Lokal
Share this on:

Belum Diperbaiki, Warga Jembatan yang Putus Dipindah

  • Belum Diperbaiki, Warga Jembatan yang Putus Dipindah
  • Belum Diperbaiki, Warga Jembatan yang Putus Dipindah

(foto: teguh supriyanto/radar brebes)

TONJONG - Jembatan Wadasgumantung di atas aliran Sungai Glagah Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes yang putus awal Februari 2017 lalu, hingga saat ini belum mendapat penanganan. Akibat kondisi tersebut sebanyak 665 jiwa dari 183 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dukuh Kembeng kesulitan akses untuk keluar wilayahnya.

"Tidak ada akses lain, kecuali melalui jembatan ini. Sekarang warga hanya bisa menunggu air sungai sedikit surut, hingga mereka bisa menyeberanginya. Tapi jika air sedang tinggi, mereka tidak bisa ke mana-mana," ungkap Kadus Kembeng, Siwo.

Putusnya jembatan sangat menyulitkan warga, pasalnya selain digunakan untuk akses perekonomian, jembatan tersebut juga sarana utama para siwa dari pedukuhan tersebut menuju sekolah di luar pedukuhan. Warga sudah beberapakali membangun jembatan darurat, hanya saja kembali hanyut saat banjir terjadi di sungai tersebut.

"Di Dukuh Kembeng terdapat 50 pelajar tingkat SMP dan SMA, yang sementara ini terdampak akibat putusnya jembatan. Satu Sekolah Dasar (SD) ada disana, tapi semua gurunya juga terkendala karena berasal dari luar pedukuhan," terangnya.

Jembatan Wadasgumantung sendiri sebelumnya telah mengalami beberapa kali putus akibat terjangan arus sungai. Dari data yang ada, jembatan yang dibangun Juni 2005 tersebut, pernah putus pada awal 2009 kemudian di perbaiki, namun kembali mengalami keruskan pada tahun 2010.

Pada awal 2011, jembatan mendapat perbaikan nemun kembali putus di tahun yang sama. Setelah dipebaiki, jembatan kembali putus pada 2013 dan kembali terjadi 2014 silam.

"Sudah beberapakali putus, karenanya warga meminta jembatan untuk direlokasi (pindah) ke tempat yang lebih aman," kata Siwo.

Adapun lokasi pemindahan jembatan yang dinilai lebih aman, berada sekitar 600 meter ke arah hulu dari lokasi jembatan lama yang saat ini putus.

"Sebab jika jembatan yang sekarang putus diperbaiki, letaknya berada di aliran sungai yang berarus kuat. Sehingga sangat kembali diterjang banjir, sedangkan di bagian hulu relatif aman," sambungnya.

Dikatakan putusnya jembatan utama sangat dirasakan dampaknya, bagi kehidupan warga Dukuh Wadasgumantung.

Selain pelajar, warga yang hendak mengakses fasilitas kesehatan maupun perekomian, juga mengalami kendala. Kepala Desa (Kades) Kutamendala membenarkan adanya keinginan warga untuk memindahkan posisi jembatan ke lokasi yang lebih aman.

"Tujuannya adalah agar jembatan yang baru nantinya lebih aman, usulan ini sudah kami kordinasikan dengan pihak terkait," pungkas kades.(pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hari ke-4 Porprov, Kabupaten Tegal Raih 3 Emas dan 3 Perunggu

Hari ke-4 Porprov, Kabupaten Tegal Raih 3 Emas dan 3 Perunggu

Kontingen Kabupaten Tegal yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 sudah meraih tiga medali emas dan tiga medali perunggu.


58 Desa Belum Cairkan Dana Desa

58 Desa Belum Cairkan Dana Desa

Penyerapan dana desa (DD) di Kabupaten Tegal masih tersendat.


Empat Bulan Buron, Maling Motor Bertekuk Lutut di Jakarta

Empat Bulan Buron, Maling Motor Bertekuk Lutut di Jakarta

Dua tersangka pencurian kendaraan bermotor yang biasa beraksi di Pemalang dibekuk Sat Reskrim Polres Pemalang, Sabtu (20/10) lalu, di tempat persembunyiannya.


Di Tegal, Ada Pemilih yang NIK-nya Lebih dari 16 Digit

Di Tegal, Ada Pemilih yang NIK-nya Lebih dari 16 Digit

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal kembali menemukan 220 pemilih bermasalah yang terindikasi data ganda dan invalid.


Cari Ikan, Dua Nelayan Malah Temukan Mortir Aktif Sisa Perang

Cari Ikan, Dua Nelayan Malah Temukan Mortir Aktif Sisa Perang

Dua orang nelayan Nabil (33) dan Alidin (49) tak sengaja menemukan mortir aktif yang diduga merupakan peninggalan perang dunia di sekitar Perairan Losari Kabupa


Penggali Sumur Tewas Tertimbun Tanah Pasir yang Digalinya

Penggali Sumur Tewas Tertimbun Tanah Pasir yang Digalinya

Seorang penggali sumur tewas saat tengah membuat sumur di Desa Bedug Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, kemarin.


Nelayan Jateng Minta Pengurusan SIPI Dipermudah

Nelayan Jateng Minta Pengurusan SIPI Dipermudah

Ratusan nelayan yang tergabung dalam Perkumpulan Nelayan Sejahtera di Pantura Jawa Tengah akan melayangkan surat kepada menteri Koordinasi Kemaritiman RI.


Berenang Usai Menjala Ikan, Pemuda Tewas Tenggelam

Berenang Usai Menjala Ikan, Pemuda Tewas Tenggelam

Seorang pemuda, David Purba (36), warga Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes tewas tenggelam di Sungai Pemali Dukuh Cecek Desa Rengaspendawa Kecama


Sopir Truk Cabai Penyebab Kecelakaan Karambol di Jalur Pantura Masih Diperiksa

Sopir Truk Cabai Penyebab Kecelakaan Karambol di Jalur Pantura Masih Diperiksa

Kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan di Jalur Pantura Desa Kramat Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal yang menewaskan dua orang, Kamis (18/10).


Gempa Dieng Tak Berpengaruh Sampai ke Tegal

Gempa Dieng Tak Berpengaruh Sampai ke Tegal

Getaran gempa di Gunung Dieng yang merupakan kawasan vulkanik aktif tidak berdampak untuk Kota Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!