus Narkoba, Perwira Polda Divonis Empat Tahun

  • Terjerat Kasus Narkoba, Perwira Polda Divonis Empat Tahun
  • Terjerat Kasus Narkoba, Perwira Polda Divonis Empat Tahun

JANJI TAK ULANGI LAGI – AKP Kokok Wahyudi saat berkoordinasi dengan rekannya di tahanan PN Semarang, sebelum menjalani sidang putusan. (joko susanto/jawa pos radar semarang)

SEMARANG - Oknum Perwira Polda Jateng AKP Kokok Wahyudi, 51, akhirnya menerima putusan empat tahun penjara, atas perkara dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,509 gram. Dengan demikian, perkaranya resmi berkekuatan hukum tetap (inkracht) di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah.

Majelis hakim dalam putusan banding ini dipimpin oleh PT Alfred Panggala Batara Randa, didampingi dua hakim anggota yakni, Eko Tunggul Pribadi dan Ewit Soetriadi. Dalam putusannya, majelis PT menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Putusan banding tersebut tercatat dengan nomor perkara 303/Pid.Sus/2018/PT SMG.

Dalam amar putusannya, majelis menyatakan menerima permintaan banding dari penasehat hukum terdakwa. Menguatkan putusan PN Semarang pada 30 Agustus 2018 Nomor: 204/Pid.Sus/2018/ PN Smg, yang dimintakan banding. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp5 ribu.

Selain pidana empat tahun penjara, terdakwa yang pernah bertugas sebagai Kepala Unit di Direktorat Narkoba Polda Jateng tersebut, juga dipidana denda Rp800 juta subsidair satu bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim PT menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

”Adapun hal-hal yang memberatkan, terdakwa selaku penegak hukum tidak memberikan contoh yang baik ke masyarakat. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan telah 32 tahun mengabdi sebagai anggota Polri. Juga berjanji tak mengulangi lagi perbuatannya,” kata hakim Alfred Panggala Batara Randa, dalam amar putusannya.

Perkara tersebut diajukan AKP Kokok, melalui tim kuasa hukumnya, dari kantor Law Office Yosep Parera and Partners. Terkait putusan banding tersebut, pihaknya menyatakan menerima. ”Kami maupun klien kami (AKP Kokok) sudah menyatakan menerima putusan banding, jadi sudah berkekuatan hukum tetap," kata salah satu tim kuasa hukumnya, Andreas Hijrah Aerudin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (24/1).

Sebelumnya, pihaknya menyatakan bahwa perbuatan terdakwa didasari surat perintah Direktur Ditresnarkoba Polda Jateng. Sedangkan, persoalan terdakwa menemukan barang temuan sabu, hanya karena belum melaporkan ke atasan.

”Dalam dakwaan tidak dijelaskan surat tugas itu masih berlaku atau tidak. Itu bukan dalam kapasitas menguasai atau menyimpan. Tapi tidak melapor dan mengembalikan sabu ke pengelola barang bukti,” sebut kuasa hukum lainnya, Ephin Apriyandanu dan Ceicilia Novita Prameswari.

Putusan PT tersebut, sama dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama dari PN Semarang yang dipimpin Casmaya, didampingi dua hakim anggota, Edi Suwanto dan Bakri. Namun demikian, baik putusan PN maupun PT tersebut, diketahui lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penintut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Slamet yang menuntut pidana 6 tahun penjara. Serta denda Rp800 juta subsidair 3 bulan kurungan. (jks/ida/fat/jpg)

Berita Sebelumnya

Diduga Masih Ada Ladang Ganja
Diduga Masih Ada Ladang Ganja

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Giliran Empat Pejabat PT Antam Diperiksa

Giliran Empat Pejabat PT Antam Diperiksa

Penyidik Pidsus Kejagung mulai memburu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 hektare di Sarolangun, Jambi.


Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Polisi Tunggu Amien Rais, Ani Hasibuan Mangkir Lagi

Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais rencananya akan diperiksa Polda Metro Jaya Senin (20/5). Namun, hingga pukul 22.00 WIB Amien belum terlihat datang.


Polri Sebut Pecat Anggotanya yang LGBT Sesuai Aturan

Polri Sebut Pecat Anggotanya yang LGBT Sesuai Aturan

Seorang oknum anggota Polri berinisial TT yang mempunyai kelainan seksual melakukan gugatan kepada institusinya, utamanya Polda Jawa Tengah.


Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dibakar narapidana narkotika.


Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bengkalis Amiril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


Kinerja KPK Terbentur Kasus-kasus Mangkrak

Kinerja KPK Terbentur Kasus-kasus Mangkrak

Hingga kini masih ada juga beberapa kasus yang masih mangkrak atau belum terselesaikan dengan baik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)..


Idrus Marham Kembali Diperiksa

Idrus Marham Kembali Diperiksa

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama PLTU Riau-1.


KPK Perpanjang Penahanan Tiga Tersangka Suap

KPK Perpanjang Penahanan Tiga Tersangka Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan tiga tersangka kasus suap terkait pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah.


Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Mangkrak, KPK Digugat

Lebih dari dua tahun, tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mangkrak tanpa ada kejelasan.


Penangkapan Eggi Sah, Tapi Terkesan Politis

Penangkapan Eggi Sah, Tapi Terkesan Politis

Aparat kepolisian Ditreskrimum Polda metro Jaya akhirnya menangkap aktivis pembela Ulama, Eggi Sudjana usai diperiksa, pada Senin (13/4), terkait dugaan kasus m



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!