Kriminal
Share this on:

Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap

  • Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap
  • Terlibat Kasus Curanmor, Otak Kerusuhan Papua Ditangkap

JAKARTA - Tim gabungan Polda Papua kembali meringkus diduga dalang atau aktor intelektual kasus kerusuhan yang terjadi di Tanah Papua, beberapa waktu lalu. Sosok diduga pelaku itu, yakni Agus Kosay yang merupakan Ketua dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Berdasarkan data yang diterima Fajar Indonesia Network, Agus Kosay ditangkap di depan sebuah SPBU wilayah Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (17/9) sekitar pukul 17.45 WIT. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Namun Dedi tidak mengetahui secara detail terkait penangkapan. Dia pun meminta untuk menghubungi langsung Polda Papua. "Iya itu benar, (lengkapnya) silakan langsung konfirmasi ke Kabid Humas Polda Papua ya," ucap Dedi singkat kepada awak media di Mabes Polri, Rabu (18/9) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penangkapan ini bermula dari pengejaran seorang pelaku pencurian sepeda motor. Dari keterangan tertulis jajaran Polda Papua, Agus ditangkap setelah tim gabungan kepolisiaan menerima informasi ada pelaku pencurian kendaraan bermotor dari Waena menuju Sentani.

Atas laporan itu, polisi langsung melakukan proses penyelidikan di sekitar wilayah tersebut. Hasilnya, Agus Kosay terlihat sedang mengendarai sepeda motor berwarna merah bersama rekannya. Keduanya pun kemudian diamankan bersama juga dengan barang bukti sepeda motor hasil curiannya. Agus dan rekannya kemudian digiring ke Mapolda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

"Kasusnya masih ditangani oleh Dit Reskrimum Polda Papua. Dan memang dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan yang digunakan mereka merupakan motor hasil curian sesuai dengan nomor LP/219/II/2019/Papua Res Jpr Kota/Sek Abepura tanggal 13 Februari 2019," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi awak media, Rabu (18/9) kemarin.

Saat ditanya apakah kedua pelaku merupakan DPO kasus kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Ahmad membenarkannya. "Jadi, memang pelaku juga merupakan DPO sesuai dengan nomor: DPO/25/IX/Res.1.24./2019/Dit Reskrimum terkait LP/317/IX/Res.1.24/2019/SPKT Polda Papua tanggal 5 September 2019, atas duga tindak pidana makar sebagaimana Pasal 106 jo Pasal 87 KUHP," ungkapnya.

Disisi lain, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja menegaskan, dua pelaku pencurian sepeda motor atasnama Agus Kosay dan Dony Itlay yang ditangkap saat mengendarai sepeda motor hasil curian itu merupakan tersangka dalang kerusuhan di Jayapura.

"Agus Kosay adalah Ketua KNPB, tersangka dalang kerusuhan Jayapura, sedangkan rekannya juga merupakan anggota KNPB. Dia pun ikut terlibat dalam aksi kerusuhan kemarin," kata Rudolf kepada wartawan di Jayapura.

Lebih jauh, Rodulf pun memastikan, kalau pihaknya akan terus melakukan upaya penegakan hukum terkait kasus kerusuhan Jayapura. Dan dia juga menegaskan, dari penangkapan ini kasus pun bakal terus berkembang meski sosok Agus Kosay sudah ditangkap.

"Ya kita akan mencari dan akan mengembangkan terus, jadi yang melakukan kemarin (kerusuhan) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, siapa pun dia," tuturnya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyebut, kalau dalam kasus kerusuhan di Bumi Cendrawasih itu polisi telah menetapkantotal 85 tersangka. Antara lain,55 tersangka di Papua dan 30 tersangka di Papua Barat.

Adapun terkait tersangka yang diduga menjadi dalang atau aktor intelektualnya pun, sudah ada beberapa ditangkap. Masing-masing AG dan FK yang diketahui bagian dari pada tim penggerak AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) di Jayapura, dan merupakan ketua dan wakil ketua kelompok ULMWPP.

Selain itu, ditangkap juga tersangka yang diduga menjadi provokator di media sosial terkait kasus insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, yakni TS, SA, dan AD.

