• Home
  • Berita Lokal
  • Ada 27 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Tegal

Lokal
Share this on:

Ada 27 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Tegal

  • Ada 27 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Tegal
  • Ada 27 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Tegal
  • Ada 27 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Tegal
  • Ada 27 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Tegal

SLAWI - Dalam waktu sepekan, dua kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Tegal yang mengakibatkan korban tewas 4 orang. Terdapat 27 perlintasan KA yang tak memiliki palang pintu yang perlu mendapat perhatian agar tak kembali memakan korban jiwa.

"Ada kurang lebih 27 perlintasan kereta api tanpa palang pintu di seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Itu yang ngitung Unit Dikayasa," kata Kanit Laka Satlantas Polres Tegal Ipda Teguh Setiawan, Jumat (6/7).

Menurut Teguh, keberadaan perlintasan tanpa palang pintu tersebut membahayakan masyarakat. Namun yang bisa dilakukan kepolisian hanyalah memasang papan atau spanduk himbauan agar masyarakat yang melintas waspada dan berhati-hati.

"Kita sudah memasang himbauan di tiap perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu agar masyarakat lebih berhati-hati,"‎ ujar Teguh.

‎Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal Abdul Ghoni saat dimintai tanggapan sebelumnya berharap ada langkah bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait keberadaan perlintasan-perlintasan ‎tanpa palang pintu, terutama yang dibuat oleh warga atau perlintasan liar.

"Kami perlu bersama-sama dengan PT KAI sebagai pihak yang berwenang untuk memikirkan permasalahan tersebut," katanya.

Ghoni mengutarakan, PT KAI selalu menginginkan agar perlintasan-perlintasan yang liar ditutup. Di sisi lain, warga juga membutuhkan akses jalan dalam beraktivitas sehingga membuat sendiri jalan yang melintasi rel kereta.

"Kami peduli terkait keselamatan warga karena kita memberikan pelayanan ke warga, tapi kan harus bersama-sama dengan KAI. Tidak bisa kami sendiri. ‎Ini sudah sering kami sampaikan," ujarnya.

Menurut Ghoni, pihaknya juga harus mengalokasikan anggaran untuk memasang palang pintu dan honor bagi petugas yang disiagakan di perlintasan-perlintasan tanpa palang pintu.

"Di situ kan ada THL (Tenaga Harian Lepas) yang harus dibayar. Sementara kami juga harus memacu program-program lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

Seperti diberitakan, dua orang yang berboncengan sepeda motor tertabrak KA Kamanda saat melintasi perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Tembok Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Kamis (5/7) malam. Keduanya yang masih satu kerabat tewas seketika di lokasi kejadian.

Tepat sepekan sebelumnya atau Kamis (28/6) siang, sebuah mobil Nissan Grand Livina ditabrak KA Kamandaka saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi. Dalam kecelakaan ini, dua orang tewas yakni pengemudi dan penumpang mobil yang merupakan ayah dan anak.

Selain tak dilengkapi palang pintu, kondisi kedua perlintasan kereta api yang sudah memakan korban jiwa itu juga gelap saat malam hari sehingga warga yang melintas harus berhati-hati. (far/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!