Lokal
Share this on:

Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS

  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS
  • Akhir Tahun, 95 Persen Warga Kota Tegal Ber-JKN KIS

TEGAL - Hingga Januari lalu, dari 280.117 jiwa penduduk Kota Tegal, sudah 203.321 jiwa yang memiliki jaminan kesehatan melalui program jaminan kesehatan nasional kartu Indonesia sehat (JKN-KIS). Sehingga masih tersisa 76.796 jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

Itu terungkap saat launching universal health coverage (UHC) program jaminan kesehatan nasional di Kota Tegal tahun 2018 di Auditorium Akper Pemkot Tegal, Kamis (8/2). Launching ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemkot Tegal dengan BPJS Kesehatan Cabang Tegal.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dr. Aris Jatmiko MM AAK mengapresiasi tinggi niat mulia Pemkot Tegal, yang berkeinginan kuat untuk mendaftarkan seluruh penduduknya menjadi peserta program JKN-KIS. Menurut Aris, dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama, dapat menstimulasi cakupan kepesertaan semesta bagi seluruh penduduk Kota Tegal.

"Dengan komitmen yang kuat dari Pemkot Tegal ini, kami yakin perlindungan program JKN-KIS akan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Ditambahkan Aris, falsafah dan dasar negara yaitu Pancasila, utamanya sila ke-5 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas keadilan sosial, termasuk hak yang sama dalam memperoleh akses di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau.

Untuk mewujudkannya, papar Aris, sejak 1 Januari 2014 silam diselenggarakanlah program jaminan kesehatan nasional-kartu indonesia sehat (JKN-KIS), yang kepesertaannya terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selama lebih dari empat tahun berjalan, tambah Aris, pertumbuhan peserta program ini terbilang cukup pesat. Jumlah kepesertaannya mencapai lebih dari 189.6 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia.

"Sampai saat ini dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, tercatat 487 kabupaten/kota dari 34 provinsi telah mengintegrasikan jamkesdanya ke program JKN-KIS. Di awal tahun ini sudah ada 3 provinsi, 76 kabupaten, dan 26 kota yang sudah mencapai Universal Health Coverage di wilayahnya," terang Aris.

Aris membeberkan, salah satu manfaat unggulan yang dapat diterima peserta JKN-KIS, termasuk peserta integrasi jamkesda adalah portabilitas. Di mana setiap pemegang kartu JKN-KIS, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Saat ini, BPJS Kesehatan sudah menjalin kerja sama dengan lebih dari 21 ribu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan lebih dari 3.500 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Jumlahnya, ungkap Aris, akan terus diperluas, untuk meningkatkan akses peserta terhadap layanan program JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal A Prasetya Harry P, SH AAK mentargetkan 1 Desember mendatang, 95 persen warga di Kota Tegal sudah memegang kartu JKN-KIS. Target ini berdasarkan kesepahaman Pemkot Tegal melalui Dinas Kesehatan(Dinkes).

Pemkot Tegal, beber Prasetya, akan memberikan pembiayaan kepada 17.068 jiwa warga miskin di Kota Tegal, yang merupakan penambahan atas masyarakat yang ditanggung oleh Pemkot Tegal dari sebelumnya sebanyak 24.143 jiwa. Sehingga nantinya, total masyarakat yang ditanggung iurannya oleh APBD Kota Tegal menjadi 41.211 jiwa, serta melakukan terobosan-terobosan lainnya.

"Nantinya akan ada instruksi sampai ke lurah, untuk mendorong dan memastikan warganya menjadi peserta program JKN-KIS," tambah dia.

Prasetya Harry juga tak menampik jika masih ada karyawan perusahaan maupun UMKM yang belum didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS. Untuk inipun, ungkap Prasetya, Pemkot Tegal siap melakukan sosialisasi. Selain itu, petugas pemeriksaan BPJS Kesehatan Cabang Tegal bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal juga akan kontinyu melakukan monitoring ke perusahaan-perusahaan yang ada.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal memastikan ke-17.064 warga miskin di Kota Tegal yang belum tercover jaminan kesehatan nasional (JKN) akan ditanggung Pemkot Tegal mukai tahun ini. Nursholeh menjelaskan, 17.064 warga miskin belum memiliki kartu JKN, karena berbagai sebab. Seperti ketidaktahuan masyarakat atau masalah komunikasi yang tidak lancar.

"Sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Program JKN, diinstruksikan kepada Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan anggaran program jaminan kesehatan. Pemkot Tegal berkomitmen untuk menindaklanjutinya segera,” tegas Nursholeh.

(muj/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!