Kriminal
Share this on:

Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus

  • Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus
  • Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus
  • Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus
  • Tiga Pengedar Pil Koplo dan Sabu-sabu Diringkus

DIPERIKSA - Tiga tersangka pengedar sekaligus pengguna narkoba dan obat terlarang saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Brebes, kemarin. (harviyanto/radartegal.com)

BREBES - Satuan Narkoba Polres Brebes berhasil mengamankan tiga pelaku pengedar sabu dan obat-obatan terlarang jenis dextro. Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan 1 paket ukuran kecil sabu-sabu dan ribuan butir dektro. Kepada penyidik, pelaku mengaku nekat mengedarkan barang haram tersebut untuk mendapatkan sejumlah uang.

Uang tersebut lalu dipakai untuk pesta minuman keras bersama dengan rekan-rekannya. "Uang dari hasil penjualan dextro saya belanjakan untuk membeli minuman keras,"terang salah satu tersangka saat gelar perkara di Mapolres Brebes, Selasa (26/3).

Kapolres AKBP Aris Supriyono melalui Kasat Narkoba Iptu Widiarto mengatakan, penangkapan terhadap pelalu dilakukan setelah polisi mendapat laporan warga. Dari laporan itu anggota langsung turun ke lapangan untuk memburu pelaku.

Dari penangkapan itu kemudian didapati sejumlah barang bukti diantaranya satu buah paket sabu-sabu dari tangan Ahlan Dwi Ega (24), warga Desa Petunjungan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Serta ribuan butir obat terlarang jenis dektro dari tangan Maulana Andriansyah (23), warga Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes dan Deden (35), asal Cirebon.

Menurutnya, obat-obatan terlarang itu didapat dari rekan tersangka di Cirebon. Kemudian obat tersebut diedarkan di Brebes. Atas perbuatannya itu, kini pelaku Ahlan Dwi Ega dijerat dengan pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun kurungan.

Sedangkan dua tersangka lainnya diancan dengan pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun kurungan penjara. (har/zul)

Berita Sebelumnya

Jokdri Jalani Pemeriksaan Mendalam
Jokdri Jalani Pemeriksaan Mendalam

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

10 nelayan di lepas pantai Kalimantan diculik dan disandera sekelompok orang bersenjata, yang ditenggarai komploltan militan Abu Sayyaf.


Patroli Siber Whatsapp Group Picu Polemik

Patroli Siber Whatsapp Group Picu Polemik

Dibentuknya patroli siber di WhatsApp Group (WAG) oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menimbulkan pro dan kontra.


Giliran Lelang Gula Kemendag Diperiksa

Giliran Lelang Gula Kemendag Diperiksa

KPK terus mengembangkan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota DPR (nonaktif) Bowo Sidik Pangarso.


Kejagung Mulai Sidik Dugaan Korupsi Kapal KKP

Kejagung Mulai Sidik Dugaan Korupsi Kapal KKP

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung kembali membongkar kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).


Menag ke Luar Negeri, Gubernur Jatim Ada Rapat

Menag ke Luar Negeri, Gubernur Jatim Ada Rapat

Menag dan Gubernur Jatim Tak Penuhi Panggilan Sidang Tipikor sebagai saksi, Rabu (19/6) kemarin.


KPK-Kemenkumham Beda Pendapat

KPK-Kemenkumham Beda Pendapat

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menilai napi korupsi tidak masuk golongan beresiko tinggi (high risk).


Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni

Modus Anyar, Sabu Disimpan di Pulau Tak Berpenghuni

Bandar narkotika terus mencoba berbagai cara menyelundupkan barang haram.


Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

Kivlan Zein Dijerat Tiga Kasus

Pemeriksaan terhadap tersangka dugaan makar Mayjen (Purn) Kivlan Zein, Jumat (14/6), terhenti sementara.


LPSK Harus Lindungi Hakim MK

LPSK Harus Lindungi Hakim MK

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diminta ikut melindungi dan menjamin keamanan seluruh hakim Mahkamah Konstitusi (MK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!