Kriminal
Share this on:

Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut

  • Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut
  • Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut

BANDARLAMPUNG - Puluhan narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung atau Lapas Rajabasa yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba dimasukkan ke blok register F. Mereka diasingkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Lapas Kelas IA Bandarlampung Sujonggo mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai bukti bahwa pihaknya tidak main-main dalam menindak tegas napi yang terlibat narkoba.

”Tadi (kemarin, Red), kami sudah pindahkan mereka ke register F. Itu sebagai tindakan tegas bagi warga binaan yang masih berani bermain dengan narkoba," tegas Sujonggo, Rabu (6/6).

Tidak hanya itu. Narapidana yang positif menggunakan narkoba, hak remisinya akan dicabut. Termasuk pengurangan masa hukuman yang diberikan menjelang Lebaran.

Sujonggo mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan 27 unit ponsel berikut sim card ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung. Ini untuk menelusuri kemungkinan sarana tersebut digunakan berkomunikasi dengan jaringan narkoba di luar Lapas.

”Kalau ada (indikasi), silahkan polisi menyelidikinya sampai tuntas. Kalau ada warga binaan terlibat, silahkan disidik,” ujarnya.

Terkait temuan bong dalam razia yang dilakukan Senin malam (4/6), Sujonggo mengatakan, pihaknya masih kesulitan menemukan siapa pemiliknya. Sebab loaksi penemuan bukan di dalam sel.

”Semoga dengan handphone yang diselidiki oleh Ditresnarkoba, bisa menemukan siapa pelakunya (pembuang bong, Red)," kata dia.

Lebih lanjut Sujonggo mengatakan, upaya bersih-bersih narkoba ini juga dibarengi peringatan kepada seluruh pegawai Lapas agar tidak terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Terlebih, mereka sudah menandatangani pakta integritas.

"Saya selalu ingatkan ke pegawai, agar tidak aneh-aneh. Karena sesuai komitmen awal ketika masuk menjadi PNS, ada pakta integritas," ujarnya. Selain itu, tes urine ke pegawai juga akan dilakukan secara rutin.

Diketahui, tim gabungan Lapas Kelas IA Bandarlampung, Ditresnarkoba Polda Lampung serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung melakukan razia besar-besaran, Senin malam (4/6).

Hasilnya, tim gabungan menemukan puluhan unit ponsel, alat isap sabu-sabu (bong, Red), senjata tajam, dan sejumlah kabel. Tidak hanya itu. Dari hasil pemeriksaan urine, 47 narapidana positif narkoba.

Dalam razia yang diikuti puluhan personel gabungan tersebut, sel dan 1.085 narapidana diperiksa. ”Ada sekitar 27 HP kita temukan. Saya lupa jumlah pastinya. Kemudian senjata tajam, dan kabel-kabel,” sebut Sujonggo. Untuk bong, ditemukan di sudut halaman blok.

Sujonggo mengungkapkan, dari keseluruhan penghuni lapas, pihaknya memeriksa urine 201 narapidana yang dicurigai.

”Hasilnya saat dilakukan tes urine, ada 47 narapidana positif," katanya.

Sebanyak 22 urine narapidana positif mengandung senyawa metaphetamine atau sabu-sabu. Kemudian empat mengandung senyawa amphetamine dan metaphetamine serta berbagai jenis kandungan narkotika lain. (nca/c1/ais/jpg)

Berita Berikutnya

Bocah 10 Tahun Dicabuli Paman
Bocah 10 Tahun Dicabuli Paman

Berita Sejenis

Pemerintah Dianggap Langgar Hak Konstitusi Publik

Pemerintah Dianggap Langgar Hak Konstitusi Publik

Kementerian Komunikasi dan Informatika membatasi akses aplikasi perpesanan WhatsApp dan media sosial untuk sementara waktu hingga situasi dianggap aman dan kond


Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

Uang Suap Bowo Sidik Rampung Dihitung

KPK telah selesai menghitung keseluruhan dana suap dan gratifikasi yang diduga diterima Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.


Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Nakhoda sebuah kapal nelayan asal Indonesia ditangkap dan dinyatakan bersalah, karena menangkap ikan secara ilegal di Perairan Australia.


Kerusuhan Tanah Abang dan Petamburan Dilakukan Preman Bayaran

Kerusuhan Tanah Abang dan Petamburan Dilakukan Preman Bayaran

Kerusuhan yang terjadi di Tanah Abang dan Petamburan, Rabu (22/5), diduga dilakukan oleh preman bayaran.


Penyebar Undangan Bunuh Kapolri Diamankan

Penyebar Undangan Bunuh Kapolri Diamankan

Penyeru membunuh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kabareskrim Komjen Idham Azis akhirnya ditangkap.


BPOM Sita Makanan Kedaluwarsa Rp3,4 Miliar

BPOM Sita Makanan Kedaluwarsa Rp3,4 Miliar

Bagi yang membeli produk pangan segar dan olahan untuk berbuka puasa agar lebih berhati-hati.


Dugaan Korupsi KKP, Susi Dukung KPK

Dugaan Korupsi KKP, Susi Dukung KPK

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung KPK menuntaskan dugaan tindak pidana korupsi di Kementeriannya.


Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Polisi Tampik Dokter Ani Hasibuan Jadi Target

Pemeriksaan dokter spesialis syaraf Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan dinilai dipaksakan dan terlalu tergesa-gesa.


Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Napi Narkoba Berulah Lagi, Lapas Langkat yang Dibakar Kondusif

Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dibakar narapidana narkotika.


Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bengkalis Amiril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!