Kriminal
Share this on:

Terlibat Curanmor dan Pencabulan, Dua Polisi Dipecat

  • Terlibat Curanmor dan Pencabulan, Dua Polisi Dipecat
  • Terlibat Curanmor dan Pencabulan, Dua Polisi Dipecat

DIPECAT - Kombes Pol Muhammad Nasir Anwar melepas seragam dinas Brigadir Eko Budi Sukoyo di halaman Mapolresta Pontianak, Jumat (7/12) kemarin. (abdul halikurrahman/rk)

PONTIANAK - Dua anggota polisi yang bertugas di jajaran Polresta Pontianak dipecat. Masing-masing bernama Brigadir Eko Budi Sukoyo (32) dan Bripda Dori Buma Putra (25).

Upacara pemberhentian tidak dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personel polisi lulusan bintara tersebut digelar di halaman Mapolresta Pontianak Jumat (7/12) pagi. PTDH dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Nasir Anwar.

Kapolresta sendiri yang melepas seragam dinas Brigadir Eko Budi Sukoyo dan menggantinya dengan kemeja sipil. Sementara Bripda Dori Buma Putra, tidak hadir dalam upacara PDTH itu. Yang bersangkutan masih diburu kepolisian.

Saat ini Dori sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus tindak pidana umum yang menjeratnya. Upacara PTDH turut disaksikan pejabat utama Polresta beserta personel yang bertugas di lingkungan tersebut dan seluruh Kapolsek se Kota Pontianak.

Kapolresta mengatakan, Brigadir Eko Budi Sukoyo sebelumnya bertugas di bagian operasional (Bag Ops) Polresta Pontianak. Eko dipecat karena terbukti terlibat tindak pidana pencurian motor (curanmor) sebanyak enam kali. Selain itu, Eko juga tercatat telah melakukan desersi atau meninggalkan kedinasannya tanpa keterangan selama 33 hari.

Sementara Bripda Dori Buma Putra sebelumnya merupakan anggota Sat Shabara Polresta Pontianak. Dia dipecat karena melakukan perbuatan amoral. Yaitu mencabuli anak di bawah umur. Dori juga melakukan desersi selama 141 hari.

Karena perbuatan tersebut, keduanya dianggap layak dikenakan pasal 11, huruf C, dan Pasal 14 ayat 1 huruf A, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dengan Tidak Hormat.

"Sanksi tegas ini adalah wujud komintmen dari pimpinan terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran atau pidana, pasti akan diberi sanksi yang berat," kata Kapolresta kepada awak media.

Anwar berharap, upacara PTDH dua anggota polisi itu menjadi pelajaran penting dan berharga terhadap seluruh jajaran Polresta Pontianak. Agar tak melakukan kesalahan serupa. "Kita harapkan, hal seperti ini, tidak terjadi lagi," tegasnya.

Anwar berkomitmen membina anggota jajaran Polresta Pontianak agar tak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dapat mencoreng institusi Polri. Dia juga berkomitmen akan memberikan apresiasi kepada anggota yang mampu bekerja dengan baik. “Bagi yang berprestasi, akan saya beri reward," janjinya.

Sebaliknya, bagi anggota yang bandel. Apalagi terlibat tindak pidana, maka ia pun tak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas sesuai kesalahan yang dilakukan. "Apalagi anggota terlibat narkoba sekecil apapun, tidak pakai pikir, langsung di proses pidana," tegasnya.

Sementara terkait Dori yang masih buron, Anwar meminta anggota Satreskrim secepat mungkin menangkap yang bersangkutan. Ia pun memberi target masimal dua minggu Dori tertangkap. “Sehingga kerja anggota bisa ringan dan bisa mengerjakan hal yang lain," lugasnya. (abd/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kejaksaan Terima 7 Berkas Perkara Koporasi Penyebab Karhutla

Kejaksaan Terima 7 Berkas Perkara Koporasi Penyebab Karhutla

Gerak cepat aparat hukum memroses kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Saat ini Kejaksaan telah menerima 7 berkas perkara atasnama korporasi dan 159 berk


Kirim Red Notice, Polisi Terbitkan DPO Veronica Koman

Kirim Red Notice, Polisi Terbitkan DPO Veronica Koman

Mabes Polri telah melakukan gelar perkara terkait kasus yang menjerat tersangka penyebaran hoaks Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman.


Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Tembak Mati 4 KKB, Mabes Polri Apresiasi Polda Aceh

Baku tembak antara Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aceh terjadi di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pi


Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang diduga ke


KPK Perdalam Perkara Sunjaya

KPK Perdalam Perkara Sunjaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pengembangan perkara suap rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab Cirebon).


Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Buronan Korupsi Disparbudpora Pidie Ditangkap

Tim Intelijen dan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pidie, Aceh menangkap buronan H. Arifin bin Rahmad, Rabu (18/9) lalu.


Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Korporasi Tersangka Karhutla Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Mabes Polri mengungkapkan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi fokus kepolisian.


Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be


Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap

Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap

Tim gabungan Polda Papua kembali meringkus diduga dalang atau aktor intelektual kasus kerusuhan yang terjadi di Tanah Papua, beberapa waktu lalu.


ICW Siapkan Judicial Review ke MK

ICW Siapkan Judicial Review ke MK

Pemerintah dan DPR RI mempersilakan masyarakat yang tidak puas atas revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, dapat menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!