Kriminal
Share this on:

Tipu Rp2 Juta Pakai Akun Palsu FB Bupati

  • Tipu Rp2 Juta Pakai Akun Palsu FB Bupati
  • Tipu Rp2 Juta Pakai Akun Palsu FB Bupati

JEPARA - Akun Facebook Ahmad Marzuqi sering ditandai akun warga Jepara dalam postingan yang berhubungan dengan bupati Jepara. Namun diketahui, akun tersebut dipastikan palsu. Bahkan, sudah memakan korban penipuan Rp2 juta.

Salah satu korban, Mukaromah, mengatakan, dia sempat dihubungi melalui pesan massanger Facebook. Kemudian dikirim nomor handphone yang bisa dihubungi. Nomor tersebut saat dihubungi mengaku sebagai Nugroho, ajudan Ahmad Marzuqi. Namun, sebenarnya Nugroho adalah supir Marzuqi.

”Saya tidak tahu kalau itu supirnya. Lewat pesan FB katanya disuruh menghubungi ajudan,” katanya.

Melalui nomor tersebut, ia diminta untuk transfer uang Rp 2 juta untuk memberikan transport kepada ustaz yang mengisi acara di Pondok Pesantren Balekambang pekan lalu. Usai mengirimkan uang sesuai permintaan, keesokan harinya ia baru konfirmasi kepada salah satu menantu Marzuqi, Haizul Ma’arif.

”Saya laporan ke Gus Haiz. Ternyata itu bukan nomor ajudan. Bukan juga nomornya bapak (Bupati Ahmad Marzuqi, Red),” katanya.

Setelah itu, ia diarahkan menemui ajudan bupati, Sufi. Karena ada kejanggalan, Sufi dan Mukaromah mendatangi Satreskrim Polres Jepara. Di sana nomor telepon dan rekening yang digunakan transaksi, terdeteksi bahwa lokasi nomor telepon berada di Subang, Jawa Barat.

”Saya harapkan kasus ini bisa ditindaklanjuti. Supaya tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, ajudan bupati Sufi, mengungkapkan, pihaknya belum memasukkan laporan ke Polres jepara. Karena dari hasil konsultasi dengan satreskrim, kasus ini sulit diungkap. ”Kami tidak tahu secara jelas kenapa sulit. Meskipun sudah diketahui lokasi nomornya,” keluhnya.

Sementara itu, Kabid Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Jepara Arif Darmawan, menjelasakan, pihaknya sudah menyampaikan bahwa akun Ahmad Marzuqi palsu pada Agustus 2018 lalu. Setelah sempat tidak aktif, akun tersebut kembali muncul awal tahun ini.

Keluhan masyarakat mengenai keresahan akibat informasi yang disampaikan akun tersebut, juga masuk kepada Diskominfo Jepara. ”Kami tindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke Kementerian Kominfo untuk menghapus akun tersebut,” katanya.

Sementara itu, salah satu anak Marzuqi, M Choirul Anam, menjelaskan, akun tersebut dipastikan palsu. Sampai saat ini, ayahnya tidak memiliki akun media sosial apapun. Jika ada, itu pun akun pendukung atau relawan. ”Kalau akun pribadi tidak ada. Bapak tidak punya,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menghiraukan akun tersebut. Jika ada pesan masuk melalui akun Facebook Ahmad Marzuqi, tidak perlu dijawab. ”Bapak tidak pegang akun medsos. Jangan percaya siapa saja yang mengatasnamakan bapak,” tandasnya.

Diketahui akun tersebut muncul sekitar pertengahan 2018 lalu. Saat ini sudah ada sekitar 5.000 pertemanan. Sehingga tidak bisa lagi menambah pertemanan.

Terbaru, akun tersebut update status tentang perekrutan tenaga guru melalui tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K). ”Setelah status itu muncul, ada kabar meminta Rp 250 ribu untuk membantu pendaftaran P3K. Sekali lagi kami tekankan untuk tidak menggubris akun tersebut,” tuturnya.

Selain itu, terdapat kejanggalan pada awal postingan akun ini. Yaitu ketika memperbarui profil pribadi. Teetulis tanggal lahirnya 4 Agustus 1952. Sedangkan kelahiran bupati Jepara adalah 11 Agustus 1964.

Muncul komentar dari akun Ardian Hidayat. ”Apa gak keliru tahun lahirnya pak He he....” Kemudian dijawab akun Ahmad Marzuqi ”Nikhu asisten kulo mboten nggenah memang heheh.”

“Tidak mungkin bapak menjawab dengan gaya bahasa seperti itu,” ujar Anam. Akun tersebut menggunakan foto Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberi sambutan di Pendapa Jepara. Sedangkan foto sampulnya menggunakan logo Kabupaten Jepara. (war/lin/jpg)


Berita Sejenis

Suap Gubernur Kepri Pakai Sandi Ikan Tohok dan Kepiting

Suap Gubernur Kepri Pakai Sandi Ikan Tohok dan Kepiting

Tim KPK berhasil mengungkap sandi transaksi dugaan suap yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.


DAK Kepulauan Meranti Diduga Jadi Bancakan Bowo

DAK Kepulauan Meranti Diduga Jadi Bancakan Bowo

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau Irwan Nasir, Kamis (11/7).


Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap, Kamis (11/7) kemarin.


Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

Nanang Fauzi, buronan kasus penipuan bilyet giro senilai Rp400 juta ditangkap tim intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Bar


Bareskrim Ungkap Pembuatan Obat Palsu

Bareskrim Ungkap Pembuatan Obat Palsu

Bareskrim Polri menangkap pemilik pabrik obat palsu PT Jaya Karunia Investondo (JKI).


Kejagung Garap Bupati Sarolangun

Kejagung Garap Bupati Sarolangun

Kejaksaan Agung terus membidik tersangka baru dalam kasus korupsi pembelian lahan batubara seluas 400 hektar di Sarolangun, Jambi.


PK Ditolak, Baiq Nuril Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp500 Juta

PK Ditolak, Baiq Nuril Terancam Penjara 6 Bulan dan Denda Rp500 Juta

PK Baiq Nuril, mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram dalam kasus penyebaran konten bermuatan asusila di tolak MA.


CCTV Terbaru Bisa Rekam Pengemudi Pakai HP di Dalam Mobil

CCTV Terbaru Bisa Rekam Pengemudi Pakai HP di Dalam Mobil

Program tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai diperluas di Ibukota Jakarta, Senin (1/7).


Kasus Gratifikasi Bowo Seret Bupati Cantik

Kasus Gratifikasi Bowo Seret Bupati Cantik

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu.


Mantan Bupati Bogor Jadi Pesakitan Lagi

Mantan Bupati Bogor Jadi Pesakitan Lagi

KPK menetapkan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) sebagai tersangka dugaan korupsi, Selasa (25/6).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!