Kuliner
Share this on:

Berdayakan Kopi Lokal

  • Berdayakan Kopi Lokal
  • Berdayakan Kopi Lokal

MESIN KOPI - Co-Founder First Track Coffee Indonesia, Evani Jesslyn (kedua kanan) (jakfar sodik/indopos/jpnn)

**** - Menikmati kopi sudah menjadi gaya hidup (lifestyle) terutama di Kota Jakarta. Beragam kopi shop juga sangat mudah dijumpai. Itu diperkuat dengan suplai kopi dari berbagai belahan tanah air hingga bisa dinikmati seluruh dunia.

Dari sisi bisnis, tentu kondisi tersebut sangat menguntungkan. Tetapi, tidak banyak bisa meramu peluang besar itu menjadi bernilai ekonomi. Nah, First Crack Coffee (FCC) sukses merangkai peluang tersebut.

?Ini berawal dari Strada Coffee sejak 2012 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dengan membangun brand kopi olahan dan mendapat respon luas pasar, didukung tenaga ahli berkualitas dan seduhan terbaik dari barista Strada,? tutur Co-Founder First Track Coffee Indonesia, Evani Jesslyn.

Namun, tantangan terbesar masih seputar ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Di mana, dibutuhkan proses edukasi lebih kepada masyarakat tentang pengolahan kopi, dan manfaat mengunsumsi kopi secara benar.

?Karena itu, kami membuka coffee academy di Altira Business Park Sunter untuk mengedukasi masyarakat. Selama seminggu kami adakan edukasi kopi dengan authorized trainer dari Italia,? ulasnya.

Evani menjelaskan edukasi itu memberi gambaran tentang kopi secara holistik. Diharap melalui pengenalan itu, masyarakat lebih mengenal dan mengetahui sistem dan tujuan coffee diploma first crack.

Maklum, proses pembuatan secangkir kopi tidak semudah dan sesederhana yang dibayangkan. Secangkir kopi memiliki jejak perjalanan panjang dengan balutan seni, makna, pengetahuan dan rasa bermula saat biji tumbuh dipersemaian.

FCC berdedikasi untuk membuat masyarakat Indonesia cinta akan kopi. Dedikasi dan ilmu pengetahuan seorang master roaster saat menyangrai kopi, berperan penting dalam proses perkembangan kopi untuk menjadi sempurna. Dimulai pada saat kopi mulai matang ditandai dengan bunyi letupan kecil atau First Crack. Dari itulah beber Evani, kopi akan menemukan jati diriya.

?Kami mengambil kopi langsung dari petani, fair trade, organic seluruh indonesia macam Sumatra, Jawa, Bali, Flores, Toraja dan Papua,? ulasnya.

Kopi akan berkembangg detik demi detik setelah First Crack, hingga pada titik di mana kopi dapat mengeluarkan seluruh potensi karakter rasa dan aroma sebagai bawaan. Dengan begitu, biji kopi harus berlabuh pada tangan barista secara tepat.

?Kami ingin menginspirasi para wanita wanita indonesia untuk dapat berdikari melalui kopi. Wanita merupakan super taste dan sangat peduli akan detail,? ucapnya.

Sementara Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menambahkan kopi masuk dalam kuliner. Di mana, kuliner masuk salah satu dari 16 subsektor unggulan. Ekonomi kreatif berkontribusi 7-8 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp800 triliun.

Kuliner menyumbang 40 persen dari total kontribusi Bekraf terhadap ekonomi nasional. ?Kami mendukung grand lokal mendunia. Ini penting supaya kopi domestik berjaya hingga hilir,? harap Fadjar.

Dikatakan, Bekraf mempunyai program dengan titel kopi digiling bukan digunting. Dalam program itu, terdapat 34 startup terlibat dengan tantangan untuk menjadi besar. Peserta diguyur permodalan senilai Rp200 juta.

?Program ini, untuk merangsang start-up bergairah dalam memajukan industri kopi. Nanti, secara berkala akan dilakukan evaluasi. Kalau program itu berjalan sukses, tahun depan akan dilanjutkan dengan peserta lebih banyak,? jelasnya.

Sedang Wakil Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (Aksi), Daroe Handojo menyebut geliat industri kopi dari hulu sampai ke hilir akan berdampak signifikan. Kondisi itu akan berefek pada industri logistik, pengolahan, petani, coffee shop menjamur dan lain.

Apalagi, suplai kopi global diprediksi bakal menurun menyusul iklim dan cuaca kurang bersahabat. ?Ini peluang yang harus ditangkap supaya industri kopi lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Lebih dari itu, brand domestik dikenal lebih luas,? jelas Daroe. (far/jpg)


Berita Sebelumnya

Buat Kopi ala Kafe Pakai Apps
Buat Kopi ala Kafe Pakai Apps

Berita Sejenis

Buat Kopi ala Kafe Pakai Apps

Buat Kopi ala Kafe Pakai Apps

Tak hanya sekedar minuman, kini kopi telah menjadi gaya hidup.


Padukan Kebiasaan Seruput Kopi dan Literasi

Padukan Kebiasaan Seruput Kopi dan Literasi

Warung kopi (warkop) yang menyediakan jaringan internet mungkin sudah biasa.


Mencoba Lezat dan Kentalnya Kopi Sangrai Khas Pulosari Pemalang

Mencoba Lezat dan Kentalnya Kopi Sangrai Khas Pulosari Pemalang

Desa Pulosari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yang merupakan salah satu desa penghasil tanaman kopi Robusta.


Nikmatnya Kopi Tugu Juang Khas Pulosari Pemalang

Nikmatnya Kopi Tugu Juang Khas Pulosari Pemalang

Setiap daerah pasti memliki potensi dan keunggulan masing-masing. Biasanya, di beberapa desa di pegunungan, potensi yang banyak adalah sayuran.


Potensialnya Bisnis Kopi

Potensialnya Bisnis Kopi

Bisnis kopi saat ini menjadi salah satu tren di Kota Bengkulu.


Sensasi Kopi Sakerato yang Lebih Lama Terasa di Mulut

Sensasi Kopi Sakerato yang Lebih Lama Terasa di Mulut

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi. Perlu diketahui, hampir disetiap daerah, bisa dijumpai jenis kopi yang berbeda.


500 Cangkir Kopi Gratis di International Coffee Day

500 Cangkir Kopi Gratis di International Coffee Day

Sedikitnya 500 cangkir kopi dibagikan dalam pada peringatan International Coffee Day.


Wow... Lezatnya Aroma Kopi Bandung Mulai Dilirik Pengusaha Turki

Wow... Lezatnya Aroma Kopi Bandung Mulai Dilirik Pengusaha Turki

Bagi beberapa penikmat kopi lokal, kopi hutan Bandung Barat nampaknya masih belum terkenal.


Diproses Manual, Rasa Kopi Lebih Nikmat dan Terjangkau

Diproses Manual, Rasa Kopi Lebih Nikmat dan Terjangkau

Indonesia memiliki beragam jenis kopi yang berkualitas. Salah satunya adalah kopi Aceh.


Ngopi Mewah Tak Harus Mahal, Sediakan 17 Jenis Kopi Nusantara

Ngopi Mewah Tak Harus Mahal, Sediakan 17 Jenis Kopi Nusantara

Peminat kopi di Kota Bogor terbilang sangat tinggi. Setidaknya, itu bisa dilihat dari tumbuh suburnya kafe-kafe dan warung kopi di Kota Hujan.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!