Lokal
Share this on:

Alhamdulillah, Jalur Penyelamat Akhirnya Dibangun Juga

  • Alhamdulillah, Jalur Penyelamat Akhirnya Dibangun Juga
  • Alhamdulillah, Jalur Penyelamat Akhirnya Dibangun Juga

DIBANGUN - Pembangunan jalur penyelamat sementara dimulai pengerjaannya di eks terminal lama Bumiayu atau depan kantor uji petik, kemarin. (teguh supriyanto/radar brebes)

BUMIAYU - Pembangunan jalur penyelamat sementara sebagai upaya mengantisipasi terjadinya insiden kecelakaan yang disebabkan kendaraan rem blong, mulai direalisasikan. Jalur penyelamat dibangun di lahan eks terminal lama Bumiayu, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.

Kepala UPT Dinas PU wilayah Bumiayu Suharto mengatakan, jalur penyulamat tersebut dibangun sepanjang 25 meter, lebar 4 meter dengan permukaan paling tinggi 4 meter. "Pengerjaan sudah mulai dilaksanakan, dengan tahap awal pembangunan bagian pondasi. Di mana nantinya, landasan jalur penyelamat semakin meninggi diarah ujung," ungkapnya, kemarin.

Dikatakan, jalur penyelamat darurat sementara ini dibangun untuk mengantisipasi kendaraan yang melaju tidak terkendali saat melewati turunan Flyover Kretek. Sementara jalur penyelamat permanen baru akan dibangun pada 2019.

"Pembangunan jalur permanen membutuhkan pembebasan lahan warga, sehingga pembangunannya membutuhkan waktu," kata Suharto.

Mulai dilakukannya pembangunan jalur penyelamat, disambut baik oleh warga sebagai langkah pengamanan agar peristiwa kecelakaan yang kerap terjadi khususnya di sepanjang jalur Bumiayu-Paguyangan dapat terhindarkan.

"Meskipun bersifiat sementara, namun kami berharap kedepan bisal lebih dimaksimalkan. Hal ini karena masyarakat sendiri sudah sangat trauma atas seringnya kecelakaan di jalur ini," ucap Faizin (44), warga sekitar.

Menurut dia, idealnya di sepanjang jalur Bumiayu-Paguyangan ini terdapat lebih dari satu titik jalur penyelamat. Hal ini dikarenakan, jalur sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Bumiayu dengan Paguyangan tersebut, dalam kondisi menurun panjang dari arah selatan ke utara.

"Idealnya ada lebih dari satu jalur penyelamat, yakni ada di sekitar bagian utara flyover Kretek atas sekitar Gardu PLN dan sisi selatan Samsat Bumiayu," katanya.

Kondisi itu, menurut dia, sebagai warga asli yang telah lama menetap dipinggiran jalur tersebut, insiden truk rem blong kerap terjadi saat truk melintas di sekitar Flyover Kretek dan sebelum SMPN 1 Paguyangan. Sehingga, saat ada truk yang mengalami kendala rem disekitar flyover, maka bisa menyelamatkan selepas gardu PLN. Sedangkan kondisi yang sama terjadi di sekitar SMPN 1 Paguyangan, maka bisa menyelamatkan di selatan Samsat.

"Jika cuma mengandalkan satu, atau letaknya di terminal lama, tentu masih beresiko jika ada truk rem blong dari wilayah flyover sebelum sampai ke lokasi jalur penyelamat," terangnya. (pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Warga Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Tiga Warga Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Kecelakaan beruntun yang terjadi di tol Cipali arah Jakarta juga membawa duka bagi keluarga di Desa Tarub Kabupaten Tegal.


Kawasan Jalan Pancasila Akan Ditata, Dipercantik, dan Dilebarkan

Kawasan Jalan Pancasila Akan Ditata, Dipercantik, dan Dilebarkan

Selain menata kawasan Alun-alun dan Pantai Alam Indah (PAI), Pemkot Tegal juga berencana merevitalisasi kawasan sepanjang Jalan Pancasila.


Kakek yang Hilang Ditemukan Lemah Tergeletak di Jalan

Kakek yang Hilang Ditemukan Lemah Tergeletak di Jalan

Sanuri (63), yang sebelumnya dikabarkan hilang di sekitar Kali Sirongge akhirnya ditemukan, Jumat (14/6) sore.


Pedagang di Depan RSUD Brebes Ditertibkan

Pedagang di Depan RSUD Brebes Ditertibkan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes akhirnya menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di depan RSUD Brebes.


Selamat, Sekda Baru Brebes Resmi Dilantik

Selamat, Sekda Baru Brebes Resmi Dilantik

Setelah melewati beberapa tahap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes akhirnya resmi memiliki sekretaris daerah (sekda) baru.


Hari Terakhir Arus Balik, Pantura Dipadati Pemotor dan Kendaraan Pribadi

Hari Terakhir Arus Balik, Pantura Dipadati Pemotor dan Kendaraan Pribadi

Memasuki H+5 Idul Fitri 2019 jalur Pantura masih dipadati pemudik mengarah ke Jakarta, Senin (10/6) pagi.


Pemudik Masih Padati Jalur Pantura Brebes

Pemudik Masih Padati Jalur Pantura Brebes

Kendaraan dari arah timur di ruas pantura Brebes merayap. Banyaknya kendaraan yang melintas menyebabkan di sejumlah titik tersendat.


Jalur Selatan Mulai Dipadati Kendaraan Pemudik

Jalur Selatan Mulai Dipadati Kendaraan Pemudik

Memasuki H+4 Idul Fitri, volume kendaraan yang melewati jalur Purwokerto-Tegal, Sabtu (8/6) siang hingga sore hari, mengalami peningkatan.


Pantura Sepi, Hanya 43.847 Kendraan yang Lewat

Pantura Sepi, Hanya 43.847 Kendraan yang Lewat

Jumlah kendaraan pemudik yang melintas di jalur Pantura Kota Tegal mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.


Sistem One Way Masih Diberlakuan

Sistem One Way Masih Diberlakuan

Pemberlakukan sistem one way di ruas jalur tol yang sebelumnya direncanakan hanya akan berlangsung hingga 2 Juni 2019, hingga Senin (3/6) pagi masih diberlakuan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!