Kriminal
Share this on:

Viral Polisi Tilang Sopir Truk Cabai, Dirlantas: Cukup, Ini yang Terakhir

  • Viral Polisi Tilang Sopir Truk Cabai, Dirlantas: Cukup, Ini yang Terakhir
  • Viral Polisi Tilang Sopir Truk Cabai, Dirlantas: Cukup, Ini yang Terakhir

BALIKPAPAN - Dua anggota patroli jalan raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim telah dibebastugaskan. Keduanya diduga bertugas tak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menilang pikap mengangkut cabai dan viral di media sosial (Medsos).

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya menyebut, peristiwa tersebut jadi pembelajaran untuk anggota agar lebih paham hukum. “Cukup, ini yang terakhir. Jangan ada lagi,” ungkapnya di sela-sela persiapan jelang Millennial Road Safety Festival (MRSF) di Lapangan Merdeka, Balikpapan, Sabtu (23/2) lalu.

Kasus penilangan sopir pikap muatan cabai dan nanas yang sempat viral di media sosial (medsos) itu, membuat kedua bintara inisial A dan S menjalani proses pemeriksaan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kaltim. “Supaya lebih mudah. Jadi mutasi ke Polda,” kata Dirlantas.

Pihaknya akan meningkatkan pemahamam anggota khususnya bidang hukum. “Semua anggota. Wajib,” sebutnya. Soal penilangan yang dilakukan anggotanya terhadap sopir yang mengangkut cabai tersebut menurut Subandriya perlu didalami lagi.

Sebab bila anggotanya bekerja tidak sesuai SOP tentu akan ditindak tegas sehingga anggotanya tidak boleh melanggar kode etik. Dia menegaskan kepolisian berkomitmen untuk menindak anggota yang nakal termasuk dalam kasus yang viral kemarin.

Jika hasil pemeriksaan Propam membuktikan personelnya bersalah, dia tak bakal sungkan untuk memberikan sanksi tegas. Namun belum diketahui, sanksi apa yang bakal diterima. “Tunggu hasil pemeriksaan,” tambah Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Masyarakat, kata dia, tak perlu khawatir soal pemberian sanksi terhadap anggota kepolisian yang melanggar aturan dalam menjalankan tugasnya. Sebab, sanksi anggota kepolisian yang bersalah sudah diatur dalam kode etik kepolisian. (aim/kri/k18)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Awas! Teror Tusuk Ban Mobil
Awas! Teror Tusuk Ban Mobil

Berita Sejenis

Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

Polri Pastikan 9 Pati-nya Berpengalaman di Penyidikan

Sembilan perwira tinggi (Pati) Polri yang mengajukan ikut seleksi capim KPK masih menunggu hasil asesmen.


Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

Sepuluh Nelayan Diduga Diculik Komplotan Abu Sayyaf

10 nelayan di lepas pantai Kalimantan diculik dan disandera sekelompok orang bersenjata, yang ditenggarai komploltan militan Abu Sayyaf.


Giliran Lelang Gula Kemendag Diperiksa

Giliran Lelang Gula Kemendag Diperiksa

KPK terus mengembangkan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota DPR (nonaktif) Bowo Sidik Pangarso.


Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Peluru Terindikasi dari Senjata Rakitan

Uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan di empat korban kerusuhan 22 Mei selesai.


Amsor, Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Alami Luka Berat

Amsor, Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Alami Luka Berat

Aparat kepolisian telah menetapkan tersangka pada kecelakaan beruntun di Tola Cipali Km 151, Majalengka yang mengakibatkan 12 orang tewas.


Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

Status Kasus Dinaikan, Ustadz Lancip Mangkir Lagi

Ahmad Rifky Umar atau yang akrab dipanggil Ustadz Lancip kembali mangkir dari panggilan tim penyidik Polda Metro Jaya, Senin (16/6).


Perkara Situng, 02 Klaim Cukup Bukti

Perkara Situng, 02 Klaim Cukup Bukti

Para pihak yang bersengketa atas hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) akan beradu bukti pekan depan.


Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Polda Metro Jaya akan kembali melakukan panggilan kepada mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) M Sofyan Jacob, Senin (17/6) hari ini.


Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Polri telah melimpahkan berkas perkara tahap I kasus dugaan makar dua tokoh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pekan ini.


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!