Lifestyle
Share this on:

Kulit Kayu Jawa Cegah Infeksi

  • Kulit Kayu Jawa Cegah Infeksi
  • Kulit Kayu Jawa Cegah Infeksi

JAKARTA - Ada banyak tanaman di Indonesia yang berfungsi sebagai antioksidan. Hal ini juga ditemukan pada tanaman kayu jawa. Alumnus Jurusan Farmasi, Universitas Islam Negeri Alauddin Nurul Izzya melakukan uji aktivitas antioksidan dari fraksi heksan kulit batang kayu jawa menggunakan metode kromatografi lapis tipis.

"Ditemukan ada potensi antioksidan. Kita lihat dari perubahan warna putih kekuningan berlatarbelakang ungu pada plat KLT setelah disemprot DPPH," jelasnya.

Sampel yang diambil merupakan kulit batang utama atau cabang diambil tidak secara melingkar agar pohon tetap hidup. Serta dikeringkan untuk menghindari pertumbuhan mikroba karena area lembap dan berair akan mudah ditumbuhi mikroba dan jamur.

Kulit kayu jawa dapat digunakan untuk mengobati luka, bekas memar karena kandungan antibakteri, antiinflamasi sehinga dapat menekan tumbuhnya bakteri dan mencegah infeksi pada luka. Sehingga, kesembuhan luka dapat dipercepat.

Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya senyawa flavonoid dalam batang kayu jawa yang juga berperan dalam penyembuhan luka dengan menghentikan perdarahan yaitu melalui mekanisme vasokontriksi pada pembuluh darah, penangkal radikal bebas, penghambat hidrolisis dan oksidasi enzim, serta antiinflamasi.

Antioksidan juga dapat melawan bahaya radikal bebas sehingga bisa mencegah penyakit jantung dan kanker. Tanaman kayu jawa bisa digunakan dengan cara ditumbuk ataupun direbus untuk obat luar, luka dalam atau pasca persalinan. (ind/lin/ima)

[06:18, 9/20/2019] Hikmah Rateg: Tiup Lilin Memunculkan Bakteri di Kue

JAKARTA - Salah satu kebiasaan yang tak pernah ketinggalan ketika momen perayaan ulang tahun, adalah meniup lilin. Namun, tak banyak yang tahu jika itu tak sehat. Bakteri dari lilin bisa berpindah ke kue.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti Clemson University di South Carolina menemukan, jika meniup lilin di atas kue ulang tahun bisa meningkatkan jumlah bakteri hingga lebih dari 14 ribu kali lebih banyak.

Dosen Prodi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia Dr Alfina Baharuddin MKes, mengatakan hal tersebut termasuk infeksi udara. Napas manusia memiliki bakteri dan partikel debu yakni, bioaerosols.

Partikel ini dapat berpindah ke permukaan kue, ketika meniup lilin ulang tahun yang ada di atas kue. Namun, sebenarnya mulut dipenuhi bakteri baik dan buruk. Bakteri baik akan membantu tubuh untuk melawan patogen yang menyebabkan infeksi penyakit.

Sebaliknya, bakteri buruk dapat menyebabkan sejumlah infeksi, seperti radang tenggorokan dan infeksi telinga. Keduanya merupakan penyakit menular. Untuk itu, sebaiknya dalam perayaan ulang tahun tak meniup lilin jika kondisi kesehatan tak baik.

"Kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya. Kemungkinan kita akan sakit karena bakteri ini sangat kecil. Tetapi, jika seseorang yang meniup lilin kue ulang tahun sedang dalam keadaan sakit. Misalnya sedang flu atau batuk, maka akan membuat virus juga menempel pada lapisan krim kue. Pada saat dikonsumsi oleh orang lain tentunya mereka akan terkena virus tersebut, " ungkapnya.

Alumnus Program Doktor Kedokteran Mikrobiologi Unhas ini menambahkan pertumbuhan bakteri juga cukup signifikan. Sekali tiupan bisa meningkatkan pertumbuhan hingga 1.000 persen.

Lilin pada kue juga meningkatkan bakteri yang menutupi lebih banyak daripada ketika tidak digunakan. Karena transfer aerosol terjadi ketika mengeluarkan zat panas, seperti lilin.

