Lokal
Share this on:

Begini Penuturan Korban Begal yang Dibacok Jari-jarinya

  • Begini Penuturan Korban Begal yang Dibacok Jari-jarinya
  • Begini Penuturan Korban Begal yang Dibacok Jari-jarinya

KRAMAT - Aksi kejahatan di Kota Tegal semakin nekat. Seorang karyawan SPBU Larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal menjadi korban pembegalan di Jalan Raya Martoloyo, Kota Tegal, Senin (1/10). Korban mengalami luka karena sabetan golok, sementara uang Rp10 juta dibawa kabur pelaku.

Korban, Pipin Rima Intisari (36), warga Surakarta, saat ditemui radartegal.com di RS Mitra Siaga, Kecamatan Kramat, ‎menuturkan, peristiwa yang menimpanya terjadi sekitar pukul 10.15 WIB di traffic light pertigaan Martoloyo, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Korban saat itu tengah membonceng seorang temannya menggunakan sepeda motor Honda Vario. Keduanya hendak menuju ke sebuah bank di Kota Tegal dan ke sebuah toko untuk membeli CCTV.

"Pas berhenti di lampu merah Martoloyo, pelaku datang dari arah belakang sebelah kiri‎. Langsung narik tas saya. Saya sempat coba mempertahankan tas, tapi tidak bisa, dan kena golok yang dibawa pelaku," tuturnya.

Akibat sabetan golok sepanjang sekitar 30 sentimeter, korban mengalami luka di empat jari tangan kirinya dan harus mendapat jahitan di RS Mitra Siaga. Selain itu, uang tunai sekitar Rp10 juta, dua telepon seluler, dan surat-surat yang ‎ada tas raib dibawa pelaku.

‎Menurut Pipin, pelaku berjumlah empat orang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matik dan bebek. Wajah mereka tidak bisa dikenali karena tertutup helm. Setelah berhasil menyikat tas, para pelaku langsung kabur ke arah Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal.

"Pas itu lagi ramai karena pas berhenti di lampu merah. Tapi tidak ada yang berani menolong atau mengejar pelaku," ‎imbuh karyawan bagian administrasi ini.

Sebelum kejadian tersebut, Pipin mengaku tidak merasa dibuntuti oleh para pelaku. "Sejak keluar dari SPBU tidak merasa ada yang ngikuti. Teman saya juga tidak melihat ada yang membuntuti pas lihat spion," pungkasnya.

Sementara itu, kepolisian sudah mendapat laporan dan langsung bergerak mengumpulkan keterangan terkait kejadian tersebut untuk mengejar para pelaku yang terbilang nekat karena beraksi di siang hari dan di tempat yang ramai. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans jenazah yang melaju dari arah Jakarta menuju ke Semarang menabrak truk di Jalan Tol PPTR Jalur A KM 300+400 tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Waruj


Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Polisi gadungan yang membawa kabur gadis Pemalang, Sari, ternyata kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani.


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Riak kecil mulai mengemuka di tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga yang akan digelar 20 November 2019.


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!