• Home
  • Berita Lokal
  • Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Lokal
Share this on:

Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

  • Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi
  • Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

ANALISA - Petugas Dishub Kabupaten Brebes menganalisa kondisi jalur di bawah Flyover Kretek, kemarin. (teguh supriyanto/radar brebes)

PAGUYANGAN - Banyaknya desakan agar jalur di bawah Flyover Kretek difungsikan lagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes melakukan inventarisasi. Ini dilakukan sebagai bagian persiapan pemfungsian lagi ruas jalan di jalur utama Tegal-Purwokerto itu, Kamis (13/12) kemarin.

Kepala Seksi (Kasi) Penguji Sarana Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes Muhammad Reza Prisman mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai persiapan awal, terkait rencana penerapan rekayasa manajemen lalu lintas. Ini, papar dia, sebagai upaya meminimalisasi bahaya yang ada di flyover.

"Penggunaan jalur bawah flyover mewacana menyusul seringnya terjadi kecelakaan. Sehingga kita memandang perlu melakukan analisa sebagai persiapan," ungkap Reza.

Menurut dia, pembukaan jalur bawah perlu didahului dengan analisa mendalam guna menghindari bahaya yang kemungkinan juga bisa terjadi. Sehingga sejumlah aspek kita perhatikan dan pelajari di sini. "Kita tidak ingin langkah pembukaan ini justru menjadikan bahaya atas flyover bertambah, atau justru berpindah ke bawah. Sebab di bawah sini juga banyak aktivitas masyarakat," terangnya.

Analisa yang dilakukan meliputi, kesiapan jalur, analisa volume kendaraan yang berpotensi melintas di jalur bawah, lebar dan panjang jalan. "Jangan sampai nanti kendaraan besar yang wacananya akan dialihkan melalui jalur bawah ini, bersinggungan dengan kendaraan kecil karena banyaknya aktifitas warga di bawah," ingatnya.

Dalam melakukan analisa, pihaknya juga menekankan persiapan manajemen rekayasa lalu lintas secara matang. Langkah tersebut dilaksanakan dengan memenuhi kaidah manajemen rekayasa lalu lintas.

Selain melakukan kajian di jalur bawah flyover, Dinas Perhubungan kemarin juga melakukan pemasangan banner terkait larangan bagi bus maupun truk untuk memasuki jalur utama Bumiayu. "Pemasangan dilaksanakan di beberapa titik, yakni pertigaan Pagojengan sebagai pintu masuk Bumiayu arah selatan dan Rancakalong di wilayah utaranya," jelas Edy Siswanto, Kepala Terminal Tipe C Bumiayu. (pri/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan siswa SMK Dinamika bersumpah tidak akan terlibat tawuran lagi.


Berdua Naik Motor, Disenggol lalu Tunangan Meninggal Terlindas Trailer

Berdua Naik Motor, Disenggol lalu Tunangan Meninggal Terlindas Trailer

Sepeda motor matik Honda Beat warna merah G 5500 DU yang ditunggangi sepasang kekasih ditarbrak truk trailer bermuatan plat baja di Jalur Pantura KM 9 Desa Mar


Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Seorang buruh, warga Desa Pesucen RT 10 RW 02 Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Danuri (65) ditemukan tewas gantung diri di bawah pohon gayam.


Empat Siswa Diamankan Lagi, Polisi Sita Celurit Panjang

Empat Siswa Diamankan Lagi, Polisi Sita Celurit Panjang

Polres Tegal Kota kembali mengamankan empat siswa yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan dan pengeroyokan dari kediamannya masing-masing.


Setahun, di Brebes 107 Orang Meninggal di Jalan

Setahun, di Brebes 107 Orang Meninggal di Jalan

107 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2018 lalu. Angkat itu lebih banyak dibading 2017 silam.


Pemkot Tegal Diminta Benahi Kawasan Tidak Sesuai Peruntukkan

Pemkot Tegal Diminta Benahi Kawasan Tidak Sesuai Peruntukkan

Fraksi Partai Amanat Nasional untuk Nurani Rakyat (Pantura) DPRD Kota Tegal meminta Pemkot Tegal membenahi kawasan yang tidak sesuai peruntukkannya.


Gawat Gaes, Kapasitas TPAS Jalan Mataram Tinggal Setahun

Gawat Gaes, Kapasitas TPAS Jalan Mataram Tinggal Setahun

Komisi III DPRD Kota Tegal memprediksi daya tampung atau kapasitas TPAS Kota Tegal yang berada di Jalan Mataram, tinggal satu tahun lagi.


Tol Semarang-Pejagan Mahal, Kendaraan Berat Pilih Jalur Pantura

Tol Semarang-Pejagan Mahal, Kendaraan Berat Pilih Jalur Pantura

Pascaberoperasinya Tol Trans Jawa, kendaraan pribadi lebih banyak yang memilih melintas via tol.


Empat Uang Kertas yang Tak Berlaku Lagi

Empat Uang Kertas yang Tak Berlaku Lagi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal menegaskan empat uang kertas emisi lama sudah tidak berlaku dan ditarik dari peredaran per 1 Januari.


476 Kecelakaan di Kabupaten Tegal Renggut 151 Nyawa

476 Kecelakaan di Kabupaten Tegal Renggut 151 Nyawa

Sebanyak 476 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di wilayah Kabupaten Tegal sepanjang 2018. Dalam kecelakaan itu, 151 orang meninggal dunia.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!