Lifestyle
Share this on:

Spons Basah Jadi Sarang Kuman

  • Spons Basah Jadi Sarang Kuman
  • Spons Basah Jadi Sarang Kuman

JAKARTA - Gunakan spons saat dalam keadaan kering. Sebab, spons basah rentan menjadi sarang kuman. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Dr Alfina Baharuddin MKes menyarankan agar membiasakan mengeringkan spons setelah dipakai. Akan tetapi, jangan menggunakan microwave. Lebih baik di bawah sinar matahari.

Spons juga sebaiknya diganti secara rutin. Selain itu, ia mengatakan agar tidak menggunakannya membersihkan jus. Kemudian, pencucian perkakas dapur dengan spons, sebaiknya dilanjutkan dengan melapnya satu per satu menggunakan tisu atau handuk agar bakteri tidak menyebar.

Alumnus Program Doktor Kedokteran Mikrobiologi Unhas ini menuturkan spons menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, karena teksturnya yang berlubang dan menyerap air dengan baik.

Spons yang telah dipakai lebih dari tiga hari dan disimpan dalam keadaan lembap atau basah adalah tempat hidup ideal bagi bakteri Escherichia Colli, Listeria, dan Salmonella. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, gangguan pencernaan, diare, disentri, radang usus, hingga typhus.

Ia juga menambahkan, jangan menggunakan spons untuk membersihkan bakteri berbahaya serta menggunakan spons untuk menggosok sisa makanan yang sudah berbau. Juga jangan menyeka daging segar, kotoran dari buah dan sayuran, susu yang tidak dipasteurisasi, muntahan, atau kotoran hewan. Gunakan saja handuk kertas, cairan pembersih atau air mengalir.

Jaga agar spons tetap bersih dan cuci spons setiap kali selesai digunakan bisa mengurangi kuman dalam spons dan menyingkirkan sebagian besar bakteri yang menempel. Pengeringan juga sederhana, murah, ramah lingkungan, dan efektif untuk mencegah jumlah bakteri.

"Sebab, bakteri yang menyukai air tidak bisa berkembang biak dengan spons kering," ujarnya.

Jangan terlalu sering kontak atau menyentuh spons yang telah digunakan meskipun sudah dilakukan pencegahan, pencucian, dan pengeringan.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Prof Sukri Plutturi SKM MKes MSc PhD mengungkapkan, bakteri sangat rentan terkena utamanya pada anak-anak yang imunitasnya belum terbentuk dengan baik dan pada lansia yang imunitas tubuhnya menurun. Hal ini memungkinkan penyakit gangguan pencernaan akan cepat terjadi akibat bakteri yang menempel.

Pada beberapa barang yang disentuh orang yang berbeda pun juga memiliki banyak bakteri. "Kalau sudah diare kan apalagi pada anak-anak cukup berbahaya. Jadi, harus menjaga kebersihan diri dengan rajin cuci tangan," ujarnya. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jadi Ibu Baru Kurang Tidur? Simak Kiat Ini Yuk!

Jadi Ibu Baru Kurang Tidur? Simak Kiat Ini Yuk!

Menyusui, mengganti popok, dan menenangkan bayi yang rewel di malam hari kerap menjadi penyebab ibu baru mengalami kurang tidur.


Sering Minum Susu Bisa Jadi Penyebab Bisul pada Anak?

Sering Minum Susu Bisa Jadi Penyebab Bisul pada Anak?

Salah satu gangguan kesehatan kulit yang sering dialami anak-anak adalah bisul.


Jadi KLB, Waspada Penularan Hepatitis A

Jadi KLB, Waspada Penularan Hepatitis A

Setalah ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Pacitan, Jawa Timur, penyakit hepatitis A tentu perlu kita waspadai penularannya.


Duh... Jatuh Cinta, Pria Ini Malah Jadi Terkena Diabetes

Duh... Jatuh Cinta, Pria Ini Malah Jadi Terkena Diabetes

Kalian semua pasti pernah dong jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Hati berbunga-bunga. Semua hari dan rasa terasa selalu manis.


Telinga Berdengung Jadi Gejala Awal

Telinga Berdengung Jadi Gejala Awal

Banyak yang sulit mendeteksi dini kanker nasofaring. Namun, ketika terjadi gangguan telinga seperti berdengung bisa jadi tanda awal kanker tersebut.


Hati-hati! Makanan dan Polusi Jadi Pemicu Kanker Nasofaring

Hati-hati! Makanan dan Polusi Jadi Pemicu Kanker Nasofaring

Baru-baru ini jagat olahraga digemparkan dengan kanker nasofaring yang diderita pebulu tangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei.


Spons Bisa Lebih Kotor dari Toilet

Spons Bisa Lebih Kotor dari Toilet

Selain piring, spons juga penting dicuci setiap hari usai digunakan.


Wow, Resleting Ini Bisa Jadi Tas

Wow, Resleting Ini Bisa Jadi Tas

Resleting identik dengan pakaian. Lazimnya, resleting untuk celana, jaket, tas, dompet dan lain-lain.


Penuhi Wasiat, Nenek 98 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot yang Jadi Satu dengan Makam Suaminya

Penuhi Wasiat, Nenek 98 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot yang Jadi Satu dengan Makam Suaminya

Cinta bisa membuat siapa saja irasional. Begitu juga Nenek Onih (98) yang rela tinggal di gubur reyot hanya untuk ?dekat? dengan sang suami.


Di Tangan Ibu-ibu PKK, Limbah Plastik Jadi Bernilai mahal

Di Tangan Ibu-ibu PKK, Limbah Plastik Jadi Bernilai mahal

Limbah plastik yang tidak ada nilainya ternyata bisa disulap anggota PKK Kelurahan Kejambon.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!