• Home
  • Berita Lokal
  • Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Lokal
Share this on:

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

  • Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal
  • Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

MARGASARI - Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.

Banyak perabotan rumah tangga milik warga yang rusak akibat ulah hewan tersebut. Seperti terjadi di wilayah Kecamatan Pagerbarang, babi hutan masuk ke dalam kamar rumah milik warga dan merusak perabotan rumah tangga dan televisi. Juga di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa dan Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, babi hutan ini turun gunung pada sore hari.

Mantan Kepala Desa Cempaka Abdul Khayyi, Senin (12/8) mengatakan, dua tahun terakhir ini jumlah babi hutan yang turun ke lahan pertanian dan permukiman warga semakin banyak. Warga menduga persediaan makanan dan air di hutan sudah habis, sehingga banyak hewan khususnya babi hutan yang turun gunung ke perkampungan warga.

"Mungkin karena musim kemarau, sehingga banyak babi hutan turun ke pemukiman untuk mencari makanan. Bahkan ada perabotan rumah penduduk yang rusak akibat babi hutan ini," katanya.

Seringnya babi hutan turun gunung, tambah Khayyi, membuat warga mulai tidak tenang. Sebab warga tidak lagi bisa memanfaatkan tanah Perhutani untuk ditanami jagung, singkong dan kacang karena dirusak oleh babi hutan tersebut.

Bahkan pada tahun 2019, babi hutan yang masuk ke perkampungan pernah menyerang dua warga pada bulan Oktober tahun lalu. Warga yang diserang merupakan warga Desa Cempaka dan Desa Gunungagung, Kecamatan Bumijawa.

Keduanya diserang babi hutan hingga terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Kalau malam hari babi hutan masuk ke pemukiman warga. Tapi karena sudah sepi, tidak ada warga yang diserang. Namun, keberadaan babi hutan yang masuk ke perkampungan sudah meresahkan masyarakat," tambahnya.

Pada instansi terkait, lanjut Khayyi, supaya segera mengambil langkah agar babi hutan tak lagi berkeliaran dan membahayakan warga. Minimal, melakukan penjagaan bersama masyarakat agar babi hutan tidak masuk ke dalam perkampungan. Karena kalau dibiarkan, babi hutan bisa masuk ke dalam rumah dan membahayakan bagi penghuninya. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Palang Merah Indonesia (PMI), KSB Guci dan Gupala mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makan petugas dan relawan sebanyak 300 porsi.


Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Slamet mulai masuk ke Guci.


Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Sampah plastik menjadi persoalan pencemaran lingkungan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sampah berbahan ini sulit teruai.


Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet Dukuh Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Diterjang Angin Puting Beliung, Dua Atap Rumah Terseret 50 Meter

Diterjang Angin Puting Beliung, Dua Atap Rumah Terseret 50 Meter

Bencana alam angin puting beliung melanda Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Jumat (20/9) pukul 10.45 WIB.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Massa Aliansi Mahasiswa Pancasakti menggeruduk DPRD Kota Tegal Jumat (20/9).


Relawan Perkirakan Sudah 30 Hetare Hutan Gunung Slamet Hangus

Relawan Perkirakan Sudah 30 Hetare Hutan Gunung Slamet Hangus

Hingga hari ke-3, Kamis (19/9) kemarin, kebakaran lereng Gunung Slamet diperkirakan telah menghanguskan 30-an hektare hutan lindung di kawasan gunung tertinggi


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!