Apalagi, jika kue diletakkan di lingkungan yang lembap yakni di dalam rumah yang sirkulasi udaranya tidak baik, maka akan memungkinkan ratusan jenis bakteri tumbuh di atas kue.

Selain meniup lilin, beberapa bakteri juga tumbuh di beberapa barang seperti di seprei, remote TV, ponsel, yang bisa nenularkan bakteri staphilococus aereus, salmonella typhi dan masih banyak lagi.

Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan bisul, impetigo, selulitis, dan staphylcoccal scalded skin syndrome (SSSS), yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, dan adanya nanah pada luka.

Karena itu, paling baik ketika selalu mencuci tangan setelah beraktivitas. Juga ketika ingin makan agar mencuci tangan dahulu karena tanpa disadari ada banyak bakteri di benda-benda yang selalu tersentuh.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PhD mengatakan, begitu banyak bakteri di sekitar kita. Karenanya penting untuk memperhatikan higienitas dengan rajin membersihkan tubuh dan mencuci tangan setiap saat dan sesudah beraktivitas.

Apalagi pada anak-anak, daya imunitasnya belum terbentuk dengan baik dan pada lansia yang imunitas tubuhnya menurun. Hal ini memungkinkan penyakit gangguan pencernaan akan cepat terjadi.

Ketika sudah mengalami gangguan pencernaan, ada baiknya memerhatikan konsumsi air putih yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Tiup Lilin Memunculkan Bakteri di Kue
Tiup Lilin Memunculkan Bakteri di Kue

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kiat Cegah Terbentuknya Batu Empedu

Kiat Cegah Terbentuknya Batu Empedu

Batu empedu yang terbentuk dapat terakumulasi di dalam kantung empedu dan memblokir saluran-saluran di dalamnya.


5 Cara Ini Bisa Cerahkan Kulit Wajah

5 Cara Ini Bisa Cerahkan Kulit Wajah

Mempunyai kulit wajah yang cerah tampaknya menjadi idaman setiap orang, khususnya kaum hawa.


3 Kiat Lindungi Kulit dari Kabut Asap, Simak Yuk

3 Kiat Lindungi Kulit dari Kabut Asap, Simak Yuk

Kabut asap akibat kebakaran hutan juga bisa menyebabkan munculnya jerawat, khususnya pada orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak.


Kulit Kayu Jawa Sembuhkan Luka?

Kulit Kayu Jawa Sembuhkan Luka?

Ada banyak tanaman di Indonesia yang berfungsi sebagai antioksidan. Hal ini juga ditemukan pada tanaman kayu jawa.


Benarkah Lemon Cegah Batu Ginjal?

Benarkah Lemon Cegah Batu Ginjal?

Lemon biasanya dijadikan pelengkap rasa pada minuman. Namun, di balik itu, buah asam ini bisa memecah batu ginjal.


7 Masalah Kulit yang Mirip Jerawat, Apakah?

7 Masalah Kulit yang Mirip Jerawat, Apakah?

Jerawat pernah menimpa pada hampir semua orang. Baik mereka yang memiliki kulit berminyak, kombinasi, normal, atau kering sekali pun.


Manfaat Masker Lidah Buaya untuk Kulit Berjerawat

Manfaat Masker Lidah Buaya untuk Kulit Berjerawat

Hampir setiap orang mendambakan kulit wajah bersih tanpa noda jerawat.


Mengenal Lipodistrofi Kulit Keriput Sejak Balita

Mengenal Lipodistrofi Kulit Keriput Sejak Balita

Baru-baru ini viral anak dengan kulit keriput seperti lansia.


Kenapa Ketombe tak Kunjung Hilang?

Kenapa Ketombe tak Kunjung Hilang?

Munculnya ketombe di kulit kepala sering membuat seseorang yang mengalaminya garuk-garuk.


5 Jenis Makanan ini Bisa Cegah dari Gigitan Nyamuk

5 Jenis Makanan ini Bisa Cegah dari Gigitan Nyamuk

Gigitan nyamuk memang sangat mengganggu. Bagaimana tidak, karena setelah gigitan itu, Anda akan mengalami bentol, rasa gatal, hingga meninggalkan bekas



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!