• Home
  • Berita Lokal
  • Aniaya Adik Kelasnya, Tiga Mahasiswa Universitas Peradaban Ditahan

Lokal
Share this on:

Aniaya Adik Kelasnya, Tiga Mahasiswa Universitas Peradaban Ditahan

  • Aniaya Adik Kelasnya, Tiga Mahasiswa Universitas Peradaban Ditahan
  • Aniaya Adik Kelasnya, Tiga Mahasiswa Universitas Peradaban Ditahan

DIGIRING- Ketiga pelaku penganiayaan mahasiswa di UPB saat ini menjadi tahanan Polres Brebes, kemarin. (dedi sulastro/radar brebes)

BREBES - Polres Brebes akhirnya menetapkan tiga pelaku penganiayaan salah seorang mahasiswa di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) sebagai tersangka. Ketiganya telah ditahan, Senin (11/12) lalu.

Ketiga pelaku tersebut yakni HSR (23), ARF (21), dan AAF (22). Sebelum menetapkan tersangka, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu saksi-saksi serta mempertemukan pelaku dengan korban, Selasa (9/1) lalu.

Dari hasil pemeriksaan tersbeut, pihak kepolisian meningkatkan status saksi menjadi tersangka. "Saat ini ketiga tersangka sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Brebes," ungkap Kapolres Brebes melalui Kasatreskrim Polres Brebes AKP Arwansya, kemarin.

Dia menjelasakan, dari hasil penyelidikan, pelaku dijerat pasal 170 KUHP/351 Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara selama sembilan tahun penjara.

Terkait adanya kemungkinan tersangka lain, mantan kapolsek Jatibarang tersebut belum bisa memastikannya. Yang jelas, kata dia, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.

"Masih kita dalami. Jadi terkait adanya tersangka lain kita masih terus memeriksa dan mendalami kauss ini," jelasnya.

Salah seorang pelaku, ARF mengaku, menyesal dengan kejadian tersebut. Diakuinya, tidak ada niatan untuk melakukan penganiayaan tersebut.

Dia hanya ingin menanyakan terkait pesan singkat whatsapp yang mengungkapkan terkait tidak ada kegiatannya di mahasiswa pecinta alam (mapala).

"Sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan penganiayaan, kita hanya ingin menanyakan maksud dan tujuan dia (korban, red) mengirim pesan singat tersebut. Dan saya menyesal atas kejadian ini," jelansya.

Diberitakan sebelumnya, kasus kekerasan di lingkungan kampus hingga menyebabkan seorang mahasiswa semester I mengalami cidera parah, mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Brebes. M Sukron Mamun (19), diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya, hingga menyebabkan luka fisik maupun psikis.

Sukron mengaku kejadian berawal dari pesan (chat) whatsApp (WA) yang dikirim ke seorang teman. Isinya mengenai keluhan tidak adanya kegiatan UKM Mapala di kampus.

Dia tidak menyangka jika screenshoot pesan WA tersebut oleh temannya kemudian dikirim ke dalam grup, dan mendapat tanggapan serius dari para seniornya. Hingga pada hari Senin tersebut, dia dipanggil ke kampus oleh para pelaku, sehingga insiden tersebut pun terjadi. (ded/ism/zul)

Berita ini sudah terbit di Harian Pagi Radar Tegal edisi, Jumat (12/1).

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!