Lifestyle
Share this on:

Kenali dari Dini Apa Itu Osteoartritis

  • Kenali dari Dini Apa Itu Osteoartritis
  • Kenali dari Dini Apa Itu Osteoartritis

**** - Apakah Anda pernah merasakan nyeri pada sendi lutut? Mungkin untuk sebagian orang, hal ini sudah biasa terjadi. Namun nyatanya mereka kerap mengabaikan rasa ngilu tersebut.

Padahal nyeri bisa menjadi alarm bagi tubuh, pertanda terjadi proses degeneratif atau penuaan pada sendi lutut. Salah satu gejala awal dari penyakit osteoartritis.

Sendi lutut memiliki fungsi untuk menahan beban tubuh. Sehingga saat rasa nyeri muncul pada daerah sendi lutut, berarti sebuah pertanda jika performa tubuh tidak dalam kondisi fit. Proses degeneratif yang terjadi pada sendi lutut dapat mengakibatkan osteoartritis.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Balikpapan Hedy Wahyu Ramadhani menyebutkan, ada banyak faktor yang memicu timbulnya nyeri sendi lutut.

Di antaranya trauma, cedera, obesitas, hingga infeksi. Selain itu, nyeri dapat timbul jika terjadi proses peradangan. Kebanyakan akibat proses pengapuran sendi atau osteoartritis.

Dikatakan Hedy, osteoartritis merupakan penyakit karena penuaan. Seiring bertambahnya usia, maka potensi untuk mengidap osteoartritis semakin besar. Sebab proses pengapuran tersebut terjadi secara alami pada tubuh. Layaknya rambut yang memutih alias uban. Hanya saja, setiap orang bisa melalui proses tersebut lebih cepat atau lebih lambat.

?Termasuk penyakit degeneratif kronis. Berdasarkan penelitian, potensi lebih besar terjadi pada mereka yang berusia di atas 45 tahun. Osteoartritis dapat membuat penurunan kualitas hidup akibat rasa nyeri yang timbul,? katanya.

Masalahnya, banyak masyarakat yang belum memahami penyakit. Bahkan sering menyalahartikan osteoartritis dengan asam urat dan rematik. Hedy menjelaskan, gejala awal osteoartritis dan asam urat cukup berbeda.

Menurutnya, asam urat memang menimbulkan rasa nyeri atau ngilu. Tetapi keluhan ini jarang sekali terjadi di lutut. Nyeri karena asam urat biasa terjadi di bagian sendi kecil seperti ibu jari kecil pada kaki.

Sedangkan, osteoartritis dapat terdeteksi dari munculnya rasa nyeri atau linu di lutut saat perubahan posisi. Misalnya, ketika berdiri sehabis duduk lama atau saat kaki naik turun tangga dan meluruskan lutut. Apabila kondisi pengapuran telah masuk level berat, nyeri akan menetap dan tidak berkurang sekalipun bila diberi obat antinyeri.

Pada kondisi ini, sendi bisa terasa kaku, terjadi pembengkakan, dan pasien akan mengalami keterbatasan gerak sendi lutut. Selanjutnya menyebabkan kelainan bentuk tulang dan pergeseran sendi.

?Awalnya, proses osteoartritis terjadi dengan melunaknya tulang rawan sendi. Lalu menipis hingga semakin lama habis. Dalam kasus ini bisa terjadi pergeseran tulang, bengkak, serta tulang rawan dan bantalan sendi rusak permanen,? tuturnya.

Penyakit ini juga terbagi dalam tingkat atau level yakni grade 0-4. Maka dari itu, sebelumnya dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan tindakan lain. Mulai dari radiologi atau rontgen lutut untuk mencari tahu level osteoartritis. Setelah mengetahui tingkat penyakit, dokter dapat menentukan jenis tindakan yang tepat.

Hedy mengungkapkan, pada grade 1 dan 2, dokter cukup melakukan tindakan artroskopi sebagai solusi awal. Caranya, alat atroskopi masuk ke dalam lutut dengan tujuan membersihkan sendi lutut.

Sebab terdapat cairan kotor pada jaringan inflamasi. Dengan artroskopi, dokter mendapat gambaran lebih detail kondisi dalam lutut pasien melalui monitor.

?Sedangkan pada grade 2 hingga 3, dokter melakukan prosedur mikrofraktur untuk merangsang perbaikan tulang rawan yang rusak. Artroskopi termasuk tindakan minimal invasif yang hanya berlangsung 30-45 menit dan menyisakan luka sebesar titik,? bebernya.

