Kriminal
Share this on:

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

  • Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan
  • Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

**JAKARTA ** - KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustaz Lancip harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya, sebuah potongan video ceramah Dai asal Pondok Pesantren (Ponpes) di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat itu yang viral di media sosial (Medsos).

Potongan video tersebut menyinggung kerusuhan 21-22 Mei yang menyebut jumlah korban tewas yang tertebak mencapai 60 orang. Akibatnya, seorang warga melaporkan Ustaz Lancip ke Polda Metro Jaya.

Video tersebut dinilai berkonten berita bohong atau hoaks dan memiliki unsur ujaran kebencian, sebagaimana tertuang di dalam sebuah laporan polisi dengan bernomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus pada tanggal 7 Juni 2019. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengakui, ada laporan masuk dengan terlapor ARU (Ahmad Rifky Umar) alias Ustadz Lancip.

Berdasarkan laporan itu, dia disangkakan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 terkait ujaran kebencian dan hoaks.

"Kasus ini dalam proses penyelidikan, dan kita pun telah melayangkan surat panggilan kepada terlapor untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi guna meminta klarifikasinya terkait ceramah yang menyinggung aksi 22 Mei 2019, pada Senin (10/6) kemarin, tapi dia tak hadir dengan alasan ada kegiatan lain," kata Argo kepada Fajar Indonesia Network, Selasa (11/6).

Menurut Argo, Ustaz Lancip harusnya jalani agenda pemeriksaan kemarin, pada pukul 10.00 wib, digedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Namun karena tak hadir, penyidik pun telah menjadwalkan ulang pemeriksaan kepadanya, pada Senin (17/6) pekan depan.

"Kita sudah jadwalkan ulang, dan kami harap yang bersangkutan dapat hadir," tutur Argo.

Argo menyebut, dalam proses pemeriksaan nanti pihak penyidik ingin meminta klarifikasi kepada Ustaz Lancip yang dalam video viral itu menyatakan, bahwa dalam aksi 22 Mei ada korban mati hampir 60 orang dan 100 lebih hilang. "Ya pemeriksaan itu kita lakukan guna minta klarifikasi yang bersangkutan soal pernyataannya, dan dapat data dari mana dia," ungkap Argo.

Sebagai informasi, video viral potonganceramahAhmad Rifky Umar Said Barayis alias Ustaz Lancip yang menyinggung aksi kerusuhan di Jakarta pada 21 dan 22 Mei itu, diketahui disampaikan olehnya saat mengisi kuliah Subuh di Majlis Al-Ihya Bogor, Minggu 2 Juni 2019 lalu.

Dalam video yang beredar itu Ustaz Lancip menyebut, ada beberapa masjid di Jakarta pada saat kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu, ditembaki aparat keamanan. "Masjid Al Makmur ditembakin dalamnya. Jadi itu bukan hoaks. Tiga masjid dibredel Brimob," katanya dikutip dari video viral yang beredar di linimasa.

Tak sampai di situ, Ustadz Lancip mengklaim kalau dia ditembaki, meski sudah disuruh mundur sejauh 200 meter. Kemudian, dia pun menceritakan bagaimana menghindari peluru yang diklaim milik anggota Brimob tersebut. Selain itu, Ustaz Lancip menyebut, kalau sejumlah anggota Brimob menganiaya beberapa anak buahnya.

Masih dari video viral itu, Ustad Lancip juga menyebut, aparat mendatangi markas FPI di Petamburan untuk menembaki orang-orang yang tidur. "Dan yang lebih biadabnya lagi, mereka berangkat ke Markas Petamburan. Di Petamburan orang lagi tidur ditembakin," jelasnya.

Terakhir, Ustaz Lancip menambahkan, kalau dalam kerusuhan di Jakarta pada 21 dan 22 Mei itu, menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya hilang. "Ibu tahu berapa yang mati sekarang? Hampir 60 orang. Ratusan orang masih hilang," katanya.

Sementara itu di kasus lain, Muhammad Fahri, pria bersorban hijau yang mengancam Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditahan polisi selama 20 hari. "Iya sudah ditahan sejak 1 Juni 2019 lalu, sesuai aturan (20 hari)," kata Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/6).

Fahri merupakan sosok asli yang diduga mengancam ingin membunuh Jokowi dan Wiranto itu ditangkap di Sulawesi Tengah. Ia diringkus di kediaman orang tuanya. Sebelumnya, video ancaman itu beredar di Twitter dan WhatsApp. Video tersebut menayangkan dua orang pria.

Satu pria mengenakan pakaian putih dan bersorban hijau yang diikat di kepala. Pria lainnya mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.

Video berdurasi 53 detik itu berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau, sementara itu, pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video dengan mode vlog. (mhf/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Vonis Karen Dianggap Ringan
Vonis Karen Dianggap Ringan

Berita Sejenis

Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh

Ditahan di Polda, Infeksi Paru-paru Kivlan Zen Kambuh

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senin (16/9) s


WNI Diperkosa di Malaysia

WNI Diperkosa di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia, diperkosa oleh pria warga India.


Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Persidangan pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru ditunda sebulan. Hal itu lantaran bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan tahun depan.


Diduga Korupsi Danareksa, Petinggi CIMB Securities Digarap Kejagung

Diduga Korupsi Danareksa, Petinggi CIMB Securities Digarap Kejagung

Satu persatu petinggi CIMB Securities diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danar


Tersangka Suap, Kock Meng Langsung Ditahan KPK

Tersangka Suap, Kock Meng Langsung Ditahan KPK

Tersangka kasus dugaan suap terkait penerbitan Perda RZWP3K di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2019 bertambah.


Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Waras Wasisto Diperiksa KPK Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Waras Wasisto.


Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO

Polri Siapkan Red Notice, Pekan Depan Veronica Jadi DPO

Polda Jawa Timur berencana akan memasukan Veronica Koman sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pekan depan.


Ditetapkan Tersangka Sejak Mei, Bupati Solok Selatan Belum Ditahan KPK

Ditetapkan Tersangka Sejak Mei, Bupati Solok Selatan Belum Ditahan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Solok Selatan nonaktif Muzni Zakaria.


WNI di Malaysia Tusuk WN Bangladesh Hingga Tewas

WNI di Malaysia Tusuk WN Bangladesh Hingga Tewas

Kepolisian Malaysia menangkap seorang pria warga negara Indonesia (WNI) yang menusuk warga Bangladesh hingga tewas di Petaling Jaya, Malaysia, Rabu (4/9) malam.


Kapolri Larang Aksi Demo di Papua dan Papua Barat

Kapolri Larang Aksi Demo di Papua dan Papua Barat

Aksi massa yang terjadi di Papua dua pekan belakangan berakhir dengan kerusuhan karena banyak ditunggangi berbagai kepentingan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!