Lokal
Share this on:

Awas! Wartawan Abal-abal Masih Gentayangan

PEMALANG - Fenomena wartawan abal-abal rupanya tak pernah selesai. Selain menciderai dunia pers, oknum wartawan gadungan juga meresahkan karena seringkali memeras korbannya.

Baru-baru ini wartawan gadungan kembali bergentayangan di Pemalang. Untuk melancarkan aksinya, pelaku bahkan mengaku-ngaku sebagai wartawan Radar Tegal.

Kanit 3 Satreskrim Polres Pemalang Iptu Bobby menceritakan, pelaku awalnya mendatangi salah satu kades di Pemalang. Namun tak hendak konfirmasi berita, wartawan abal-abal yang mengaku bernama Edo ini justru menyinggung kehidupan pribadi kades tersebut. Bahkan mengancam bila tak menyerahkan uang akan menyebarkan informasi pribadinya itu.

"Korban terus diteror dan dimintai sejumlah uang," kata Bobby, bersama Kanit Regident Ipda Nuryanto.

Mendapati laporan itu polisi langsung memburu pelaku. Perburuan itu dimulai pada Jumat (2/8) malam dengan membuat janji ketemuan antara pelaku dan korban di Alun-alun Pemalang. Namun pelaku tak datang, tapi justru mengirimkan nomer rekening, BRI 410901013084538 atas nama T GULTOM dan meminta korban mengirimkan bukti transfer bila sudah mengirimkan uang. Dari catatan Radar Tegal, nama tersebut tidak tercantum dalam daftar pegawai.

"Kami kepolisian terus berupaya memberantas upaya-upaya pemerasan," sambungnya.

Divisi Hukum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pemalang Budi Harto mengatakan, tidak dibenarkan dengan alasan apapun seseorang yang mengaku berprofesi sebagai jurnalis melakukan upaya penekanan apalagi motivasi penekanan tersebut adalah uang. Karena itu sangat bertentangan dengan Undang-undang Pers.

Wartawan resmi menurutnya dibekali kartu identitas. Selain dari perusahaan tempatnya bekerja juga dari organisasi profesi resmi yang bernaung di Dewan Pers, yaitu PWI, AJI dan IJTI.

Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada semua instansi, baik di tingkat desa maupun kabupaten untuk tidak memberikan apapun kepada oknum wartawan tersebut.

"Jangan pernah segan untuk melaporkan tindak pidana itu kepada pihak yang berwajib. Kami dari PWI akan mendukung laporan tersebut," katanya. (sul/ima)

Berita Sebelumnya

Ditinggal Mandi, Rumah Ludes Terbakar
Ditinggal Mandi, Rumah Ludes Terbakar

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


130 Siswa Sajikan Perjuangan Bung Tomo Lewat Teater

130 Siswa Sajikan Perjuangan Bung Tomo Lewat Teater

Seni teater hingga sekarang masih terus menggeliat.


Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Sampah merupakan masalah terbesar yang masih menjadi tugas utama bagi semua unsur masyarakat yang ada di Desa Pesarean.


Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada

Merapi Luncurkan Awan Panas, Gunung Slamet Masih Waspada

Gunung Merapi dikabarkan kembali meluncurkan awan panas.


Sebelum Dihabisi, Nurhikmah Diajak Berwisata Kelima Terduga Pelaku

Sebelum Dihabisi, Nurhikmah Diajak Berwisata Kelima Terduga Pelaku

Penemuan mayat Nurhikmah (16), yang jazadnya sudah menjadi tengkorak di dalam karung di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal masih menjadi buah bibir


Para Terduga Pembantai ABG Dalam Karung Masih Ada Hubungan Saudara

Para Terduga Pembantai ABG Dalam Karung Masih Ada Hubungan Saudara

Jajaran Polres Tegal terus berupaya mengungkap misteri penemuan jazad dalam karung yang ditemukan di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.


Sudah 6 Jam Api Masih Menyala di Pabrik Pengolahan Kayu

Sudah 6 Jam Api Masih Menyala di Pabrik Pengolahan Kayu

Hingga kini, Rabu (7/8), api yang membakar Pabrik Pengolahan kayu di Jalur Pantura Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal masih menyala.


Empat Siswa SMK asal Brebes Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan

Empat Siswa SMK asal Brebes Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan

Pencarian korban-korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Pieces masih dilakukan Tim Gabungan, Senin (5/8) hari ini.


Gawat! Target Pembangunan Pasar Margasari Masih Minus

Gawat! Target Pembangunan Pasar Margasari Masih Minus

Pembangunan Pasar Margasari yang sudah berjalan selama delapan minggu belum memenuhi target.


Usai Roadrace, Depan Rumdin Sekda dan Ketua Dewan Banyak Sampah

Usai Roadrace, Depan Rumdin Sekda dan Ketua Dewan Banyak Sampah

Pelaksanaan roadrace nampaknya masih menyisakan masalah. Pihak panitia diketahui belum membersihkan sisa-sisa ajang balapan motor di Alun-alun Hanggawana, Slawi



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!