Kemudian pada osteoartritis grade akhir, penderita memiliki pilihan untuk sembuh dengan melakukan total knee replacement(TKR). Tindakan ini merupakan proses penggantian tulang rawan dan bantalan pada sendi lutut dengan implant buatan. Hal ini perlu dilakukan mengingat kondisi tulang rawan telah rusak total. Sehingga tulang dapat langsung bergesekan dan menimbulkan nyeri.

TKR sendiri merupakan proses yang berbekal bantuan elemen bantalan pelapis menggunakan polietilen atau logam dan plastik tebal. Kekuatan implant ini bertahan dalam rentang waktu hingga 30 tahun.

Nantinya dalam tindakan operasi ganti sendi lutut tersebut, pasien akan ditangani bersama dokter spesialis rehabilitasi medik dan fisioterapis.

Proses TKR dilakukan untuk membuang permukaan tulang rawan yang rusak dari ketiga tulang di bagian sendi lutut. Kemudian permukaan tulang tersebut akan dilapisi dengan implant.

Berbentuk logam bulat yang menyerupai lekuk tukang asli. Selain itu, permukaan tulang bawah akan diganti dengan logam datar dan polietilen sebagai tulang rawan.

?Lebih baik dilakukan pada penderita yang usianya sudah 60 tahun. Aktivitasnya sudah tidak terlalu berat, implant pun menjadi tahan lama. Setelah operasi, pasien masih membutuhkan latihan penguatan otot paha. Caranya berlatih berjalan dengan bantuan tongkat,? ujarnya.

Kemudian latihan masih bisa berlanjut dan dilakukan sendiri di rumah, terutama melatih otot paha. Harapannya, otot dapat menjadi penyangga beban dan tidak membebani sendi lutut secara terus menerus. Kemudian pasien tetap rutin melakukan kontrol setiap tiga atau enam bulan sekali.

Hedy mengingatkan, waktu turut berperan penting dalam proses penyembuhan. Semakin cepat terdeteksi, maka proses penanganan akan lebih mudah dan tepat. Kesempatan sembuh lebih besar tanpa harus melalui tindakan bedah.

?Olahraga yang disarankan bagi penderita osteoartritis yaitu renang gaya bebas dan bersepeda. Namun mereka dilarang melakukan olahraga yang memberi beban besar pada lutut. Seperti jalan, lari, treadmill, dan melompat,? imbuhnya. (tom/k18)


Berita Sejenis

Batuk Saat Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin?

Batuk Saat Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin?

Batuk dan pilek atau selesma merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil.


Stop Simpan Daging Kurban Terlalu Lama!

Stop Simpan Daging Kurban Terlalu Lama!

Biasanya, menu masakan saat Idul Adha dihiasi dengan sajian daging kurban, baik itu daging kambing, sapi, atau domba.


Begini Kiat Rawat Rambut agar Terlindung dari Polusi Udara

Begini Kiat Rawat Rambut agar Terlindung dari Polusi Udara

Tinggal di kota besar yang terpapar banyak polusi seperti Jakarta membuat Anda harus lebih ekstra merawat rambut.


Kenali Kanker Otak Stadium 4, Penyebab Meninggalnya Agung Hercules

Kenali Kanker Otak Stadium 4, Penyebab Meninggalnya Agung Hercules

Kamis (1/8) menjadi hari duka bagi dunia hiburan tanah air.


Kenali Tanda-tanda Demensia yuk...

Kenali Tanda-tanda Demensia yuk...

Untuk menentukan diagnosis demensia, dokter harus meninjau riwayat penyakit terdahulu.


Kenali Jenis Makanan yang Dapat Memicu Kolesterol Tinggi Yuk!

Kenali Jenis Makanan yang Dapat Memicu Kolesterol Tinggi Yuk!

Memiliki kadar kolesterol yang tinggi berisiko terhadap berbagai penyakit. Dua di antaranya adalah penyakit jantung dan stroke.


Sebaiknya Sarapan Sebelum atau Setelah Olahraga?

Sebaiknya Sarapan Sebelum atau Setelah Olahraga?

Makanan dan olahraga saling memengaruhi satu sama lain. Apa yang Anda makan saat sarapan akan sangat memengaruhi kondisi Anda.


Awas! Junk Food Sebabkan Puber Dini

Awas! Junk Food Sebabkan Puber Dini

Orang tua jangan memaksakan anak perempuan untuk cepat menjadi dewasa.


Kenali Fakta tentang Mimpi Yuk!

Kenali Fakta tentang Mimpi Yuk!

Bisa dipastikan, hampir semua orang pernah mengalami mimpi. Mimpi adalah kejadian yang sering kita alami kalau tidur dengan nyenyak.


Batasi Paparan, Gunakan Wifi Kurang dari Empat Jam

Batasi Paparan, Gunakan Wifi Kurang dari Empat Jam

Penggunaan wifi sah-sah saja asal ada batasnya.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!