Kriminal
Share this on:

Tujuh Remaja Sewa Kosan untuk Sembunyikan Hasil Kejahatan

  • Tujuh Remaja Sewa Kosan untuk Sembunyikan Hasil Kejahatan
  • Tujuh Remaja Sewa Kosan untuk Sembunyikan Hasil Kejahatan

BANDARLAMPUNG - Tujuh remaja yang diduga terlibat pencurian dengan kekerasan (curas) memiliki tempat singgah yang digunakan untuk menyimpan hasil kejahatan. Yakni kosan di daerah Rajabasa, Bandarlampung.

Ketujuh anak baru gede (ABG) ini diamankan anggota Satreskrim Polresta Bandarlampung, Jumat malam (5/1). Mereka adalah Andre Habib (19), warga Kecamatan Kedaton; AR (17) dan AA (16), warga Kecamatan Rajabasa; serta MA (17), warga Wayhalim.

Lalu Ridho Afrizal (21), warga Jalan Soekarno-Hatta, Kedaton; Syamsul Bahri (18), warga Jalan Cengkeh, Rajabasa; dan Rio Fernado (18), warga Gunungsulah, Sukarame.

Menurut Syamsul Bahri, salah seorang tersangka, mereka sudah menyiapkan tempat singgah. Kosan tersebut menjadi tempat berkumpul dan menyimpan hasil pembegalan. ”Andre Habib yang ngontrak dengan sewa Rp500 ribu per bulan,” kata Syamsul di Mapolresta Bandarlampung, kemarin.

Biasanya, kawanan ini beraksi sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka berangkat mengendarai tiga motor. ”Kami mencari (sasaran) acak. Tidak ada persiapan terlebih dahulu. Terakhir di depan makam pahlawan,” sebut dia.

Dalam aksinya, mereka menggunakan beberapa cara. Salah satunya mengejar pengendara yang menggeber motor. ”Misalnya, ada yang lewat dan nggeber motor, kami kejar. Kemudian kami pura-pura memarahninya dan diajak ribut,” sebut dia.

Dari sini, korban dianiaya dan motor dirampas. ”Orangnya kami pukuli dan motor disembunyikan di kosan Habib. Motor dijual Habib dan AA di Waykandis,” ujarnya.

Sementara Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kawanan ini sudah tujuh kali beraksi. Saat diamankan di kosan, polisi menyita dua motor.

”Tersangka biasanya memepet kendaraan calon korban,” kata Murbani. Saat itu, korban dituduh pernah terlibat keributan dengan kawanan ini. ”Jadi, mereka (tersangka, Red) berpura-pura hendak menyelesaikan masalah,” sebut dia.

Para tersangka sudah beraksi di Jalan Pajajaran, Jalan Teuku Umar (depan taman makam pahlawan), Jalan Raden Intan dan Sukarame. (pip/c1/ais/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!