Lokal
Share this on:

Begini Mewahnya Rumah Pemilik Warteg di Kampungnya

  • Begini Mewahnya Rumah Pemilik Warteg di Kampungnya
  • Begini Mewahnya Rumah Pemilik Warteg di Kampungnya

DUKUHTURI - Desa Sidakaton Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal sudah lama dikenal sebagai kampung warteg. Sebab, banyak warganya yang memiliki usaha warteg di Jakarta. Kesuksesan menggeluti usaha turun-temurun itu tak hanya tergambar di rumah-rumah mewah mereka, tapi juga mewujud dalam fasilitas-fasilitas umum desa dan kegiatan-kegiatan sosial yang digelar.

Mulyadi (54) salah seorang di antaranya. Dia merupakan warga Desa Sidakaton yang sudah menjadi pengusaha warteg sejak 1988 silam. Mulyadi memiliki warteg di daerah Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Sebagai salah satu pengusaha warteg sukses, Mulyadi didaulat menjadi ketua Forum Arobito, salah satu komunitas pengusaha warteg di Jakarta.

Ia juga menjadi pembina di komunitas pengusaha warteg Forum Pasida dan Barokah, dua komunitas pengusaha warteg lainnya. Sedikitnya 80 pengusaha warteg berhimpun dalam tiga komunitas itu. Paling banyak berasal dari Desa Sidakaton. Lainnya ada yang yang dari Desa Sidapurna, Kaligangsa (Kota Tegal). Tapi kebanyakan memang dari Sidakaton, kata Mulyadi kemarin.

Sudah jamak diketahui, banyaknya pengusaha warteg di Desa Sidakaton, salah satunya bisa dilihat dari keberadaan rumah-rumah megah nan mewah di sepanjang jalan desa. Rumah-rumah yang lebih sering kosong ditinggal pemiliknya itu seperti menjadi bukti kesuksesan yang diraih dari usaha warteg di Jakarta.

Mulyadi mengakui bisa membangun rumah di desa adalah salah satu ukuran kesuksesan seorang pengusaha warteg. Tapi ia menampik jika dikatakan rumah yang dibangun itu haruslah memiliki bangunan mewah.

Memang ukuran sukses di kalangan pengusaha warteg ya bisa bangun rumah. Tapi itu ada dorongan dari orangtua juga. Mereka minta untuk membangun rumah di desa. "Supaya tidak melupakan desa. Supaya tetap pulang kampung," ujarnya.

Upaya untuk tidak melupakan tempat kelahiran setelah sukses di perantauan juga dilakukan para pengusaha warteg dengan ikut berkonstribusi pada pembangunan fasilitas-fasilitas umum di desa mereka. Di Desa Sidakton misalnya.

Para pengusaha warteg dari Forum Arobito menyumbangkan sebagian penghasilan mereka untuk pembangunan tempat pemakaman umum, gapura, dan jembatan di desa setempat. "Pembangunannya dari sumbangan dari pengusaha warteg. Dari Jakarta, uangnya ditransfer ke desa," ungkap Mulyadi.

Tak hanya membangunan fasilitas umum, Forum Arobito juga rutin menggelar bakti sosial di desa. Antara lain pemberian paket sembako dan santunan anak yatim. Mereka juga rutin mengumpulkan infak dan sedekah dalam tiap kesempatan berkumpul rutin.

"Bulan puasa tahun ini, kami membagikan 600 paket sembako dan santunan untuk 1.000 anak yatim. Selain itu, ada juga pemberian beasiswa," ucap Mulyadi.

Sekitar 50 persen warga Sidakaton memiliki usaha warteg. Warung mereka tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Rata-rata usaha mereka dijalankan secara turun-temurun. Saya juga meneruskan usaha yang dirintis orangtua.

"Tapi belum tahu apakah nanti diteruskan anak saya atau tidak," katanya.

Ada kecenderungan anak-anak pengusaha warteg sekarang tidak tertarik meneruskan usaha yang dijalankan orangtuanya. Salah satu faktor penyebabnya adalah pendidikan. Kalau yang pendidikannya sampai kuliah, banyak yang tidak mau nerusin. Lebih ingin kerja yang lain. Selain itu, warteg sekarang juga beda dengan dulu.

"Sekarang susah cari karyawan," tuturnya.

