Kriminal
Share this on:

Vonis Mantan Pengacara Setnov Diperberat

  • Vonis Mantan Pengacara Setnov Diperberat
  • Vonis Mantan Pengacara Setnov Diperberat

JAKARTA - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kalimat ini yang pas bagi Fredrich. Mantan pengacara Ketua DPR Setya Novanto yang terlilit perkara korupsi KTP-Elektronik itu divonis 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider delapan bulan kurungan oleh Mahkamah Agung (MA), Kamis (22/3).

Tentu, vonis ini tentu lebih berat enam bulan dibandingkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 9 Oktober 2018 yang menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.

Fredrich terbukti bersalah, dengan cara merintangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara korupsi KTP-Elektronik yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satu anggota majelis kasasi, Krisna Harahap menegaskan, MA memperberat vonis advokat Fredrich menjadi 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan. "Ya benar vonis diperberat 6 bulan. Karena opzet als oogmerk. Atau adanya kesengajaan dengan tujuan menghalangi penyidikan KPK," terangnya.

Putusan banding itu masih lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Fredrich divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan. "Saya rasa ini (putusan, red) sudah sesuai rasa keadilan, dan pidana kurungan tambahannya kan dari lima bulan jadi delapan bulan," timpalnya.

Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Salman Luthan, Krisna Harahap dan Syamsul Rakan Chaniago berkeyakinan bahwa Fredrich dengan sengaja berusaha mencegah, merintangi, menggagalkan penyidikan yang sedang dilaksanakan oleh KPK terhadap Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP).

JPU KPK mengajukan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama pada 28 Juni 2018 yang juga memvonis Fredrich selama tujuh tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.

Putusan PT Jakarta terhadap Fredrich Yunadi diambil dengan perbedaan pendapat (dissenting opinion) oleh hakim Jeldi Ramadhan yang menilai bahwa Fredrich seharusnya divonis 10 tahun penjara.

Fredrich sebagai pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto dinilai terbukti memberikan saran agar Setya Novanto tidak perlu datang memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari Presiden, selain itu melakukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi.

Pada 15 November 2017 Setnov tidak datang memenuhi panggilan Penyidik KPK dan penyidik pun datang ke rumah Setnov pada malam harinya dan menemukan Fredrich di rumah itu.

Saat ditanya keberadaan Setnov, Fredrich mengaku tidak mengetahui padahal sebelumnya ia menemui Setnov di gedung DPR. Pada 16 November 2017 Fredrich menghubungi dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo untuk meminta bantuan agar Setnov dapat dirawat inap di RS Medika Permata Hijau dengan diagnosa menderita beberapa penyakit, salah satunya adalah hipertensi.

Bimanesh Sutarjo pun menyanggupi meski tahu Setnov sedang berkasus di KPK lalu menghubungi Plt. Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau dokter Alia agar disiapkan ruang VIP rawat inap atas nama Setnov.

Setelah Setnov dilakukan rawat inap, Fredrich memberikan keterangan di RS Medika Permata Hijau kepada wartawan bahwa Setnov mengalami luka parah dengan beberapa bagian tubuh berdarah-darah serta terdapat benjolan pada dahi sebesar bakpao, padahal Setnov hanya mengalami beberapa luka ringan pada bagian dahi, pelipis kiri dan leher sebelah kiri serta lengan kiri.

Pada 17 November 2017, penyidik KPK hendak melakukan penahanan kepada Setnov namun Fredrich menolak penahanan tersebut dengan alasan tidak sah karena Setnov sedang dalam kondisi dirawat inap, padahal setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim dokter dari ikatan Dokter indonesia (IDI) di RSCM kesimpulannya menyatakan bahwa Setnov dalam kondisi mampu untuk disidangkan (fit to be questioned). Saat ini Fredrich ditahan di Rumah Tahanan Cipinang. (ful/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mantan Bupati Bogor Jadi Pesakitan Lagi

Mantan Bupati Bogor Jadi Pesakitan Lagi

KPK menetapkan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) sebagai tersangka dugaan korupsi, Selasa (25/6).


Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

Dalami Penganggaran e-KTP, Dua Anggota DPR Diperiksa KPK

KPK memeriksa seorang mantan dan dua anggota DPR terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).


Dijamin Panglima TNI, Penahanan Mantan Danjen Kopassus Ditangguhkan

Dijamin Panglima TNI, Penahanan Mantan Danjen Kopassus Ditangguhkan

Akhirnya mantan Danjen Kopassus Mayyjen (Purn) Soenarko keluar dari Rutan POM Guntur, Jumat (21/6).


Mantan Pejabat KKP Diperiksa Kejagung

Mantan Pejabat KKP Diperiksa Kejagung

Penyidikan kasus dugaan korupsi kapal di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Kejaksaan Agung terus berlanjut.


Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan

Sofyan Jacob Tumbang, Penyidik Agendkan Pemeriksaan Lanjutan

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Pol Sofyan Jacob 'tumbang' saat menjalani pemeriksaan selama 14 jam di Polda Metro Jaya.


Mantan Komandan Tim Mawar Ajak 10 Pengacara

Mantan Komandan Tim Mawar Ajak 10 Pengacara

10 pengacara disiapkan mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan untuk menghadapi Majalah Tempo di Dewan Pers.


Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Sanksi Oknum dan Pejabat Lapas Harus Dipublikasikan

Pemindahan Setya Novanto (Setnov) dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dinilai belum menyelesaikan masalah.


Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Sofyan Jacob Pertanyakan Penetapannya Sebagai Tersangka Makar

Polda Metro Jaya akan kembali melakukan panggilan kepada mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) M Sofyan Jacob, Senin (17/6) hari ini.


Kepergok Plesiran, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur

Kepergok Plesiran, Setya Novanto Dipindahkan ke Gunung Sindur

Setya Novanto (Setnov) kini mendekam di sel super maximum security Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.


Romy Akui Keterlibatan Lukman

Romy Akui Keterlibatan Lukman

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuzy alias Romy tak menyangkal kemungkinan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terlibat kasus dugaan suap di Kemenag.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!