• Home
  • Berita Lokal
  • Bejat! Tukang Kebun Cabuli Anaknya yang Berketerbelakangan Mental

Lokal
Share this on:

Bejat! Tukang Kebun Cabuli Anaknya yang Berketerbelakangan Mental

  • Bejat! Tukang Kebun Cabuli Anaknya yang Berketerbelakangan Mental
  • Bejat! Tukang Kebun Cabuli Anaknya yang Berketerbelakangan Mental

PEKALONGAN - Seorang pria paruh baya berinisial N (53), warga Kelurahan Pasirkratonkramat Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Resmob Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota, kemarin.

Pasalnya, pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai petugas kebersihan atau tukang kebun di salah satu SMK swasta di Kota Pekalongan itu diduga telah mencabuli anak tirinya sendiri. Padahal, korban diketahui mengalami keterbelakangan mental.

Perbuatan bejat tersangka itu diduga sudah dilakukan berulangkali terhadap korban, sebut saja Bunga (20). Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, aksi pencabulan itu dilakukan dengan disertai pemaksaan dan kekerasan terhadap korban.

"Tersangka ditangkap setelah Unit PPA menerima laporan dari ibu korban," Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu melalui Kasatreskrim AKP Edi Sutrisno, kemarin.

Perbuatan asusila itu terbongkar beberapa hari lalu. Menurut laporan ibu kandung korban, ketika itu, Rabu (1/11) siang sepekan lalu, ibu korban awalnya curiga lantaran siang itu ketika pulang ke rumah mendapati sepeda motor suaminya diparkir di depan rumah.

Padahal seharusnya suaminya masih bekerja di sekolah. Selain itu pintu rumah dikunci dari dalam. "Ibu korban curiga, lalu mengetuk-ngetuk pintu tetapi tak kunjung dibukakan. Setelah dibukakan pintunya, ibu korban langsung bergegas ke kamar korban," ungkapnya.

Begitu masuk ke kamar korban, ibu korban kaget, karena melihat putri tercintanya tidak memakai celana sama sekali, hanya mengenakan baju atasan. Selain itu, kedua tangan korban juga terikat tali rafia di tempat tidur.

Mengetahui kejadian itu, langsung saja ibu korban menginterogasi tersangka. Tersangka tak bisa mengelak dan akhirnya mengakui perbuatannya. Ibu korban pun kemudian mengetahui dari pengakuan dari korban, kalau perbuatan itu sudah beberapa kali dilakukan ayah tirinya.

"Menurut keterangan saksi korban, tersangka sudah beberapa kali melakukan pencabulan terhadap korban. Termasuk pada sekitar tahun 2013 silam. Saat itu ibu korban sudah sempat curiga, tetapi waktu itu tersangka bersumpah tidak melakukannya," jelas Kasatreskrim.

Dia menambahkan, saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan Unit PPA. Sedangkan tersangka sudah diamankan di sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota guna proses hukum lebih lanjut.

Tersangka akan dijerat dengan pasal tentang kekerasan dalam rumah tangga dan pasal tentang tindak pidana perkosaan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. (way/ism/jpnn)


Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Ada Tol, Pemkab Tegal Bisa Tingkatkan Ekonomi dan Wisata

Ada Tol, Pemkab Tegal Bisa Tingkatkan Ekonomi dan Wisata

Pemkab Tegal diminta mulai mempersiapkan infrastruktur pendukung seiiring keberadaan jalan tol Trans Jawa yang saat ini sedang dibangun.


Defisit Anggaran Sudah Dihitung

Defisit Anggaran Sudah Dihitung

Defisit anggaran APBD tahun 2018 yang diperkirakan mencapai Rp174 miliar sudah diperhitungkan oleh pemerintah.


Irigasi Terganggu, Warga Demo Tol Pejagan-Pemalang

Irigasi Terganggu, Warga Demo Tol Pejagan-Pemalang

Puluhan warga Desa Lembarawa Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes menggeruduk proyek jalan tol Pejagan-Pemalang yang melintasi desa setempat, Jumat (19/1).


Coklit Data Pemilih, Bakal Calon Menjadi yang Pertama Didatangi

Coklit Data Pemilih, Bakal Calon Menjadi yang Pertama Didatangi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal akan memulai proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pilkada, Sabtu (20/1) besok.


Ada Kekurangan Dokumen, Calon Tak Bisa Ditetapkan

Ada Kekurangan Dokumen, Calon Tak Bisa Ditetapkan

KPU Kabupaten Tegal memberi kesempatan dua paslon bupati-wakil bupati yang dokumen persyaratannya belum lengkap untuk melakukan perbaikan.


Beras Naik, Nasi Ponggol Jadi Rp8.000

Beras Naik, Nasi Ponggol Jadi Rp8.000

Kenaikan harga beras yang terjadi hampir tiap hari sangat dirasakan masyarakat.


Dipanggil Panwaslu, Kades Mangkir

Dipanggil Panwaslu, Kades Mangkir

Dua aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terlibat dalam politik akhirnya diklarifikasi oleh Panitia Panwaslu Kabupaten Tegal, kemarin.


Bejat! Anak 6 Tahun Disodomi Tetangganya

Bejat! Anak 6 Tahun Disodomi Tetangganya

Sungguh bejad perbuatan yang dilakukan oleh MAY, warga Panggung Tegal Timur.


Tenggelam di Pemalang, Ditemukan di Demak

Tenggelam di Pemalang, Ditemukan di Demak

Dua nelayan yang tenggelam di Perairan Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, ditemukan tak bernyawa di Perairan Demak, Jawa Tengah.


Unggah SARA, Hapus atau Diproses Hukum?

Unggah SARA, Hapus atau Diproses Hukum?

Sejumlah pengguna medsos baik itu di Facebook, Instagram, maupun media yang lainnya, mendapatkan teguran dari Tim Cyber Patrol Polres Tegal Kota.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!