Lokal
Share this on:

Berkembang Jadi Modern, 20 IKM Logam Jadi Percontohan

  • Berkembang Jadi Modern, 20 IKM Logam Jadi Percontohan
  • Berkembang Jadi Modern, 20 IKM Logam Jadi Percontohan
  • Berkembang Jadi Modern, 20 IKM Logam Jadi Percontohan
  • Berkembang Jadi Modern, 20 IKM Logam Jadi Percontohan

KRAMAT - Sebanyak 20 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Tegal menjadi percontohan dalam pengembangan IKM sektor unggulan yang dilakukan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal. Mereka diharapkan bisa naik kelas dan bertahan lama dalam dunia industri.

‎"Tugas kami (YDBA) melakukan pembinaan kepada IKM dan UKM. Di Tegal ada 20 IKM komponen otomotif yang masuk dalam program sektor unggulan. ‎Ini akan bertambah terus," kata Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja di sela acara Gathering dan Genba PIC UKM Mitra YDBA ke UKM Mitra YDBA di Tegal, di Lingkungan Industri Kecil (LIK), Kecamatan Kramat, Rabu (10/10).

Henry menjelaskan, sektor unggulan merupakan program YDBA yang fokus pada kumpulan UKM dalam industri sejenis yang tumbuh dan berkembang dengan terjaminnya ketersediaan sumberdaya bahan baku serta mampu sustain dalam proses pemasarannya.

Dalam program ini, lanjut Henry, ada enam tahapan yang dilalui yaitu mengusulkan sektor unggulan, mencari "ayah angkat" atau perusahaan yang ingin bermitra menjadi konsumen yang merupakan target pasar untuk menetapkan standar quality, cost, delivery, serta sebagai tenaga ahli untuk meningkatkan kompetensi, pembinaan UKM pilot, penambahan angota dan pembentukan komunitas, pembentukan koperasi dan pemandirian.

‎"Pembinaan yang dilakukan yang utama itu manajemen, ke-HRD-an, keuangan, produksi, marketing, lingkungan dan keselamatan kerja. Harapannya IKM yang ikut dalam program sektor unggulan ini naik kelas dan awet," ujar Henry.

Menurutnya, program pembinaan IKM sektor unggulan di Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja sudah dilakukan sejak 2013 dengan membentuk Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dengan kantor berada di kawasan LIK.

‎"Dari sisi IKM, setelah melihat di daerah lain, bisa dibilang Tegal lebih maju, sudah punya basic, sudah jadi suplier, vendor," imbuh Henry.

Sejumlah pelaku IKM peserta program sektor unggulan YDBA yang hadir dalam acara itu mengaku terbantu dengan adanya program tersebut sehingga bisa berkembang menjadi lebih baik.

"Manfaat yang kami dapatkan sangat banyak sekali. Pelatihan dan pendampingan dari IKM tradisional menjadi tersistem. Kami juga diajak kunjungan dan magang ke industri-industri besar sehingga kita termotivasi melakukan perubahan," kata Sahudin, pemilik PT Gaya Teknik Logam, IKM yang bergerak di bidang logam dengan fokus pada pembuatan komponen roda empat.

Pengelola LPB Kabupaten Tegal Suyanto mengungkapkan, ‎jumlah IKM di Kabupaten Tegal mencapai 31.000. Dari jumlah itu, 2.929 di antaranya merupakan IKM logam.

"Sementara ini yang ikut program sektor unggulan ada 20 IKM logam yang membuat komponen otomotif. Memang baru berapa persennya, karena rata-rata masih home industri," ujarnya.

Menurut Suyanto, setelah mendapat pelatihan dan pembinaan, IKM yang ikut program sektor unggulan tersebut ke depannya diharapkan bisa menjadi percontohan bagi IKM lain.

