• Home
  • Berita Lokal
  • 13 Tahun Digaji Rp200 Ribu Sebulan, Guru Honorer Ini Ingin Didengar Jokowi

Lokal
Share this on:

13 Tahun Digaji Rp200 Ribu Sebulan, Guru Honorer Ini Ingin Didengar Jokowi

  • 13 Tahun Digaji Rp200 Ribu Sebulan, Guru Honorer Ini Ingin Didengar Jokowi
  • 13 Tahun Digaji Rp200 Ribu Sebulan, Guru Honorer Ini Ingin Didengar Jokowi

SLAWI - Tenaga honorer Kabupaten Tegal menyuarakan penolakan terhadap rekrutmen CPNS yang kembali dibuka pada tahun ini karena tak mengakomodir keberadaan mereka yang sudah mengabdi selama belasan tahun dengan gaji minim.

Seperti diungkap‎kan salah satu guru honorer di SDN Pangkah 04, Kecamatan Pangkah, Ifatul Mustikarini. Perempuan 37 tahun ini bersama rekan-rekanya sesama tenaga honorer menggelar aksi damai di kantor Pemkab Tegal, Kamis (27/9) demi harapan perbaikan kesejahteraan.

"Saya sudah 13 tahun jadi guru honorer. Gaji hanya Rp200 ribu, dibayar tiga bulan sekali. Itu pun kalau sudah cair," ungkapnya.

Tak hanya jauh dari layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, gaji yang diterima Ifatul juga kerap telat diberikan karena diambilkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Sering telat cairnya," ujarnya.

‎Bersama suaminya yang bekerja serabutan, Ifatul harus membiayai sekolah empat anaknya dengan gaji yang minim tersebut. Sementara untuk mengikuti tes rekrutmen CPNS yang kembali dibuka pemerintah pada tahun ini, usianya jelas sudah tak memenuhi syarat karena persyaratan usia maksimal 35 tahun. "Mau ikut CPNS tidak bisa, usia tidak mencukupi," ujarnya.

Dia pun berharap ada kebijakan pengangkatan para tenaga honorer ‎seperti dirinya menjadi CPNS berdasarkan masa kerja secara bertahap sesuai kebutuhan. Jika hal itu tidak bisa dilaksanakan, maka paling tidak pemerintah daerah bisa menerbitkan SK untuk memperjelas status tenaga honorer sehingga bisa memperoleh gaji sesuai standar Upah Minimum Kabupaten (UMK).‎

"Semoga jeritan hati kami para tenaga honorer didengar oleh Presiden Joko Widodo," katanya berharap.

Harapan senada juga diungkapkan Muhammad Arif (37). Mengabdi sejak 2005 sebagai penjaga sebuah SD negeri di Kecamatan Pangkah, Arif mendapat gaji Rp250 ribu per bulan.

"Rekrutmen CPNS tidak adil buat kami para tenaga honorer yang rata-rata sudah mengabdi di atas 10 tahun,"‎ ucapnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kesulitan Air, 352 Hektare Lahan Persawahan Puso

Kesulitan Air, 352 Hektare Lahan Persawahan Puso

Akibat kekeringan yang melanda saat ini, sebanyak 352 hektare (ha) lahan persawahan di Kabupaten Brebes mengalami gagal panen (puso).


Sekarang, Tanah Bengkok Bukan untuk Kades Loh Ya.

Sekarang, Tanah Bengkok Bukan untuk Kades Loh Ya.

Selain tunjangan dan penghasilan tetap, hasil penggelolaan tanah bengkok selama ini menjadi pendapatan yang menggiurkan bagi kepala desa (kades).


Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Tak Butuh waktu lama, Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan .


Wali Kota Minta Didoakan, Jamaah Ini Harus Digendong saat Naik Bus

Wali Kota Minta Didoakan, Jamaah Ini Harus Digendong saat Naik Bus

Ratusan jamaah calon haji Kota Tegal yang tergabung dalam Kloter 40 diberangkatkan, Rabu (17/7) malam.


Digaji Terlambat, Karyawan Perusahaan di Tegal Ngadu

Digaji Terlambat, Karyawan Perusahaan di Tegal Ngadu

Sejumlah karyawan dari salah satu perusahaan mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, Rabu (17/7) siang.


Selamat, 52 Kades Wilayah Brebes Tengah Dilantik

Selamat, 52 Kades Wilayah Brebes Tengah Dilantik

Sebanyak 52 kepala desa (Kades) di wilayah Brebes tengah, hari ini (17/7) dilantik oleh Bupati Brebes Idza Priyanti di Lapangan PG Kecamatan Kersana.


Gara-gara Kebakaran Kandang, 8 Kambing dan 1 Sapi Tewas Terpanggang

Gara-gara Kebakaran Kandang, 8 Kambing dan 1 Sapi Tewas Terpanggang

Musibah kebakaran nampaknya semakin rawan terjadi saat musim kemarau sekarang ini. Di Kabupaten Brebes, kebakaran kembali terjadi.


Siap-siap, Pasar Margasari Segera Disidak

Siap-siap, Pasar Margasari Segera Disidak

Proses pembangunan Pasar Margasari di Kecamatan Margasari saat ini masih berlangsung.


Turun Tangan, Jumadi Upayakan Persoalan Ijazah Lusiana Selesai Hari Ini

Turun Tangan, Jumadi Upayakan Persoalan Ijazah Lusiana Selesai Hari Ini

Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi langsung mendatangi rumah Diah Repelita (43) warga Jalan Tanjung RT02 RW04 Kelurahan Kejambon.


Ibu Kecelakaan, Gadis Ini Tak Bisa Daftar SMA karena Ijazahnya Ditahan

Ibu Kecelakaan, Gadis Ini Tak Bisa Daftar SMA karena Ijazahnya Ditahan

Diah Repelita (43), warga Jalan Tanjung RT 2 RW 4 Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal merupakan gambaran sosok wanita yang kuat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!