Kriminal
Share this on:

Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

  • Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi
  • Transaksi Mencurigakan di 6 Rekening Veronica Koman Ditelusuri Polisi

JAKARTA - Polisi menemukan transaksi mencurigakan di enam rekening tambahan milik tersangka ujaran kebencian dan hoaks Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Veronica Koman. Ada aliran dana masuk dan keluar dalam jumlah yang besar di daerah konflik.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan pihaknya masih menelusuri sejumlah transaksi tersebut. "Masih kami telusuri terus. Ada beberapa yang cukup signifikan dari transaksi dana yang masuk," ujarnya kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (13/9) kemarin.

Transaksi mencurigakan di beberapa rekening Veronica, yakni adanya penarikan uang di beberapa wilayah baik di Surabaya maupun di luar Surabaya seperti di wilayah Papua. "Ada aliran dana masuk yang cukup besar. Sebagai seorang mahasiswa ini kayaknya gak masuk akal. Dan itu ada penarikan di beberapa wilayah konflik. Aliran dana itu dari dalam negeri," ucapnya.

Veronica diketahui sedang melanjutkan pendidikan S2 Hukum karena mendapatkan beasiswa di Australia.

Veronica Koman selama mendapat beasiswa dari tahun 2017 tidak pernah memberikan laporan untuk mempertanggungjawabkan dana yang dia terima.

Selain itu, Luki juga mengatakan pihaknya telah memeriksa tiga saksi baru untuk menyempurnakan proses penyidikan Veronica. "Hari ini memanggil tiga saksi dalam rangka penyempurnaan proses penyidikan. Ini tidak ada kaitan pada yang lain, ini saksi untuk tersangka Veronica. Walaupun sebelumnya kami sudah punya tiga saksi terhadap Veronica," ujarnya.

Dikatakannya, pihak Veronica hingga saat ini belum merespons surat panggilan pemeriksaan kedua yang dilayangkan Polda Jatim. Seharusnya, Veronica Koman diperiksa sebagai tersangka pada 13 September 2019, namun Polda Jatim memberikan toleransi hingga 18 September 2019.

"Sama sekali tidak ada komunikasi. Kami hanya mengikuti melalui media sosial. Padahal kami berharap yang bersangkutan bisa komunikasi. Kalau tidak puas ada proses hukum yang bisa dilakukan. Apalagi dia sekolahnya sekolah hukum," ucapnya.

Jika sampai batas akhir yang ditentukan Veronica tetap tidak memenuhi panggilan, maka akan dikeluarkan status DPO bagi yang bersangkutan. Setelah DPO diterbitkan, lanjut dia, Polda Jatim baru akan mengeluarkan red notice yang akan digelar di Prancis untuk disebar ke 190 negara yang telah bekerja sama.

Sebelumnya, Polda Jatim menetapkan Veronica sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita hoaks, terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya pada 17 Agustus 2019.

Polisi menyebut Veronica telah melakukan provokasi di media sosial twitter, yang ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris dan disebar ke dalam negeri maupun luar negeri, padahal dibuat tanpa fakta yang sebenarnya.

Akibat perbuatan yang dilakukannya, Veronica dijerat dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis, dan Ras. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid
Sinergi Polri-KPK Akan Makin Solid

Berita Sejenis

Dua Lantai Apartemen Disulap Jadi Kasino, Ada yang VIP

Dua Lantai Apartemen Disulap Jadi Kasino, Ada yang VIP

Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (6/10) lalu, digerebek polisi. Ternyata ada dua lantai yang dipakai untuk tempat berjudi.


Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Enam Polisi Pembawa Senpi Demo Kendari Segera Disidang

Tim Investigasi Polri masih mendalami tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dan M Yusuf saat demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP di


Aliansi Jurnalis Tuntut Kepala Polisi Hong Kong

Aliansi Jurnalis Tuntut Kepala Polisi Hong Kong

Aliansi Jurnalis Hong Kong (HKJA) menuntut kepala kepolisian kota itu, terkait dugaan pelanggaran etika dengan membatasi pekerjaan jurnalis.


Diduga Terpapar Paham Radikal, Polwan Densus 88

Diduga Terpapar Paham Radikal, Polwan Densus 88

Anggota Polisi wanita (Polwan) berinisial NOS alias Bripda Nesti (23) untuk kali kedua ditangkap tim Densus 88 Antiteror.


Pelaku Kerusuhan Wamena Kelompok KNPB dan ULMWP

Pelaku Kerusuhan Wamena Kelompok KNPB dan ULMWP

Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus kerusuhan di Wamena, Jayapura, Senin (23/9) lalu.


Dosen IPB Cs Ditetapkan Jadi Tersangka

Dosen IPB Cs Ditetapkan Jadi Tersangka

Dosen Institut Pertanian Bogor, Abdul Basith telah ditetapkan polisi sebagai tersangka kepemilikan bahan peledak.


Polri Selidiki Nomor-nomor Telepon yang Diklaim sebagai Oknum Polisi

Polri Selidiki Nomor-nomor Telepon yang Diklaim sebagai Oknum Polisi

Beberapa nomor handphone anggota kepolisian disebut masuk dalam daftar anggota grup whatsApp pelajar SMK.


Penyusup Aksi Demo Ibukota Dibayar Rp20-40 Ribu

Penyusup Aksi Demo Ibukota Dibayar Rp20-40 Ribu

Sebagian kelompok penyusup pada aksi demo mahasiswa dan pelajar berujung rusuh di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Senin (30/9), berhasil diungkap polisi.


Buntut Penangkapan Dosen IPB, Polisi Dalami Peran Purn TNI AL

Buntut Penangkapan Dosen IPB, Polisi Dalami Peran Purn TNI AL

Polisi masih mendalami peran enam orang yang diamankan di Cipondoh, Tangerang, Banten, Sabtu (28/9) dinihari.


Menristek Minta Penembak Mahasiswa Segera Ditangkap

Menristek Minta Penembak Mahasiswa Segera Ditangkap

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta polisi segera menangkap pelaku penembakan mahasiswa yang sedang demonstras



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!