"Mereka didorong jadi industri modern. Dari pelatihan, pendampingan, merubah mind set. ‎Yang dulunya tidak tertulis jadi tertulis, cara nimbang, hingga legalitas. IKM lain bisa belajar ke mereka," ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal Bambang Susanto ‎menyambut baik program sektor unggulan yang dijalankan YDBA di Kabupaten Tegal karena menjadikan IKM di Kabupaten Tegal lebih berkembang dan mampu bersaing.

‎"Semakin banyak IKM kita yang berkembang baik, maka semakin diakui‎ di dunia industri, dan pengangguran bisa ditekan," tandasnya.

‎Dalam kesempatan itu, YDBA mengajak 14 perusahaan di bawah grup Astra untuk berkunjung langsung aktivitas produksi di tiga IKM yang tergabung dalam sektor unggulan, yaitu PT Gaya Teknik Logam, PT FNF Metalindo Utama di Desa Bengle Kecamatan Talang, dan PT Prima Karya di Desa Talang Kecamatan Talang. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tawuran Tewaskan Seorang Korban, Siswa Kelas IX SMP Jadi Tersangka

Tawuran Tewaskan Seorang Korban, Siswa Kelas IX SMP Jadi Tersangka

Polres Tegal Kota akhirnya menetapkan EG (16), siswa kelas IX SMPN 12 Kota Tegal sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap mantan siswa SMPN 18 Kota Te


Baru Jadi, Bangunan SMK Terancam Ambruk

Baru Jadi, Bangunan SMK Terancam Ambruk

Sebuah bangunan milik SMK Bhakti Praja Pegirikan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal terancam ambruk.


Ingat, Anggota Parpol Tidak Boleh Jadi Ketua RT dan RW

Ingat, Anggota Parpol Tidak Boleh Jadi Ketua RT dan RW

Anggota partai politik tidak diperkenankan menjadi Ketua RT dan RW serta ketua Lembaga Pemberdayaan MAsyarakat Kelurahan (LPMK).


Terbit PP Baru, Dokter, Perawat, Bidan Berpeluang Diangkat Jadi PNS

Terbit PP Baru, Dokter, Perawat, Bidan Berpeluang Diangkat Jadi PNS

Dokter, perawat, dan bidan yang pernah mengikuti tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) di Kemenkes pada 2016 lalu akan diangkat menjadi CPNS.


Pemkab Tegal Diminta Tegas Sikapi Ancaman Limbah Beracun

Pemkab Tegal Diminta Tegas Sikapi Ancaman Limbah Beracun

Limbah beracun dari usaha pengolahan logam berat masih mengancam warga di sejumlah permukiman di Kabupaten Tegal.


700 Warga Salah Satu Desa di Brebes Pilih Jadi TKI, Sebagian Besar ART alias Pembantu

700 Warga Salah Satu Desa di Brebes Pilih Jadi TKI, Sebagian Besar ART alias Pembantu

Terbatasnya lapangan pekerjaan di Tanah Air menyebabkan masih banyak warga yang memilih menjadi tenaga kerja indonesia atau TKI ke luar negeri.


Siti Nurhayati : Jangan Jadi Pemilih Transaksional

Siti Nurhayati : Jangan Jadi Pemilih Transaksional

Puluhan kader memadati kantor sekretariat DPD Partai Golkar Kota Tegal, Sabtu (15/12).


Diduga Kelebihan Muatan, Sopir Truk Maut Ditetapkan Jadi Tersangka

Diduga Kelebihan Muatan, Sopir Truk Maut Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi akhirnya menetapkan Wasroni (35), sopir truk maut yang menewaskan lima orang di Bumiayu, Senin (10/12) kemarin.


Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Purwokerto-Tegal Desa Jatisawit Kecamatan Bumiay Kabupaten Brebes bertambah menjadi lima orang.


Kabupaten Tegal Diharapkan Jadi Daerah Layak Difabel

Kabupaten Tegal Diharapkan Jadi Daerah Layak Difabel

Penyandang disabilitas di Kabupaten Tegal menggelar longmarch untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, Senin (10/12).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!