Lokal
Share this on:

Abrasi Sungai Mulai Ancam Lahan Pertanian Warga

  • Abrasi Sungai Mulai Ancam Lahan Pertanian Warga
  • Abrasi Sungai Mulai Ancam Lahan Pertanian Warga

TERGERUS - Lahan pertanian di sekitar jalan Kabupaten Cikamuning-Kebandungan tergerus arus Sungai Pemali, kemarin. (teguh supriyanti/radar brebes)

BANTARKAWUNG - Sejumlah warga pemilik lahan pertanian di tepi Sungai Pemali, tepatnya disepanjang jalan Kabupaten Pangarasan-Kebandungan, mengeluhkan abrasi yang terjadi di wilayah tersebut. Pasalnya, lahan pertanian mereka semakin menyempit karena tergerus abrasi sungai Pemali.

Kondisi paling parah, berada di wilayah Dukuh Pendil Desa Kebandungan. Di lokasi tersebut, aliran sungai Pemali yang melintas di sisi utara jalanterus mengikis perkebunan jabung hingga tepian jalan. "Alur sungai semakin mengarah ke bagian selatan, sehingga mengikis keberadaan kebun jagung dan juga badan jalan," ungkat Arifin (55), warga setempat, kemarin.

Atas kondisi tersebut, warga telah menyampaikan usulan agar sungai Pemali dapat dinormalisasi. Tujuannya adalah mengembalikan alur sungai agar menjauh dari badan jalan. "Jika tidak segera mendapat penanganan melalui normalisasi, maka bukan tidak mungkin kebun kami akan habis. Bahkan jalan Kabupaten ini akan putus yang kedua kalinya," tandas Arifin.

Dikatakan Arifin, Desa Pangarasan dan Kebandungan dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil komoditas palawija. Terbanyak adalah jenis jagung, yang pemasarannya hingga luar daerah dalam setiap musim panen.

"Tapi sekarang pemilik lahan kesulitan meningkatkan hasil panen, kendala salah satunya yakni berkurangnya lahan garapan akibat terkikis arus sungai ini," ucapnya.

Camat Bantarkawung Sumarno membenarkan kondisi yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, sejak musim hujan berlangsung saat ini, sejumlah titik yang berdekataan dengan lokasi rawan bencana alam terus mendapat perhatian.

"Termasuk jalan di ruas Pangarasan-Kebandungan ini, sebab merupakan akses utama masyarakat dalam berkegiatan, selain juga merupakan lahan pertanian warga," terang Camat.

Menurut dia, menghadapi musim penghujan yang berlangsung saat ini, pihaknya telah berkoodinasi dengan pihak pengairan untuk dilanjutkan kepada Balai PSDA Pemali Comal terkait kondisi wilayah rawan bencana.

"Kita telah menyampaikan kondisi yang terjadi, jika dibiarkan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana menghambat akses bagi masyarakat dan juga kerusakan lingkungan," jelasnya. (pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Warga Tegal Desak Kapolri Usut Dalang Kerusuhan 22 Mei

Warga Tegal Desak Kapolri Usut Dalang Kerusuhan 22 Mei

Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat mendesak Kapolri mengusut tuntas dalang kerusuhan dalam aksi unjuk rasa 22 Mei di Jakarta.


Kabur usai Tabrak Warga, Sopir Dibekuk di Cilacap

Kabur usai Tabrak Warga, Sopir Dibekuk di Cilacap

Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan korbannya di Jalingkut Tegal.


Congkel Jendela, Petani Gasak Empat Telepon Seluler

Congkel Jendela, Petani Gasak Empat Telepon Seluler

Kholik (28), warga Dukuh Wanalaba Desa Jatilaba Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal harus berurusan dengan polisi.


Diselingkuhi Istrinya, Suami Nekat Bawa Kabur Sepeda Motor Selingkuhannya

Diselingkuhi Istrinya, Suami Nekat Bawa Kabur Sepeda Motor Selingkuhannya

Sakit hati diselingkuji istrinya, Widodo, warga Desa Pegojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes nekat membawa kabur sepeda motor milik selingkuhan istriny


15 Tahun Derita Penyakit Kulit Langka, Keluarga Koriah Minta Bantuan Bupati

15 Tahun Derita Penyakit Kulit Langka, Keluarga Koriah Minta Bantuan Bupati

Sekitar 15 tahun, Koriah (30), warga Desa Begawat RT 5 RW 3 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal menderita penyakit kulit.


Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Warga di sekitar wilayah RW 14 Kelurahan Panggung Kota Tegal mengeluhkan kerap merasakan pusing pada jam-jam tertentu.


Warga Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Warga Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, biasanya diikuti dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar-pasar tradisional dan modern.


Datangu KPU, Peserta Aksi Tolak People Power

Datangu KPU, Peserta Aksi Tolak People Power

Puluhan massa yang mengatasnamakan warga kabupaten Tegal menggeruduk KPU Kabupaten Tegal, Jumat (17/5) siang.


Kabur dari Rumah, Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Pemali

Kabur dari Rumah, Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Pemali

Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di aliran Sungai Pemali, Kamis (16/5) sore.


Di Slawi, Kerbau Impor Mulai Dikenalkan sebagai Daging Alternatif

Di Slawi, Kerbau Impor Mulai Dikenalkan sebagai Daging Alternatif

Kebutuhan daging sapi dan kambing saat bulan Ramadan maupun Lebaran diprediksi bakal meningkat tajam.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!