• Home
  • Berita Lokal
  • Antre Urus E-KTP Sejak Dinihari, Nomor Antrean Dijual Oknum Rp50 Ribu

Lokal
Share this on:

Antre Urus E-KTP Sejak Dinihari, Nomor Antrean Dijual Oknum Rp50 Ribu

  • Antre Urus E-KTP Sejak Dinihari, Nomor Antrean Dijual Oknum Rp50 Ribu
  • Antre Urus E-KTP Sejak Dinihari, Nomor Antrean Dijual Oknum Rp50 Ribu

SLAWI - Banyaknya pemohon kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal hingga pemohon harus antre sejak dinihari dimanfaatkan sejumlah oknum untuk meraih keuntungan. Mereka menjual nomor antrean kepada warga yang hendak mencetak e-KTP.

Informasi yang diperoleh radartegal.com, terdapat sejumlah oknum tertentu yang memperoleh nomor antrean untuk mengurus e-KTP lalu ditawarkan kepada warga yang tidak kebagian nomor antrean karena sudah habis sebelum pelayanan dibuka pukul 07.30 WIB.

Seperti sudah menjadi rahasia umum, sejumlah sumber yang sehari-hari biasa beraktivitas di kantor Disdukcapil membenarkan hal itu. Salah satu sumber menyebut biaya untuk mendapat nomor antrean tersebut Rp50.000.

"Jadi tidak perlu ikut antre lama-lama," kata sumber tersebut.

Menurutnya, keberadaan oknum yang menawarkan jasa untuk mengantre nomor antrean mulai ada sejak jumlah warga yang hendak mengurus e-KTP membludak, sementara nomor antrean yang disediakan Disdukcapil dibatasi hanya 300 setiap harinya.

"Sejak tahun baru (2018), mulai banyak warga yang sudah datang dan antre sejak dini hari karena nomor antrean dibatasi hanya 300, tapi yang datang lebih dari 300. Sebelum tahun baru kan sistemnya pakai SMS (SMS Gateway)," ujarnya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal Salu Panggalo tak menampik adanya oknum yang menjual nomor antrean kepada warga yang hendak mengurus e-KTP. "Saya akui itu memang kelemahannya. Tadi pagi juga masih ada. Saya akui itu (ada oknum jual nomor antrean)," ungkap Salu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/3) kemarin.

‎Menurut Salu, indikasi adanya oknum yang sengaja mencari nomor antrean untuk dijual diketahui saat Disdukcapil mulai membuka pelayanan pukul 07.30 WIB dan memberi nomor urut yang akan digunakan untuk mencetak e-KTP keesokan harinya.

"Warga yang sudah mengantre nomor kan kami minta baris untuk mendapat nomor urut atau nomor dada yang nantinya akan dipanggil untuk mencetak e-KTP. Nah ada nomor-nomor yang tidak ada di barisan,"‎ katanya.

Ditanya langkah Disdukcapil terkait hal itu, Salu mengakui, tidak ada tindakan yang diambil. Dia mengaku hanya bisa mengikuti keinginan masyarakat. "Saya ikuti kehendak masyarakat saja. Nomor-nomor yang tidak ada di barisan dianggap tidak ada," ucapnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diganti Baru, Kotak Suara Pemilu Lama Dilelang

Diganti Baru, Kotak Suara Pemilu Lama Dilelang

Kotak suara yang telah digunakan pada Pilkada 2018 bakal dilelang. Pasalnya, kotak suara yang juga digunakan sejak Pemilu 2004 bakal diganti dengan yang baru.


Jalan Dibeton, Jalur Purwokerto-Bumiayu Macet Parah Lebih dari 12 Jam

Jalan Dibeton, Jalur Purwokerto-Bumiayu Macet Parah Lebih dari 12 Jam

Arus lalu lintas di ruas jalan nasional Tegal-Purwokerto macet parah sejak, Selasa (18/9) malam, lalu.


Ingat, Data Penduduk Akan Diblokir Jika Lewati Batas Ketentuan

Ingat, Data Penduduk Akan Diblokir Jika Lewati Batas Ketentuan

Pemerintah mengancam akan memblokir data kependudukan warga yang berusia 23 tahun lebih, tapi belum melakukan perekaman KTP-el hingga 31 Desember mendatang.


2019, Kabupaten Brebes Akan Punya Mal Pelayanan Publik

2019, Kabupaten Brebes Akan Punya Mal Pelayanan Publik

Pemerintah Kabupaten Brebes berencana membuat Mal Pelayanan Publik untuk mempermudah warga mengurus pembuatan Kartu Keluarga, KTP, akte kelahiran, izin usaha.


Sudah Difoto tapi KTP Belum Jadi-jadi, Bawa KK dan Suket untuk Validasi

Sudah Difoto tapi KTP Belum Jadi-jadi, Bawa KK dan Suket untuk Validasi

Masih banyaknya keluhan masyarakat terhadap pencetakan KTP elektronik setelah merekam data, disikapi Disdukcapil Kabupaten Tegal.


Inalillahi... Tabrak Truk Boks Mogok, Sopir Tewas Tergencet

Inalillahi... Tabrak Truk Boks Mogok, Sopir Tewas Tergencet

Kecelekaaan maut terjadi di ruas tengkorak Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Purwahamba Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal, Sabtu (15/9) dinihari.


Buntut Kasus Bokong Semar, Empat Pejabat Pemkot Diperiksa

Buntut Kasus Bokong Semar, Empat Pejabat Pemkot Diperiksa

Empat pejabat Pemkot Tegal sejak sepekan kemarin terlihat keluar masuk ruang penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mapolres Tegal Kota.


Rupiah Keok, Perajin Logam Berancang-ancang PHK Karyawannya

Rupiah Keok, Perajin Logam Berancang-ancang PHK Karyawannya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang hampir menembus Rp15 ribu, berimbas pada pengusaha logam besi di Kabupaten Tegal.


Ingat Gaes! STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Bisa Dihapus

Ingat Gaes! STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Bisa Dihapus

Sudah seharusnya pada pemilik kendaraan tidak membiarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mati.


Rupiah Terpuruk, Pengrajin Perkecil Ukuran Tempe yang Dijual

Rupiah Terpuruk, Pengrajin Perkecil Ukuran Tempe yang Dijual

Melambungnya dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada pengrajin tempe di Kabupaten Tegal karena harga kedelai ikut naik.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!