Kriminal
Share this on:

Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

  • Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri
  • Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

JAKARTA - Polri mengumumkan jumlah personel tim teknis yang akan mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Total jumlag anggota tim sebanyak 120 orang dan mulai bertugas, per 1 Agustus 2019, hingga 6 bulan ke depan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan, jumlah personel tim teknis kasus Novel Baswedan berjumlah 120 orang. Untuk Penanggung jawab tim adalah Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis.

"Untuk ketua timnya sendiri telah ditunjuk Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Nico Afinta yang akan memimpin proses pengungkapan kasus ini, sekaligus mengungkap pelakunya," kata Dedi saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Kamis (1/8).

Dedi menyebut, banyaknya personel yang dilibatkan merupakan bukti bahwa Polri serius, dan berkomitmen tinggi mengungkap kasus ini secepat-cepatnya. "Tidak ada alasan buat kami untuk mengulur-ulur waktu agar dapat mengungkap kasus ini dan juga pelakunya. Dan dengan jumlah personel yang kita siapkan, tentunya bisa menunjukan bahwa komitmen Polri adalah mengungkap secepat-cepatnya kasus saudara NB," ungkapnya.

Lebih jauh, Dedi menerangkan, dalam tugasnya nanti Tim teknis ini akan dibagi ke dalam beberapa sub-tim, yang terdiri dari penyelidik, penyidik, interogator, surveillance, siber, Inafis, laboratorium forensik (labfor), serta analisis dan evaluasi (anev).

"Dan perlu kami sampaikan, untuk tahap pertama tim akan bekerja selama tiga bulan, terhitung dari tanggal 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019. Dan jika memang dibutuhkan, masa kerja tim teknis akan diperpanjang selama tiga bulan dan akan dievaluasi setelah satu semester tersebut," ujarnya.

Terkait instruksi Presiden agar kasus ini dapat terungkap dalam waktu tiga bulan, Dedi mengharapkan tenggat waktu tersebut bisa dipenuhi Tim Teknis. Tapi, dia pun berkeyakinan kalau tim ini pun pasti dapat mengungkap kasus ini dan akan bekerja maksimal.

"Kami sendiri optimis tim ini bisa mengungkap kasus saudara NB. Dan kami mohon doanya, Semoga dalam waktu yang sesuai instruksi presiden, 3 bulan tim ini dapat menjawabnya," ucap Jendral bintang satu ini.

Terpisah, Presiden Joko Widodo mengaku, tetap menargetkan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK bisa tuntas dalam waktu tiga bulan, dan tetap berpegang pada target itu meskipun Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian menetapkan masa kerja tim teknis selama 6 bulan.

Untuk itu, Jokowi pun meminta kepada awak media agar menanyakan perkembangan kasus Novel ini jika setelah tiga bulan kedepan tim ini belum berhasil mengungkapnya. "Jalan sajakan belum, nanti kalau sudah tiga bulan tanyakan ke saya," singkat Jokowi kepada wartawan. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Polri Abaikan Usulan Wapres soal Serang KKSB Papua

Mabes Polri menolak usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan serangan balik terhadap Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua


Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

Polri Klaim Hotspot Karhutla Menurun

Jumlah titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (14/8) diklaim Polri telah mengalami penurunan yang signifika


Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Polisi Kembali Diserang KKSB Papua

Usai membunuh Briptu Hedar, Senin (12/8), teror serangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua terhadap personel kepolisian kembali terjadi di Kampung


Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Polri diminta untuk lebiih tegas dan berani dalam menindak para pelaku pembakar hutan, baik itu perorangan maupun korporasi.


Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri Garap 13 Provinsi

Satgas Antimafia Bola Polri bakal bekerja ekstra memantau dan mengawasi pelaksanaan liga sepakbola Indonesia yang berlangsung tahun ini agar bersih dari match f


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Anggota Polri Diculik dan Dibunuh KKB Papua

Anggota Polri Diculik dan Dibunuh KKB Papua

Dua anggota Polri dihadang kelompom kriminal bersenjata di sekitar kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8) kemarin.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!