Lokal
Share this on:

Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

  • Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean
  • Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean
  • Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean
  • Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

PAGERBARANG - Sampah merupakan masalah terbesar yang masih menjadi tugas utama bagi semua unsur masyarakat yang ada di Desa Pesarean. Penanganan sampah yang masih kurang tepat, membuat lingkungan sekitar cenderung kurang nyaman untuk dipandang.

Sehingga muncul ide dari mahasiswa KKN untuk memanfaatkan sampah-sampah plastik yang berserakan untuk dijadikan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Mahasiswa KKN Tim II Undip berhasil membuat aquaponic dengan memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan utamanya.

Kamis, 15 Agustus 2019 mahasiswa melakukan sosialisasi terkait pembuatan, manfaat, serta perawatan aquaponic. Acara ini dihadiri oleh warga dan kepala Desa Pesarean, yang bertempat di rumah kepala desa.

Respon warga terbilang positif, karena mereka beranggapan bahwa aquaponic ini dapat memberikan berbagai manfaat bagi desa. Selain itu, warga pun tertarik untuk membuat kembali aquaponic dan berusaha mengembangkannya.

Pada kegiatan ini, warga juga diajarkan membuat filtrasi air dari bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh.

“Aquaponic ini nantinya memiliki prospek yang cukup bagus jika terus dikembangkan,” ucap pak Lasdie, selaku kepala Desa Pesarean.

Aquaponic sendiri merupakan perpaduan antara aquaculture dan hydroponic yang saling menguntungkan. Aquaculture merupakan budidaya ikan, sedangkan hydroponic merupakan budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanam.

Inovasi yang dikeluarkan oleh mahasiswa KKN Tim II Undip merupakan jawaban atas permasalahan sampah yang ada di Desa Pesarean. Di sisi lain, aquaponic dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena ikan yang dibudidayakan dapat dikonsumsi dan hasil dari hidroponik dapat dijual kembali.

Selain itu, aquaponic juga tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga mampu menjadi solusi bagi pemanfaatan lahan. Dengan adanya aquaponic ini juga diharapkan mampu untuk mengganti stigma masyarakat bahwa budidaya ikan membutuhkan lahan yang luas.

Aquaponic ini menggunakan ikan nila merah sebagai ikan budidaya dan tanaman kangkung sebagai tanaman hydroponic. Kenapa menggunakan nila merah dan kangkung? Karena ikan nila merah memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sementara kangkung memiliki siklus panen yang tergolong cepat.

Perawatan aquaponic ini juga tidak terlalu sulit, karena tanaman yang ada tidak perlu disiram. Cukup dengan memberi makan ikan, dan tidak perlu khawatir akan kebersihan air. Karena air akan melewati proses filtrasi terlebih dahulu sebelum masuk ke kolam. Pembuatannya juga tidak susah, karena alat-alat dan bahan yang dibutuhkan mudah didapatkan di pasaran.

Pemanfaatan tersebut diharapkan mampu untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di Desa Pesarean. Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dari masyarakat agar mampu mengolah sampah dengan baik. (ist/ima)

Berita Sebelumnya

Mahasiswa KKN Sulap Sampah Jadi Minyak
Mahasiswa KKN Sulap Sampah Jadi Minyak

Berita Sejenis

Debit Air PDAM Menurun

Debit Air PDAM Menurun

Memasuki puncak musim kemarau, mengakibatkan debit air untuk melayani kebutuhan pelanggan PDAM mengalami penurunan.


World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

Hari bersih-bersih sedunia atau World Clean Up Day, jadi momentum untuk memulai hidup bersih. Berbagai daerah di Indonesia pun turut memperingatinya.


Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Palang Merah Indonesia (PMI), KSB Guci dan Gupala mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makan petugas dan relawan sebanyak 300 porsi.


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Pertemuan ketua partai peroleh kursi di DPRD Kabupaten Tegal telah sepakat untuk berkoalisi.


Warga Tamansari, Jalan Satu Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Warga Tamansari, Jalan Satu Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Kelangkaan air bersih di beberapa desa di Kecamatan Jatinegara sudah dirasakan sejak bulan Juli lalu.


Ke Manado, Gubernur Ganjar Tunda Kunjungan ke Dusun Sawangan

Ke Manado, Gubernur Ganjar Tunda Kunjungan ke Dusun Sawangan

Rencana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ke Dusun Sawangan untuk melihat kebakaran hutan lereng Gunung Slamet ditunda.


Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Polisi gadungan yang membawa kabur gadis Pemalang, Sari, ternyata kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani.


Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet Meluas Jadi 18 Hektare

Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet Meluas Jadi 18 Hektare

Hingga, Rabu (18/9) malam, api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Slamet sejak sehari sebelumnya belum dapat dipadamkan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!