Kriminal
Share this on:

Tersinggung karena Dipelototi, Seorang Warga Dikepruk Gelas Kopi

  • Tersinggung karena Dipelototi, Seorang Warga Dikepruk Gelas Kopi
  • Tersinggung karena Dipelototi, Seorang Warga Dikepruk Gelas Kopi

TEGAL - Bermula dari saling pandang, Muhammad Wiryanto menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan seseorang di Arena Merpati Jalingkut Kota Tegal. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian kepalanya, setelah dipukul menggunakan gelas berisi kopi oleh pelaku.

Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan kejadian bermula saat korban dan pelaku Kuswanto (30), mengikuti lomba merpati, Minggu (30/9). Beberapa saat kemudian korban duduk di meja panitia sambil minum kopi yang baru dipesannya.

"Tak lama berselang, pelaku mendatangi korban," katanya.

Saat itu, kata Kapolres, pelaku merasa tersinggung karena korban melihat ke arahnya. Pelaku kemudian menegur korban dengan mengatakan, “Kon maksude apa mendelik neng aku (maksudnya apa kamu melihat ke arahku).”

"Pelaku langsung mengambil gelas kopi dan memukulkannya ke arah korban. Sehingga mengenai kepala korban bagian kiri hingga terluka," jelasnya.

Bahkan, kata Kapolresta, pelaku sempat ingin memukuli korban yang sudah terluka. Beruntung saat itu dihalangi sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian.

Atas kejadian itu, korban selanjutnya melaporkannya kepada petugas kepolisian. Pelaku kini dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Delapan dari 9 Peserta Aksi 21-22 Mei Tewas Diduga Akibat Peluru Tajam

Empat dari sembilan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei dipastikan karena peluru tajam.


Ingin Namanya Viral, Ancam Ledakan Mako Brimob

Ingin Namanya Viral, Ancam Ledakan Mako Brimob

Seorang pria penangguran diamankan tim Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.


Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Kinerja Polri Ungkap Kerusuhan Disorot Amnesty Internasional

Polri hingga kini belum menjelaskan kepada publik, terkait tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.


Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Bentrokan Antardesa di Buton

Polri menetapkan 36 tersangka dari 82 orang yang diamankan dalam peristiwa bentrokan antara warga dua desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.


Cabuli Tiga Bocah, Kakek Ini Ngaku Khilaf

Cabuli Tiga Bocah, Kakek Ini Ngaku Khilaf

Seorang kakek yang tega mencabuli tiga anak perempuan masih di bawah umur, Kusnoyo alias Sikus (72),mengaku khilaf.


Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Penyebar Hoaks Brimob China Ditangkap

Said Djamalul Abidin (SDA) diamankan karena menyebar berita bohong alias hoaks polisi China yang dikerahkan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu.


Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Australia Denda Nelayan Indonesia Rp 40 juta

Nakhoda sebuah kapal nelayan asal Indonesia ditangkap dan dinyatakan bersalah, karena menangkap ikan secara ilegal di Perairan Australia.


Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati seorang warga negara Prancis bernama Felix Dorfin, Senin (20/5) lalu.


Polri Sebut Pecat Anggotanya yang LGBT Sesuai Aturan

Polri Sebut Pecat Anggotanya yang LGBT Sesuai Aturan

Seorang oknum anggota Polri berinisial TT yang mempunyai kelainan seksual melakukan gugatan kepada institusinya, utamanya Polda Jawa Tengah.


WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Sibu, Serawak, Malaysia, Rabu (8/5) kemarin, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada seorang pria asal Indonesia, Maxi Banfantri (30).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!