Kriminal
Share this on:

Tutup Usia, PK Fuad Amin Gugur

  • Tutup Usia, PK Fuad Amin Gugur
  • Tutup Usia, PK Fuad Amin Gugur

SURABAYA - Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron meninggal dunia pada usia 71 tahun di RSUD Soetomo Surabaya. Fuad diketahui merupakan terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Benar Pak Fuad Amin meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo, Gedung Graha Amerta Surabaya pada pukul 16.12 WIB," ujar Kepala Lapas Klas 1 Surabaya Tony Nainggolan ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (16/9) kemarin.

Sebelum tutup usia, kata Tony, Fuad sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo selama tiga hari. Ia menyebut sakit yang diderita Fuad yakni diduga komplikasi jantung dan ginjal. "Beliau sudah sakit lama, sakitnya komplikasi jantung dan ginjal. Tapi yang tahu persis kondisinya adalah dokter," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Permasyarakatan Kemenkumham Ade Kusmanto membenarkan kabar meninggalnya Fuad Amin. Ia menyatakan, selama menjalani pidana di Lapas Kelas I Surabaya sejak 30 November 2018, Fuad telah menjalani perawatan sebayak tujuh kali.

Ia menjelaskan, mulanya Fuad dirawat di RSUD Sidoarjo pada 7 September lalu. Namun lantaran kondisinya belum membaik, Fuad dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo pada 14 September. "Kemudian tanggal 16 September 2019 kondisi Fuad Amin di RSUD Dr. Soetomo kritis. Sekitar pukul 16.12 WIB Fuad Amin dinyatakan meninggal oleh dokter setelah dilakukan tindakan kompresi jantung," jelas Ade.

Ade menyampaikan, saat ini tengah dilakukan proses administrasi. Jenazah Fuad, kata dia, akan diserahkan kepada keluarga.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis 13 tahun penjara pada mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron atau lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut KPK. Namun, Fuad kehilangan hak politiknya dan disita harta bendanya serta didenda Rp5 miliar.

Vonis ini memperkuat hukuman dari Pengadilan Tinggi Jakarta yang juga menjatuhkan 13 tahun penjara, dan denda sebesar Rp5 miliar kepada Fuad. Dalam putusan, hakim mempertimbangkan Fuad yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan untuk meringankan hukuman.

Berdasarkan pertimbangan hakim, Fuad terbukti menerima uang hasil tindak pidana korupsi dari PT Media Karya Sentosa untuk memuluskan pembelian gas alam di Blok Poleng, Bangkalan, Madura sebesar Rp14,6 miliar. Fuad yang juga sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Bangkalan ini juga terbukti menerima uang dari sejumlah SKPD di Kabupaten Bangkalan dengan total mencapai Rp197,2 miliar.

Fuad sebelumnya divonis delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 19 Oktober 2015. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar. PT Jakarta kemudian memperberat hukuman Fuad menjadi 13 tahun penjara dan mencabut hak politiknya.

Fuad terjerat perkara suap selama menjadi Bupati Bangkalan dan selama menjadi Ketua DPRD Bangkalan karena menerima suap untuk memuluskan pembelian gas alam di Blok Poleng, Bangkalan, Madura. Ia juga divonis melakukan TPPU sebesar Rp197,2 miliar sejak tahun 2003-2014. (riz/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Pelantikan Dua Pejabat KPK Tetap Sah
Pelantikan Dua Pejabat KPK Tetap Sah

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Show of Force TNI-Polri Dianggap Berlebihan

Show of Force TNI-Polri Dianggap Berlebihan

Pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 di Gedung DPR/DPD/MPR, Minggu (20/10) kemarin, berjalan lanca


Penegakkan Hukum Jadi PR Utama Jokowi-Ma'ruf

Penegakkan Hukum Jadi PR Utama Jokowi-Ma'ruf

Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Berbagai pekerjaan rumah (PR) masa pemerintahan sebelumnya menjadi sudah m


Kapolri Tutup Mulut Soal Rotasi Tiga Kapolda

Kapolri Tutup Mulut Soal Rotasi Tiga Kapolda

Kapolri Jenderal Tito Karnavian melantik tiga kapolda baru melalui proses serah terima jabatan (sertijab) di Ruang Rupatama Mabes Polri, Senin (30/9) kemarin.


Dibacok, Praka Zulkifli Gugur Diserang Massa Pendemo

Dibacok, Praka Zulkifli Gugur Diserang Massa Pendemo

Praka Zulkifli, pengemudi truk dinas yang mengangkut pasukan menghembuskan nafas terakhir setelah dibacok oleh massa pendemo yang tergabung dalam Aliansi Mahasi


Pansel Capim KPK Jangan Tutup Telinga

Pansel Capim KPK Jangan Tutup Telinga

Kritik terhadap kinerja Panita Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) terus berdatangan.


Polisi Tewas Terbakar, Polri Lemah Bertindak Sesuai SOP

Polisi Tewas Terbakar, Polri Lemah Bertindak Sesuai SOP

Ipda (Anumerta) Erwin Yudha gugur akibat terbakar saat aksi demonstrasi bakar-bakar ban mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat.


Amankan Trans-Papua, Seorang Anggota TNI Gugur Ditembak KKB

Amankan Trans-Papua, Seorang Anggota TNI Gugur Ditembak KKB

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya kembali beraksi, Sabtu (20/7) lalu.


Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin Harus Bersih dari Korupsi

Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin Harus Bersih dari Korupsi

Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 akan ditetapkan oleh KPU, Minggu (30/6) hari ini.


MK Diprediksi Sulit Diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin

MK Diprediksi Sulit Diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memohon kepada MK capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin didiskualifikasi.


Audit Dana Kampanye Bukan Wewenang KPK

Audit Dana Kampanye Bukan Wewenang KPK

KPK mengaku tidak bisa melakukan audit dana kampanye capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!