Lokal
Share this on:

Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik

  • Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik
  • Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik

SLAWI - Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II yang akan digelar di 115 desa di Kabupaten Tegal dinilai rawan konflik dan permasalahan yang dipicu sejumlah aturan dalam peraturan bupati (perbup).

Anggota DPRD Kabupaten Tegal Rudi Indrayani mengatakan, Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 27 Tahun 2018 yang menjadi salah satu dasar hukum pelaksanaan pilkades belum sempurna. "Beberapa aturan masih berpotensi menimbulkan perdebatan dan konflik," katanya.

Salah satu aturan yang berpotensi menimbulkan konflik, Rudi berujar, adalah terkait batas coblosan dalam surat suara. Aturan itu menyebut bahwa coblosan yang mengenai garis kotak gambar calon kepala desa (kades) yang lebih berat ke dalam, dinilai sah. Namun, sebaliknya yang berat keluar dinyatakan tidak sah.

Menurut Rudi, aturan itu multitafsir. Tiap calon akan memiliki persepsi yang berbeda-beda sehingga bisa menjadi perdebatan. "Aturan itu harus disikapi sebelum pilkades berlangsung. Harus ada solusi agar para calon memiliki pemahaman yang sama," ujar Rudi.

Rudi juga tidak sepakat dengan aturan bahwa pemilihan harus menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Sebab masih banyak masyarakat yang belum memiliki E-KTP. "Aturan itu tidak tepat. Hak masyarakat harus tersalurkan. Itu dilindungi undang-undang," tandasnya.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim berpendapat senada. Ada aturan dalam pilbup yang harus diantisipasi oleh panitia pilkades.

"Pilkades gelombang dua masih menggunakan perbup yang sama. Belum ada perubahan aturan dalam perbup tersebut. Salah satunya terkait coblosan simetris," katanya kemarin.

Aturan terkait coblosan simetris yang sempat ramai saat pilkades gelombang I, menurut Agus, bisa diantisipasi dengan kesepakatan bersama panitia pilkades yang dilegalkan melalui berita acara. "Berita acara juga harus diberitahukan kepada pengawas kecamatan. Kalau menurut saya, coblosan simetris tidak sah," pinta dia.

Agus juga menilai aturan yang mengharuskan foto calon kades seragam yakni berlatar belakang foto putih, jas warna hitam, dasi warna merah dan peci warna hitam bisa membingungkan masyarakat. "Harusnya tidak ada aturan seperti itu," ucapnya.

Agus mengaku baru mengetahui adanya aturan itu setelah perbup keluar karena pembuatan perbup tidak melibatkan DPRD. "Kami baru tahu setelah disahkan," tukasnya. (far/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pimen Kiye, 6.309 Warga Kabupaten Tegal Masih Belum Perekaman e-KTP

Pimen Kiye, 6.309 Warga Kabupaten Tegal Masih Belum Perekaman e-KTP

Dua bulan menjelang pemilu serentak 2019, ribuan warga Kabupaten Tegal masih belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).


Tak Kunjung Pulang, ternyata Meninggal Jatuh dari Tebing Setinggi 4 Meter

Tak Kunjung Pulang, ternyata Meninggal Jatuh dari Tebing Setinggi 4 Meter

Tirah (55), warga Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang ditemukan meninggal dunia, jatuh dari tebing setinggi sekitar 4 meter.


Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki Berumur Sehari Tergeletak di Tepi Saluran Irigasi

Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki Berumur Sehari Tergeletak di Tepi Saluran Irigasi

Warga sekitar areal persawahan di Desa Pagejugan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes heboh.


Tiga Ruang Kelas Ambruk, Siswa MTs di Danawarih Ngungsi

Tiga Ruang Kelas Ambruk, Siswa MTs di Danawarih Ngungsi

Ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Al Hasyimiyah Desa Danawarih Kecamatan Balapuang Kabupaten Tegal ambruk.


Tebing Longsor, Jalan Penghubung Dua Kecamatan Tertutup

Tebing Longsor, Jalan Penghubung Dua Kecamatan Tertutup

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Jemasih Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes mengakibatkan tanah di sekitar Gunung Sunia longsor, Senin (18/2) malam.


Hujan Angin, Empat Rumah Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan Angin, Empat Rumah Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Desa Pakujati Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Senin (18/2) sore.


Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Putus

Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Putus

Jembatan yang menghubungkan Dukuh Mranggi ke Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong putuh.


Pisah dengan Istrinya dan Sakit-sakitan, Pria Nekat Kendat

Pisah dengan Istrinya dan Sakit-sakitan, Pria Nekat Kendat

Hariri, warga Dukuh Waru RT 06 RW 04 Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes ditemukan meninggal dunia menggantung pada blandar rumahnya.


Jazad Warga yang Hanyut Ditemukan Tiga Kilometer Tertutup Sampah

Jazad Warga yang Hanyut Ditemukan Tiga Kilometer Tertutup Sampah

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Sugiono, warga RT 4 RW 2 Desa Setu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal yang hilang di sungai Kamis (14/2) lalu.


Gendeng! Ayah Cabuli Anak Tirinya Sejak 2016

Gendeng! Ayah Cabuli Anak Tirinya Sejak 2016

Suparman alias Parman (43), warga Dusun Gombong RT 05 RW 03 Desa Warungpring Kecamatan Warungpring divonis 13 tahun penjara dan denda Rp10 juta.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!