• Home
  • Berita Lokal
  • Berisiko Merusak Lingkungan, Penggalian Candi Dihentikan Sementara

Lokal
Share this on:

Berisiko Merusak Lingkungan, Penggalian Candi Dihentikan Sementara

  • Berisiko Merusak Lingkungan, Penggalian Candi Dihentikan Sementara
  • Berisiko Merusak Lingkungan, Penggalian Candi Dihentikan Sementara

RAMAI DIKUNJUNGI - Lokasi tempat penemuan bangunan yang diduga candi kuno di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, kian ramai dikunjungi warga. (Teguh Supriyanto/radar brebes)

TONJONG - Masyarakat Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menghentikan sementara penggalian tanah di sekitar lokasi tempat penemuan bangunan kuno yang diduga candi dan arca. Sebelumnya, warga yang penasaran melakukan penggalian tanah, akhirnya menemukan struktur bangunan batu bertumpuk seluar 8 meter persegi.

"Untuk sementara dihentikan, selain khawatir akan merusak kondisi lingkungan tempat penemuan juga menunggu arahan dari pihak terkait," ungkap Muhajir, sekdes Galuhtimur, Jumat (19/7).

Dikatakan, meski di lokasi temuan tidak ada lagi aktivitas penggalian, namun warga tetap melakukan pengamanan lokasi secara swadaya. Kondisi ini menyusul semakin banyaknya masyarakat yang mendatangi lokasi karena ingin melihat secara langsung kondisi temuan situs tersebut.

"Kabar mengenai adanya temuan ini dengan cepat menyebar. Bukan hanya warga sekitar Galuhtimur saja tapi juga dari wilayah luar berdatangan sekedar untuk melihat," ucap Muhajir.

Pihaknya berharap, ke depan temuan bangunan yang diduga merupakan candi peninggalan masa Hindu kuno dapat terinventarisir sehingga memberi nilai positif baik kepada masyarakat Desa Galuhtimur, maupun lainnya terkait ilmu pengetahuan mengenai sejarah yang pernah ada.

"Untuk itu masyarakat sangat mendukung dan siap membantu, jika pihak-pihak terkait turun untuk melakukan penelitian di sekitar lokasi temuan," katanya.

Dukungan dari masyarakat lanjut dia, juga ditunjukan dengan digelarnya doa bersama pada Kamis (19/7) malam di lokasi temuan, dengan dihadiri para tokoh dan warga masyarakat Desa Galuhtimur.

"Pada dasarnya doa bersama untuk memohon keselamatan sekaligus ungkapan rasa syukur, dengan ditemukannya peninggalan sejarah yang telah lama terkubur," terang Muhajir.

Dukungan dari warga sebagaimana disampaikan Busro, 57, tokoh masyarakat setempat, telah dilakukan semenjak kali pertama adanya penemuan bongkahan batu berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 15x30 centimeter oleh salah seorang warga.

"Adapun penggalian juga sebagai upaya menyelamatkan temuan lain di sekitar lokasi, hingga akhirnya terdapat bangunan persegi, sumur maupun arca. Semuanya kami simpan, untuk pengamanan," jelasnya.

Selain itu, warga juga telah melakukan keja bakti membersihkan kawasan di lingkungan tempat penemuan, sehingga jika sebelumnya lokasi yang berada di kawasan hutan Perhutani ini daun kering dan semak-semak, maka saat ini terlihat lebih bersih.

"Semuanya dilakukan secara swadaya dengan dasar kepedulian, bahkan warga rela ronda malam di lokasi untuk mengamankannya," imbuh Busro.

Menurut Busro, wilayah Desa Galuhtimur sendiri telah semenjak lama kerap ditemukan sejumlah peninggalan kepurbakalaan. Mulai dari benda-benda kuno, hingga fosil purba. Hanya saja keberadaannya tidak terinventarisasi dengan baik.

"Sebagian sudah tidak lagi berada di tempatnya, namun juga banyak masih ada dan tetap pada tempatnya. Kita berharap adanya keterlibatan pemerintah, untuk bersama-sama merawat dan memelihara peninggalan sehingga memiliki nilai manfaat lebih tinggi lagi," pungkasnya. (pri/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hari Ini Karnaval sampai Malam, Ini Jalur Alternatifnya

Hari Ini Karnaval sampai Malam, Ini Jalur Alternatifnya

Sejumlah ruas jalan yang ada direncanakan akan ditutup sementara, Sabtu (24/8) siang ini.


Hendak Transaksi, Empat Pemuda Pengedar Narkotika Dibekuk

Hendak Transaksi, Empat Pemuda Pengedar Narkotika Dibekuk

Empat pemuda yang berprofesi sebagai karyawan swasta dan buruh diamankan Polres Tegal secara terpisah, dalam operasi Antik Candi 2019.


DLH Pemalang Terapkan Siraja Limbah

DLH Pemalang Terapkan Siraja Limbah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang mulai menerapkan sistem pelaporan produksi limbah berbasis online Siraja Limbah


Furnitur dari Botol Plastik Ramaikan Lomba Ecobrick

Furnitur dari Botol Plastik Ramaikan Lomba Ecobrick

Ecobrick atau batu bata ramah lingkungan dipandang menjadi solusi efektif mengurangi pencemaran sampah plastik.


Status Waspada, Tradisi Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Slamet Sementara Ditutup

Status Waspada, Tradisi Rayakan HUT RI di Puncak Gunung Slamet Sementara Ditutup

Sudah menjadi tradisi bagi komunitas pecinta alam merayakan hari ulang tahun kemerdekaan RI di puncak Gunung Slamet.


Bandel, Pedagang Pasar Kemantran dan Pepedan Ditertibkan

Bandel, Pedagang Pasar Kemantran dan Pepedan Ditertibkan

Pedagang Pasar Kemantran dan Pepedan yang berjualan di luar lingkungan pasar ditertibkan.


Motornya Dihentikan, Remaja Dikeroyok Tiga Pemuda di Depan Teman Wanitanya

Motornya Dihentikan, Remaja Dikeroyok Tiga Pemuda di Depan Teman Wanitanya

Polres Tegal Kota berhasil mengungkap tindak pidana pengeroyokan yang diduga dilakukan tiga pemuda di Jalan Veteran Kota Tegal.


Hilang di Guci, Wisatawan Asal Semarang Ditemukan di Brebes

Hilang di Guci, Wisatawan Asal Semarang Ditemukan di Brebes

Pencarian terhadap Taufik (25), warga Semarang, yang sempat hilang di Obyek Wisata Guci akhirnya dihentikan.


Jalur Pantura Pemalang Dibongkar, Laju Kendaraan Tersendat

Jalur Pantura Pemalang Dibongkar, Laju Kendaraan Tersendat

Laju kendaraan di jalur Pantura Pemalang sementara ini tersendat karena adanya perbaikan jalan sepanjang 1.2 km.


Peduli Lingkungan, Pertamina Bagi 200 Bibit Mangga dan Tumbler

Peduli Lingkungan, Pertamina Bagi 200 Bibit Mangga dan Tumbler

Pertamina Terminal BBM Tegal bersama Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia 2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!