Lokal
Share this on:

Bahasa Ngapak Tegal Direkomendasikan Masuk Mulok

  • Bahasa Ngapak Tegal Direkomendasikan Masuk Mulok
  • Bahasa Ngapak Tegal Direkomendasikan Masuk Mulok

DISKUSI - Peserta Kongres II Bahasa Tegal terlihat antusias diskusi dengan narasumber tentang rekomendasi bahasa daerah untuk masuk kurikulum mulok kemarin. (syamsul falak/radar tegal)

TEGAL - Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Bahasa Tegal kembali merekomendasikan bahasa ngapak tegalan masuk kurikulum pembelajaran muatan lokal (mulok). Rekomendasi itu merujuk hasil Kongres II Bahasa Tegal yang dihadiri anggota LPP, semua instansi pemerintah terkait, camat, lurah, kasek, pengawas dan guru mengajar bahasa jawa di Pesonna Hotel, Rabu (5/12).

Ketua LPP Bahasa Tegal Dr. Maufur mengungkapkan, digelarnya Kongres II Bahasa Tegal bertujuan untuk merumuskan, memutuskan, hingga merekomendasikan bahasa tegalan sebagai upaya melestarikan serta mengembangkan bahasa daerah. Sebab, dengan pertimbangan sudah menjadi bagian keseharian yang identik di masyarakat satu rekomendasi formal yang disepakati, yakni dimasukkannya bahasa tegal dalam kurikulum bermuatan lokal mulai SD hingga SLTA.

"Mata pelajaran bahasa daerah yang semula menggunakan dialek bahasa jawa solo akan lebih efektif jika diubah menjadi dialek tegalan," terangnya.

Terkait proses perumusan dan teknis rekomendasi kongres, lanjut Maufur, pihaknya juga melibatkan semua peserta dalam pembahasan yang akan diusulkan kepada Pemkot Tegal dan Pemprov Jateng. Selain itu, dasar hukum yang menjadi acuan pengajuan rekomendasi mulok bahasa tegalan, juga akan disertai pembahasan raperda, perwal, penyelenggaraan lokakarya kurikulum bahasa tegal, menyiapkan kurikulum hingga SDM guru-guru, serta buku bahan ajar.

Sekretaris LPP Bahasa Tegal Haryo Guritno menambahkan, dalam pembahasan bahasa tegal sebagai rekomendasi mulok pada Kongres II Bahasa Tegal ternyata mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ini dibuktikan dengan hadirnya Kepala Disdikbud Provinsi Jateng dan Kepala Disdikbud Kota Tegal yang mengawal langsung proses kongres bahasa tegal.

"Untuk pembicara kongres, kami juga menghadirkan tujuh narasumber meliputi Prof. Dr Rustono, Prof. Dr Teguh, Dr. Burhan, Dr. Maufur, Irawan, Sisdiono Ahmad, dan Kepala Disdikbud Kota Tegal, Johardi," pungkasnya. (syf/ela/zul)

Berita Berikutnya

Kesetrum Kepalanya, Tukang Cat Kritis
Kesetrum Kepalanya, Tukang Cat Kritis

Berita Sejenis

Siti Nurhayati : Jangan Jadi Pemilih Transaksional

Siti Nurhayati : Jangan Jadi Pemilih Transaksional

Puluhan kader memadati kantor sekretariat DPD Partai Golkar Kota Tegal, Sabtu (15/12).


Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ratusan Sopir Diperiksa Kesehatannya

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ratusan Sopir Diperiksa Kesehatannya

Ratusan awak bus, Jumat (14/12), dicek kesehatannya oleh petugas gabungan di Terminal Bus Tegal.


Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Jumlah warga Kabupaten Tegal yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan datanya siap cetak atau berstatus print ready record (PRR) mencapai 71.000 orang.


Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) disergap Satreskrim Polres Tegal Kota, Jumat (14/12) siang.


Belum Sempat Kuras Isi Toko, Komplotan Maling Ini Keburu Diringkus

Belum Sempat Kuras Isi Toko, Komplotan Maling Ini Keburu Diringkus

Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal meringkus komplotan pembobol toko di wilayah Kabupaten Tegal. Salah seorang anggota komplotan maling ini ternyata masih di ba


Rusak, 5.634 KTP Elektronik Akan Dipotongi

Rusak, 5.634 KTP Elektronik Akan Dipotongi

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal akan memusnahkan 5.634 KTP elektronik (KTP el).


Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

250 nelayan di Kabupaten Tegal mendapat alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (13/12).


Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Sejumlah warga di Kabupaten Tegal dan sekitarnya dikejutkan dengan bunyi mendengung yang tak lazim, Jumat (14/12), sekitar pukul 01.10 WIB dinihari.


Jumlah Pemilih di Kabupaten Tegal Tembus 1,2 Juta

Jumlah Pemilih di Kabupaten Tegal Tembus 1,2 Juta

Jumlah pemilih Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Tegal ditetapkan sebanyak 1.206.180 orang.


4.752 Keping KTP Elektronik Tak Terpakai Digunting dan Dibolongi

4.752 Keping KTP Elektronik Tak Terpakai Digunting dan Dibolongi

Disdukcapil Kabupaten Tegal mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang tidak terpakai dan menumpuk di kecamatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!