• Home
  • Berita Lokal
  • Aneh! Tanah dan Bagian Rumah Dipakai untuk Proyek, tapi Warga Tak Terima Ganti Rugi

Lokal
Share this on:

Aneh! Tanah dan Bagian Rumah Dipakai untuk Proyek, tapi Warga Tak Terima Ganti Rugi

  • Aneh! Tanah dan Bagian Rumah Dipakai untuk Proyek, tapi Warga Tak Terima Ganti Rugi
  • Aneh! Tanah dan Bagian Rumah Dipakai untuk Proyek, tapi Warga Tak Terima Ganti Rugi

ADIWERNA - Belasan rumah warga Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal terancam longsor. Kondisi itu dipicu pembangunan jembatan penghubung antara Desa Tembok Luwung dengan Desa Grobog Kulon Kecamatan Pangkah.

Selain mengancam longsor, pembangunan jembatan juga diduga bakal menutup akses jalan puluhan rumah warga di desa tersebut. Salah satu warga, H. Suripto (50) mengaku sangat dirugikan dengan pembangunan jembatan itu.

Selain ketiga rumahnya terancam longsor, akses jalan keluar masuk rumahnya juga bakal tertutup dinding jembatan. Bahkan, ada beberapa bangunan rumahnya yang terpaksa dibongkar untuk memperlancar pembangunan jembatan itu.

Misalnya, garasi, kanopi, pagar rumah, dan teras rumah. Meski sudah dibongkar, tapi dia tidak mendapatkan ganti-rugi dari pemerintah. Padahal, bangunan rumah dan tanahnya itu milik pribadi.

?Akibat pembangunan jembatan ini, saya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah,? kata Suripto, warga RT 34 RW 7 Desa Tembok Luwung, kemarin.

Selain mengalami kerugian itu, Suripto juga khawatir usahanya tidak jalan. Sebab, toko yang berada di sebelah rumahnya itu terancam tertutup dinding jembatan.

Praktis, akses jalannya juga tertutup. Sejauh ini, penyedia jasa atau kontraktor yang mengerjakan pembangunan jembatan tersebut tidak pernah memberikan sosialisasi ihwal ketinggian jembatan.

Kontraktor hanya menyampaikan jika akan membangunan jembatan selama beberapa pekan ke depan. ?Kalau seperti ini, usaha saya bisa mati. Lalu saya harus mengadu kemana,? ucapnya sedih.

Ketua RT 34 desa setempat, Andi Setioko mengatakan hal senada. Menurut dia, ada beberapa rumah warganya yang terancam longsor. Utamanya yang berada di sekitar jembatan.

Selain itu, akses jalan puluhan rumah warganya juga akan tertutup. Sebab, ketinggian jembatan nyaris sejajar dengan ketinggian rumah warga.

?Walaupun jembatannya belum jadi, tapi kalau saya lihat dinding jembatannya bakal menutup gang,? ujarnya.

Bangunan rumah yang dibongkar akibat pembangunan jembatan tersebut tidak hanya milik Suripto. Ada beberapa warga lainnya yang bangunan depan rumahnya terpaksa dibongkar.

Padahal, rumah itu dibangun dengan biaya sendiri. Tanahnya juga milik sendiri. Tapi giliran dibongkar untuk pembangunan jembatan, warganya tidak mendapatkan ganti rugi.

?Saya sudah pernah menanyakan tentang itu ke pemerintah desa dan kontraktornya. Tapi jawabannya, tidak ada anggaran untuk ganti-rugi. Lalu kerugian warga kami yang menanggung siapa,? cetusnya.

Dia berharap, Pemkab Tegal bisa memberi solusi terkait masalah tersebut. Dia tidak ingin warganya melakukan aksi yang dapat merugikan semua pihak. Sejatinya, pembangunan jembatan jangan terlalu tinggi.

Akses jalan keluar masuk rumah juga jangan ditutup. Sedangkan warga yang rumahnya dibongkar supaya mendapat ganti-rugi. ?Jangan sampai pembangunan jembatan ini memicu warga melakukan aksi anarkis. Pemkab Tegal harus bisa mengantisipasi semua ini,? pintanya. (yer/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Bobol Atap, Dua Remaja Gasak 11 HP dan Voucher Pulsa

Bobol Atap, Dua Remaja Gasak 11 HP dan Voucher Pulsa

Polisi akhirnya berhasil meringkus dua terduga pelaku pencurian di sebuah kouner HP di Kecamatan Talang.


Linmas Akan Ikut Jaga 28 Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Linmas Akan Ikut Jaga 28 Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

Satpol PP Kabupaten Brebes akan nenerjunkan anggota Linmas untuk mengamankan arus lalu lintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.


Awas Masih Ada Makanan Berboraks dan Formalin

Awas Masih Ada Makanan Berboraks dan Formalin

Memasuki pekan ketiga Ramadan, Dinas Kesehatan melakukan sidak makanan dan minuman di sejumlah pasar tradisional dan swalayan.


Amankan Hasil Pemilu 2019, Tentara dan Polisi Jadi Pagar Betis

Amankan Hasil Pemilu 2019, Tentara dan Polisi Jadi Pagar Betis

Guna mengamankan proses Pengumuman Hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019, Polres Tegal dan Kodim 0712/Tegal akan menjadi pagar betis.


Diselingkuhi Istrinya, Suami Nekat Bawa Kabur Sepeda Motor Selingkuhannya

Diselingkuhi Istrinya, Suami Nekat Bawa Kabur Sepeda Motor Selingkuhannya

Sakit hati diselingkuji istrinya, Widodo, warga Desa Pegojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes nekat membawa kabur sepeda motor milik selingkuhan istriny


Dinkes Brebes Siapkan 25 Posko dan Siagakan 2.532 Paramedis

Dinkes Brebes Siapkan 25 Posko dan Siagakan 2.532 Paramedis

25 posko kesehatan disiapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes untuk menyambut pemudik yang melintas di wilayahnya.


Sidak Pasar dan Mal, Bupati Dapati Sagu dan Terasi Berbahaya

Sidak Pasar dan Mal, Bupati Dapati Sagu dan Terasi Berbahaya

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Tegal Umi Azizah melakukan inspeksi mendadak ditemani tim sistem keamanan terpadu.


15 Tahun Derita Penyakit Kulit Langka, Keluarga Koriah Minta Bantuan Bupati

15 Tahun Derita Penyakit Kulit Langka, Keluarga Koriah Minta Bantuan Bupati

Sekitar 15 tahun, Koriah (30), warga Desa Begawat RT 5 RW 3 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal menderita penyakit kulit.


Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Warga di sekitar wilayah RW 14 Kelurahan Panggung Kota Tegal mengeluhkan kerap merasakan pusing pada jam-jam tertentu.


Ramadan, Komunitas Tangan Kaki Pemuda Ajak Yatim Bersukacita

Ramadan, Komunitas Tangan Kaki Pemuda Ajak Yatim Bersukacita

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Selain sebagai ladang ibadah, bulan mulia itu juga kesempatan untuk berbagi dengan sesama.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!