Lifestyle
Share this on:

Bumikan Kopi Asli Nusantara

  • Bumikan Kopi Asli Nusantara
  • Bumikan Kopi Asli Nusantara

Ilustrasi.

**** - Perhatian Ullil terhadap kopi murni melalui jalan berliku dan panjang. Ullil sejak kecil telah bergulat dan secara intens bersentuhan dengan kopi.

Berkat sentuhan sang kakek, Ullil mengenal jenis dan rasa kopi. Tradisi itu telah mendarah daging dan menjadi warisan yang terjaga dengan baik hingga saat ini.

Tetapi, sejak hijrah dan bekerja di Jakarta, pria kelahiran Blitar, 25 Desember 1977 itu mendapat fakta mengejutkan. Ternyata, lingkungan tidak sesuai harapan Ullil.

Ia dihadapkan pada kenyataan kalau warung kopi (Warkop) tidak sesuai keinginan dan tradisi meminum kopi yang diwarisi sejak belia. Maklum, mayoritas Warkop tidak menawarkan kopi murni. Berdasar pengalaman dan pengamatan Ullil, sejumlah Warkop hanya menyediakan kopi dalam bentuk sachet.

Realitas itu mengusik nuraninya. Ia tergerak untuk menghidupkan kebiasan minum kopi ala nusantara. Yaitu, menyeduh kopi asli tanpa embel-embel. Lebih tepatnya, gerakan kembali pada tradisi asli warisan nenek moyang, dengan mengonsumsi kopi murni. Toh, kopi impor tidak lebih baik dari kopi lokal.

Kecintaan terhadap kopi itu membawa Ullil mengambil inisiatif. Sebuah tindakan praktis supaya kopi lokal berjaya. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sosialisasi perdana dilakukan Ullil dengan membawa kopi ke warkop untuk dikonsumsi saat jam istirahat.

Ullil tetap membayar seharga kopi sechet. Artinya, Ullil hanya pinjam gelas dan air hangat. ?Tindakan praktis tetapi mengena,? beber bapak dua orang anak itu.

Perlahan namun pasti sosialisasi terselubung itu membawa dampak. Sedikit demi sedikit mendapat perhatian. Terutama dari rekan-rekannya. Ullil selanjutnya mulai berkeliling dari warkop satu ke warkop lainnya.

Melakukan sosialisasi dan penyadaran akan pentingnya mengonsumsi kopi asli indonesia. Seperti diakui Ullil, resistensi dan penulakan tidak jarang menghadangnya. ?Penolakan sudah pasti. Yang menolak mungkin menganggap sebagai saingan. Tetapi, setelah mengetahui poin yang saya sampaikan, tidak sedikit yang justru mendorong dan mendukung penuh,? urai suami dari Ike Hamdan itu.

Tindakan berikutnya, Ullil memperkenalkan kopi ke kedai-kedai dengan menitipkan kopi untuk dijual. Setiap warkop, dititipi dua bungkus kopi lokal dengan jenis berbeda, sebagai tester. Kalau kopi itu terjual dan pemilik Warkop ingin menjual, banderol harga dikenakan dengan harga subsidi. Langkah itu dilakukan sejak Agustus tahun lalu.

?Ini kan namanya mengcreate market. Menciptakan pasar itu tidak semudah membalik telapak tangan. Justru, saya pribadi menyelami kopi dan pernik-perniknya, kok semakin keliatan tidak tahunya,? ucap bapak dari Langit Biru, 10 dan Banyu Bening, 8 itu dengan nada merendah.

Lambat laun beragam aktivitas itu melahirkan peluang bisnis. Tetapi, kala itu niat bisnis selalu dia petieskan. Karena, sejak awal tujuan utama adalah mempopulerkan kopi Indonesia. Apalagi, pasar domestik telah dibanjiri brand-brand kopi manca negara.

Parahnya, dominasi kopi ?bule? menjadikan kopi lokal tersisih ke pinggiran. Di sinilah Ullil mendapat momentum. Bersama teman-temannya, ia membentuk sebuah Jaringan Warkop Nusantara (JWN). Sebuah organisasi sosial sebagai wadah gerakan penyadaran.

