Kriminal
Share this on:

WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

  • WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara
  • WNI Dihukum Cambuk dan 20 Tahun Penjara

SERAWAK - Pengadilan Negeri Sibu, Serawak, Malaysia, Rabu (8/5) kemarin, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada seorang pria asal Indonesia, Maxi Banfantri (30). Dia terbukti telah melakukan dua kali pemerkosaan kepada seorang anak perempuan.

Dilansir The Star Online, Kamis (9/5), pengadilan Malaysia juga menghukum Maxi dengan empat kali hukum cambuk. Menurut amar putusan pengadilan, Maxi menyetubuhi seorang putri berusia 12 tahun yang merupakan tetangganya.

Perbuatan itu dilakukan di semak-semak Jalan Hock Ming pada 22 April, dan setiap hari kemudian kembali dilakoni tetapi di tempat berbeda yaitu di Jalan Tanjung Kunyit. Hakim Caroline Bee Majanil menyatakan, Maxi juga terbukti bersalah karena berstatus sebagai pendatang gelap.

"Dalam perkara ini, dia dijatuhi hukuman tambahan berupa kurungan selama tiga bulan," kata Caroline.

Dari fakta persidangan, kasus perkosaan itu terungkap setelah ibu korban yang menetap di daerah Sungai Bidut, menyatakan putrinya tidak pulang ke rumah pada 22 April. Dia lantas curiga anak perempuannya pergi bersama Maxi yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Keesokan harinya, dia melapor ke polisi. Kemudian pada 24 April sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sang ayah melihat anak perempuannya berada di Terminal Bus Paradom. Seketika itu pula, polisi lantas memburu Maxi dan tiga jam kemudian ia tertangkap. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Pemerintah Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan TKI

Pemerintah Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan TKI

Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap WNI di Malaysia.


Kivlan Zen Tak Akan Diberi Penangguhan Penahanan

Kivlan Zen Tak Akan Diberi Penangguhan Penahanan

Tersangka kasus hoaks, makar, dan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen tak akan memperoleh penangguhan penahanan.


Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK periode 2019-2023 diingatkan agar memilih pimpinan KPK yang memenuhi unsur penyidikan dan penuntutan.


Diragukan Keamanannya, Amerika Selidiki Viralnya Aplikasi FaceApp

Diragukan Keamanannya, Amerika Selidiki Viralnya Aplikasi FaceApp

FBI dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) diminta melakukan penyelidikan keamanan dan privasi nasional pada FaceApp,


Emirsyah Satar Diperiksa Soal Rekening Suap

Emirsyah Satar Diperiksa Soal Rekening Suap

KPK memeriksa tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.


Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Proses Hukum Kasus Makar dan UBN Jalan Terus

Mabes Polri memastikan kasus-kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh pendukung salah satu pasangan capres-cawapres masih tetap berjalan.


15 Tahun, Aset Perhutani Hilang Rp1 Triliun

15 Tahun, Aset Perhutani Hilang Rp1 Triliun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan hasil evaluasi Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).


MA Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi

MA Kembali Tolak Permohonan Prabowo-Sandi

Permohonan kasasi terkait pelanggaran administrasi Pemilu (PAP) yang diajukan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali ditolak Mahkamah Agung (


Wakil Ketua DPR Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

Wakil Ketua DPR Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

KPK berharap vonis yang dijatuhkan kepada Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan dapat menjadi pembelajaran bagi politisi lain.


Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Jempol! Indonesia Tangkap Kapal Buruan Internasional

Satuan Tugas 115 berhasil menghentikan dan memeriksa kapal MV NIKA berbendera Panama yang menjadi buruan internasional di Selat Malaka, Jumat (12/7) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!