Meski demikian, Mulyadi meyakini warteg tetap bertahan meski tidak semua anak pemilik warteg mau terjun mengurus usaha warteg orangtuanya. "Ya warteg tidak akan punah. Malah sekarang juga ada yang berkembang jadi franchise," tandasnya.

Yah, dari sekitar 14.700 penduduk Sidakaton yang tersebar di 42 RT dan 12 RW, ada sekitar 1.800 atau 20 persennya adalah pengusaha warteg di Jakarta. Jumlah pengusaha warteg itu, menurutnya, terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Salah satunya faktornya karena pertanian sekarang kan susah. Banyak gagal panen. Jadi warga banyak yang usaha ke Jakarta. Salah satunya usaha warteg," kata Kepala Desa Sidakaton Untung Basuki, kemarin.

Ketika kesuksesan menghampiri, para pengusaha warteg itu kemudian membangun rumah di desa. Namun Untung menampik jika pemilik rumah-rumah mewah yang ada di Desa Sidakaton seluruhnya adalah pengusaha warteg. Ada juga yang merupakan pegawai instansi pemerintah.

"Ya mungkin benar tolak ukur suksesnya mereka bisa bangun rumah yang bagus. Selain itu juga bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai kuliah," ucapnya.

Untung juga mengakui kepedulian para pengusaha warteg terhadap pembangunan atau kegiatan di desa. Meski kesehariannya lebih sering berada di Jakarta, mereka tetap mau ikut berperan melalui sumbangan dana.

"Ketika ada pembangunan fasilitas umum di desa yang tidak bisa didanai ADD atau dana desa, mereka mau ikut berpartisipasi dan antusias. Jadi meskipun berada di Jakarta, mereka tetap memiliki kepedulian kepada desa," katanya.(far/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gas Elpiji 3 Kg di Tegal Langka, Begini Tanggapan Pertamina

Gas Elpiji 3 Kg di Tegal Langka, Begini Tanggapan Pertamina

Sejumlah warga belakangan kelimpungan, karena kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram.


Sangat Sadis, Begini Peran Kelima Pelaku saat Mengeksekusi Nurhikmah

Sangat Sadis, Begini Peran Kelima Pelaku saat Mengeksekusi Nurhikmah

Apa yang dilakukan pelaku terhadap Nurhikmah (16), ABG yang tewas dalam karung, sungguh di luar batas kewajaran.


Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Penemuan mayat dalam karung yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal sempat menimbulkan tanda tanya besar.


Cemburu dan Sakit Hati, Alasan Para Pelaku Tega Habisi Nurhikmah

Cemburu dan Sakit Hati, Alasan Para Pelaku Tega Habisi Nurhikmah

Misteri pembunuhan terhadap Nurhikmah (16) yang jazadnya ditemukan dalam rumah kosong akhirnya terungkap.


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Rumah Habib Muhamad Al Kaff Ludes Terbakar dalam Hitungan Menit

Rumah Habib Muhamad Al Kaff Ludes Terbakar dalam Hitungan Menit

Ruah mmilik Habib Muhamad Al Kaff (50) di Desa Kaligayam RT 17, RW 05, Kecamatan Talang, Minggu (11/8)


Jenazah Korban Tertabrak Kereta Akhirnya Diambil Keluarganya

Jenazah Korban Tertabrak Kereta Akhirnya Diambil Keluarganya

Identitas jenazah yang diduga remaja perempuan korban tertabrak kereta di Pemalang sudah diketahui setelah ayah kandungnya datang ke rumah sakit


Idul Adha, Rumah Habib Muh Giren Ludes Terbakar

Idul Adha, Rumah Habib Muh Giren Ludes Terbakar

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.


Kerugian Kebakaran Hebat Rumah Warga Pantura Tegal Capai Ratusan Juta

Kerugian Kebakaran Hebat Rumah Warga Pantura Tegal Capai Ratusan Juta

Tiga rumah milik warga di Dukuh Blendung RT 14, RW 05 Desa Bojongsana, (sebelumnya disebut Kertasari) Kecamatan Suradadi, Jumat (9/8).


Dini Hari, Sejumlah Rumah Warga di Pantura Terbakar Hebat

Dini Hari, Sejumlah Rumah Warga di Pantura Terbakar Hebat

Sejumlah bangunan dan rumah warga di Dukuh Blendung RT 14 RW 05 Desa Kertasari Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal diamuk si jago merah, Jumat (9/8) pukul 00.05



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!