Bagi Ullil dan teman-temannya, JWN tidak ubahnya kawah candradimuka. Tempat menempa, belajar, mengolah kemampuan hingga lihai dalam menyeduh, membuat secangkir kopi secara benar dan berkualitas.

Dengan tetap melakukan training dan edukasi terhadap konsumen, Ullil mulai menyuplai kopi murni dengan skala lebih besar. Itu dilakukan dengan memilah konsumen harga diskon dan konsumen dengan harga normal.

Saat ini, Ullil memiliki kelas binaan untuk berbisnis warkop, salah satunya Kedai Kopi Adumanies berlokasi di Jakarta Selatan (Jaksel). Tetapi, Ullil tetap pada pendirian tidak berkeinginan untuk membuka kedai. Ia tetap pada posisi semula mengumandangkan kesadaran akan pentingnya mencintai kopi nusantara.

Bahkan, Ullil tengah menyiapkan proyek besar. Mimpi besar itu, berupa pilot project 1000 kampung 1000 warkop. Kickoff proyek ambisius itu dimulai di Kelurahan Pondok Raji, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Proyek gotong royong itu, sepenuhnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Warung itu, dibangun warga kampung dengan cara sumbangan.

?Saya berimajinasi masyarakat kampung mendapat kopi murni dengan harga terjangkau. Dan, pastinya mereka tahu cara meracik dan menyeduh kopi murni secara tepat,? ulas alumnus Fakultas Ilmu Administrasi, Jurusan Tataniaga, Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang itu.

Ullil percaya niat mulai itu suatu saat bakal terealisir. Apalagi, pemerintah punya perhatian khusus terhadap industri kopi. Petani, dan penggiat kopi juga tidak luput dari pengawasan pemangku kepentingan.

Nah, perhatian itu bilang Ullil, menjadi suntikan moral sangat berarti. Meski diakuinya, problem permodalan tetap menjadi momok pelaku kopi asli. ?Dan, pastinya keluarga mendukung penuh. Karena dengan begitu, saya lebih banyak berkreasi di rumah dan berkumpul dengan keluarga,? ucapnya.

Selain itu, Ullil juga hendak memulai proyek ramah lingkungan. Yaitu mewujudkan satu rumah satu pohon kopi. Pohon kopi juga bisa tumbuh di rumah. Tak heran, rumah Ullil dikelilingi pot pohon kopi. ?Buktinya, pohon kopi bisa tumbuh. Sebagai negara beriklim tropis, indonesia menjadi tempat persemaian kopi terbaik dunia,? tegasnya. (far/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Punya Banyak Cabang, Sediakan Kopi Gratis untuk Jamaah Pengajian

Punya Banyak Cabang, Sediakan Kopi Gratis untuk Jamaah Pengajian

Mungkin nama H. Soleh belum begitu populer seperti pengusaha tenar di kalangan masyarakat Kabupaten Kuningan.


Go Internasionalkan Selendang Wanita Minangkabau

Go Internasionalkan Selendang Wanita Minangkabau

Bernama asli Raden Ayu Alfianingsih. Dia konsisten menghasilkan karya dengan spesialisasi desain kebaya dan baju muslim.


Sarung untuk Busana Kaum Urban

Sarung untuk Busana Kaum Urban

Wiwin Tjandrawan SPd. Desainer asli Cirebon ini rencananya akan menampilkan busana berbahan dasar sarung.


Ingin Energi Ekstra? Tambahkan Minyak Kelapa ke Dalam Kopi Anda

Ingin Energi Ekstra? Tambahkan Minyak Kelapa ke Dalam Kopi Anda

Banyak orang yang beranggapan meminum kopi berbahaya bagi kesehatannya. Itu memang tidak salah.


Wow... Kopi Ternyata Bisa Kuruskan Badan

Wow... Kopi Ternyata Bisa Kuruskan Badan

Menjadi kurus adalah dambaan setiap orang. Itulah sebabnya, banyak orang yang rela bersusah payah melakukan program dietnya.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!