Dan sebelumnya juga, Karopenmas divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, terkait kasus kerusuhan khususnya di Papua Barat masih ada sejumlah DPO yang terus diburu. Antara lain, 11 orang di Sorong dan 8 DPO di Fakfak.

Sementara itu di Surabaya, Jawa Timur, Polda Jatim mengaku masih melakukan gelar perkara guna menentukan langkah-langkah penerbitan daftar pencarian orang (DPO) terhadap tersangka dugaan penyebaran hoaks Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, gelar perkara itu dilakukan setelah Veronica Koman tak kunjung datang memenuhi panggilan kedua yang telah dilayangkan. "Hari ini masih gelar di Mabes Polri untuk menentukan itu (DPO)," ujarnya.

Jenderal polisi bintang dua itu menambahkan, jika sesuai batas waktu yang ditentukan pada 18 September 2019 Veronica Koman tetap tidak datang maka pukul 00.00 WIB akan diterbitkan DPO. "Kalau tetap sampai jam 00.00 WIB tidak datang maka besok akan saya sampaikan DPO," ucap Kapolda.

Setelah DPO diterbitkan, Polda Jatim akan mengeluarkan red notice yang akan digelar di Prancis untuk disebar ke 190 negara yang telah bekerja sama. Polisi menyebutkan Veronica telah melalukan provokasi di media sosial twitter, yang ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris dan disebar ke dalam negeri maupun luar negeri, padahal dibuat tanpa fakta yang sebenarnya.

Akibat perbuatan yang dilakukannya, Veronica dijerat dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis, dan Ras. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

ICW Siapkan Judicial Review ke MK
ICW Siapkan Judicial Review ke MK

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Usut Kasus Ninoy, Polisi Tetapkan 15 Tersangka

Usut Kasus Ninoy, Polisi Tetapkan 15 Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan 15 tersangka dan 1 orang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus penculikan dan penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.


Jokowi Ditagih Ungkap Kasus Novel Baswedan

Jokowi Ditagih Ungkap Kasus Novel Baswedan

Tenggat waktu tiga bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Tim Teknis bentukan Polri untuk mengungkap kasus Novel Baswedan berakhir 19 Oktober


Komnas HAM Lanjutkan Investigasi Kerusuhan Wamena

Komnas HAM Lanjutkan Investigasi Kerusuhan Wamena

Ditemukan ada 10 korban tewas tambahan akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, 23 September lalu.


Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK

Delapan Lokasi di Indramayu dan Cirebon Digeledah KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap pengaturan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.


Edarkan Sabu, Dua Pegawai BNN Ditangkap Polisi

Edarkan Sabu, Dua Pegawai BNN Ditangkap Polisi

Oknum anggota dan Pengawai Negeri Sipil (PNS) Badan Narkotika Nasional (BNN) ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.


Wali Kotanya Ditahan di Guntur, Pemkot Medan Siapkan Pembelaan

Wali Kotanya Ditahan di Guntur, Pemkot Medan Siapkan Pembelaan

Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE), tersangka kasus suap proyek dan jual beli jabatan ditahan di Pomdam Jaya Guntur Jakarta.


Situs Porno Terbesar di Dunia Terungkap

Situs Porno Terbesar di Dunia Terungkap

Petugas gabungan penegak hukum internasional yakni dari Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, dan lainnya, mengungkap kasus pornografi anak terbesar.


Dua Tahun Buron, Pengusaha Asal Makassar Ditangkap

Dua Tahun Buron, Pengusaha Asal Makassar Ditangkap

Seseorang pengusaha asal Makassar yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dibekuk tim intelijen Kejaksaan Agung.


Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Simpan Kapsul Sabu di Kemaluannya, Dua Wanita Thailand Ditangkap

Tujuh pelaku dari tiga sindikat peredaran sabu berhasil ditangkap Direktorat tindak pidana narkoba (Dittidnarkoba) Polri.


Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

Fakta baru ditemukan dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Rupanya, Abu Rara dan Fitriana Diana meminta sang anak untuk melakukan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!