• Home
  • Berita Lokal
  • 20 Tahun Menabung Jadi Pembungkus Tempe, Nenek 93 Tahun Berangkat Haji Tahun Ini

Lokal
Share this on:

20 Tahun Menabung Jadi Pembungkus Tempe, Nenek 93 Tahun Berangkat Haji Tahun Ini

  • 20 Tahun Menabung Jadi Pembungkus Tempe, Nenek 93 Tahun Berangkat Haji Tahun Ini
  • 20 Tahun Menabung Jadi Pembungkus Tempe, Nenek 93 Tahun Berangkat Haji Tahun Ini

WAWANCARA - Pidin (kiri) mendampingi ibunya, Kadar Saad Jen saat ditemui di kediamannya, Jumat (12/7) kemarin. (yeri novel/radar slawi)

BUMIJAWA - Kadar Saad Jen (93), warga RT 3 RW 3 Desa Sokatengah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal merupakan salah seorang calon jamaah haji dari Kabupaten Tegal. Sejak masih muda, Kadar bercita-cita ingin pergi ke Baitullah Makkah untuk menjalankan rukun Islam kelima. Namun karena terkendala biaya, Kadar hanya bisa bermunajat agar keinginannya dikabulkan Sang Pencipta.

Doa yang disertai dengan usaha, dilakukan Kadar sejak 1999. Kala itu, Bangsa Indonesia sedang didera krisis moneter. Kadar mulai menabung rupiah dengan hasil keringatnya sebagai pembungkus tempe.

Dari tahun ke tahun, nenek ini akhirnya berhasil mengumpulkan uang untuk mendaftar sebagai calon jamaah haji 2013 silam. Dia mendaftar melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal dengan menyetorkan uang pertama sebesar Rp26 juta.

Setelah tercatat sebagai peserta calon jamaah haji, Kadar semakin semangat untuk menabung. Hingga akhirnya, 2018 lalu, Kadar berhasil menutup kekurangannya Rp11 juta. Tabungan dari hasil keringatnya itu, ternyata tidak sia-sia. Di 2019 ini, Kadar yang sudah berusia 93 tahun dipastikan bakal berangkat ke Tanah Suci.

”Alhamdulillah, setelah menabung selama puluhan tahun, saya bisa berangkat ke Tanah Suci,” kata Kadar, saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/7) kemarin.

Selama menunaikan ibadah haji, Kadar akan didampingi anak pertamanya, Pidin (65). Pidin dan ibunya tergabung dalam rombongan Jamaah Haji Sapu Jagat. Rombongan ini khusus untuk lanjut usia (lansia). Pidin yang bekerja sebagai petani di desanya itu mengaku sangat bangga dengan orangtuanya. Sebab, meski sudah berusia sangat tua, ibunya tetap bekerja sebagai pembungkus tempe.

Usaha tempe itu milik adik Pidin yang terakhir. Sebenarnya, anak-anak Kadar sudah melarangnya bekerja karena usianya sudah tua. ”Kita anak-anaknya tuh sudah sering memberitahu agar ibu istirahat saja, tidak usah bekerja, biar saya dan anak-anak yang cari rezeki buat naik haji. Tapi, ibu tetap kekeh ingin kerja agar bisa menabung dan berangkat haji. Alhamdullilah, mimpi itu akan jadi kenyataan tahun ini,” kata Pidin sembari mengusap air matanya yang menetes di pipinya.

Pidin sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji bersama ibunya sejak 2013 lalu. Pidin dan ibunya tidak masuk dalam 4 kloter dari Kabupaten Tegal. Tapi tergabung dalam kloter 95 dengan pemberangkatan paling akhir. Rencananya, Pidin dan ibunya akan dijemput langsung di rumahnya oleh petugas haji dari Kemenag Kabupaten Tegal.

”Saya dan ibu mulai berangkat pada 4 Agustus 2019 nanti. Kami naik pesawat dengan keberangkatan paling terakhir. Semoga saya dan ibu bisa mabrur hajinya. Pergi dan pulang dengan selamat. Bisa utuh lengkap sampai di Tegal lagi,” doa Pidin. (yer/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Warung Viral Bu Anny Buka Bersyarat
Warung Viral Bu Anny Buka Bersyarat

Berita Sejenis

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Saat Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Baru Tahu 'Burung'nya Loyo

Saat Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Baru Tahu 'Burung'nya Loyo

Kesepian lama ditinggal setahun istrinya, Daryono (47), warga Dukuh Jubang, Kertasari, Suradadi, Kabupaten Tegal nekat menyetubuhi anak dibawah umur.


Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan air baku yang akan dibangun di Kecamatan Pulosari diharapkan bisa menjadi solusi permanen mengatasi persoalan air bersih


Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


Mahasiswa KKN Sulap Sampah Jadi Minyak

Mahasiswa KKN Sulap Sampah Jadi Minyak

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang mengubah sampah anorganik menjadi minyak


Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Sampah merupakan masalah terbesar yang masih menjadi tugas utama bagi semua unsur masyarakat yang ada di Desa Pesarean.


Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Penemuan mayat dalam karung yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal sempat menimbulkan tanda tanya besar.


Lima Pelaku Pembunuh ABG Dalam Karung Terancam Bui 20 Tahun

Lima Pelaku Pembunuh ABG Dalam Karung Terancam Bui 20 Tahun

Para pelaku pembunuhan Nurhikmah (16), yang jazadnya ditemukan terbungkus karung di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal, Jumat (9/8), sudah meringku


Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

RS (19), warga Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.


Gandeng Ibu PKK, Tanaman Jagung Diolah Jadi Makanan Bernilai Jual Tinggi

Gandeng Ibu PKK, Tanaman Jagung Diolah Jadi Makanan Bernilai Jual Tinggi

Mahasiswa KKN Undip di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu mengajari ibu-ibu PKK memanfaatkan tanaman jagung menjadi makanan bernilai jual tinggi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!